Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

[POPULER MONEY] Penjelasan Tokopedia soal Pembatalan Voucher Rp 100.000 | KAI soal Tiket Kereta Mahal

Kompas.com - 29/01/2023, 08:37 WIB
Erlangga Djumena

Editor

1. Ramai Belanja Pakai Voucher Dibatalkan Otomatis, Ini Penjelasan Tokopedia

Para pengguna platform e-commerce Tokopedia sempat beramai-ramai menggunakan voucher belanja yang memberikan potongan harga Rp 100.000 dan bisa digunakan berkali-kali.

Kode voucher ini pun tersebar luas, salah satunya di media sosial Twitter. Seperti yang cuit oleh akun @lucu2809, bahwa ada dua voucher belanja Tokopedia potongan harga Rp 100.000 yang bisa digunakan pelanggan Tokopedia untuk membeli jenis barang apapun dengan minimal pembelian Rp 150.000. Kedua voucher itu yakni TMRW100PEKR6X50 dan TMRW1002TJH7GP8.

Namun, kini kedua voucher itu tidak lagi bisa digunakan. Bahkan, untuk pembelian barang yang menggunakan voucher tersebut tetapi masih dalam proses pemesanan, dibatalkan otomatis oleh pihak Tokopedia.

Head of External Communications Tokopedia, Ekhel Chandra Wijaya mengakui adanya pembatalan otomatis untuk pembelian menggunakan kedua voucher belanja Tokopedia tersebut. Lantaran, transaksi tersebut tidak memenuhi ketentuan promo.

Selengkapnya simak di sini

2. Cara Cek Kendaraan Terkena Tilang Elektronik atau Tidak

Sejalan dengan penerapan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) atau tilang elektronik di berbagai daerah, tak ada salahnya masyarakat mengetahui cara pengecekan status kendaraannya apakah terkena tilang elektronik atau tidak.

Perangkat ETLE yang terpasang secara otomatis akan menangkap pelanggaran lalu lintas, yang dimonitor dan mengirimkan media barang bukti pelanggaran ke Bank Office ETLE di RTMC Polda Metro Jaya.

Setelah itu, petugas akan melakukan identifikasi data kendaraan menggunakan Electronic Registration and Identification (ERI) sebagai sumber data kendaraan.

Untuk mengetahui kendaraan terkena tilang elektronik atau tidaknya, masyarakat dapat melakukan pengecekan secara online. Lantas, bagaimana caranya?

Baca selengkapnya di sini

3. Harga Tiket Kereta Api Dikeluhkan Mahal, KAI: Harganya Bersifat Fluktuatif, Menyesuaikan Permintaan Pelanggan

Media sosial Twitter sedang diramaikan keluhan terkait harga tiket kereta api (KA) jarak jauh yang dinilai semakin mahal. Harga tiket kereta api jarak jauh untuk kelas eksekutif pun disebut sudah setara dengan harga tiket pesawat.

Keluhan terkait harga tiket mahal itu muncul sebagai buntut dari viral sebuah unggahan foto bergambar pita hitam bertuliskan "Pray for Justice and Honesty in KAI", atau artinya "Berdoa untuk Keadilan dan Kejujuran di KAI".

Salah satu akun Twitter yang mengunggahnya yakni @tanyakanrl. Akun tersebut menanyakan apa yang sedang terjadi di KAI sehingga foto tersebut tersebar, namun banyak netizen yang justru mengaitkannya dengan kenaikan harga tiket kereta api.

Salah satu akun Twitter @R**_27 membalas postingan tersebut dengan bercerita bahwa dirinya yang semula ingin berlibur ke Malang menggunakan kereta api, namun berubah destinasi menjadi ke Bali dengan naik pesawat.

Simak selengkapnya di sini

4. Cara Mendapatkan Diskon Tiket Kereta bagi Alumni UNS, UGM, ITB, ITS, UNY, dan Unair

Alumni dari enam perguruan tinggi di Indonesia bisa menikmati diskon tarif kereta api sebesar 10 persen.

Keenam perguruan tinggi tersebut meliputi Universitas Sebelas Maret (UNS), Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Universitas Airlangga (Unair), dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

Tiket reduksi bagi para alumni sejumlah perguruan tinggi ini berlaku untuk perjalanan kereta api (KA) jarak jauh dan menengah, baik kelas ekonomi, bisnis, maupun eksekutif.

Potongan tarif tiket tidak bisa digunakan untuk kereta api komuter (KRL), kereta api tarif khusus, kereta api tarif promosi, kereta luxury, imperial, priority, dan kereta api wisata lainnya, potongan tarif tiket tersebut tidak bisa digunakan.

Nah bagaimana caranya agar bisa mendapatkan diskon tersebut? Baca di sini

5. Antisipasi Ancaman Krisis pada 2023, Sri Mulyani Pastikan Dukungan Fasilitas dan Insentif untuk Pelaku Usaha

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, perlu adanya kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan pelaku usaha untuk bisa menghadapi tantangan ekonomi pada 2023.

Pemerintah pun memberikan sejumlah insentif untuk dunia usaha guna menjaga momentum pemulihan. Hal itu diungkapkannya saat melakukan kunjungan kerja ke Cikarang pada Jumat (27/1/2022).

Sri Mulyani berdialog dengan para pelaku usaha di wilayah Cikarang, Bekasi, dan Purwakarta, serta meninjau Cikarang Dry Port (CDP). Ia menuturkan, Indonesia telah pandemi Covid-19 dengan sangat baik sehingga kinerja perekonomian tetap terjaga positif. Sepanjang tiga kuartal pada 2022, pertumbuhan ekonomi RI terjaga di kisaran 5 persen dan diyakini berlanjut ke kuartal IV-2023.

Meski demikian, diakui Sri Mulyani, tantangan ekonomi akan tetap belanjut pada 2023, tetapi telah bergeser dari sebelumnya risiko kesehatan akibat pandemi menjadi risiko finansial dan geopolitik.

Selengkapnya simak di sini

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com