Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

IHSG Ditutup Turun, Rupiah Menguat

Kompas.com - 21/02/2024, 17:14 WIB
Kiki Safitri,
Erlangga Djumena

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Pada penutupan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona merah pada Rabu (21/2/2024). Hal ini berbeda dengan rupiah yang menguat pada penutupan perdagangan pasar spot.

IHSG ditutup pada level 7.349,02 atau turun 3,57 poin (0,05 persen) dibandingkan penutupan sebelumnya pada level 7.352,6.

Mengutip RTI, sebanyak 221 saham melaju di zona hijau dan 326 saham di zona merah. Sedangkan 224 saham lainnya stagnan. Adapun jumlah transaksi sore ini mencapai Rp 11 triliun dengan volume 16,4 miliar saham.

Baca juga: IHSG Berakhir Menguat, 274 Saham Hijau

Top losers yang menekan IHSG yakni Bank Jago (ARTO) yang turun 3,5 persen pada level Rp 2.600 per saham. Kemudian, Amman Mineral International (AMMN) yang terkoreksi 2,8 persen ke level Rp 7.800 per saham. Selanjutnya, Unilever Indonesia (UNVR) yang melemah 2,5 persen ke posisi Rp 2.690 per saham.

Top gainers yaitu, MAP Aktif Adiperkasa (MAPA) yang melesat 10,15 persen ke level Rp 1.085 per saham. Selanjutnya, Gajah Tunggal (GJTL) yang menguat 8,9 persen ke posisi Rp 1.155 per saham. Dilanjutkan oleh Bank CIMB Niaga ( BNGA) yang naik 5 perse ke level Rp 2.080 per saham.

Pada awal perdagangan, bursa Eropa mixed dengan penurunan FTSE 0,87 persen (67,38 poin) pada level 7.651,83, sementara itu GDAXI menguat 0,18 persen (31,2 poin) ke posisi 17.099,71.

Mengutip data Bloomberg, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS sore ini ditutup menguat. Mata uang garuda ditutup pada level Rp 15.635 per dollar AS atau naik 0,16 persen atau 25 poin dibandingkan dengan sebelumnya pada level Rp 15.610 per saham.

Sementara itu, mengacu kurs tengah Jisdor, nilai tukar rupiah pada Rabu (21/2/2024) pada level Rp 15.658 per dollar AS, atau menguat dari nilai tukar Selasa (20/2/2024) pada level Rp 15.659 per dollar AS.

Baca juga: Saham adalah Apa? Ini Pengertian, Keuntungan, dan Risikonya

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Ketentuan dan Cara Refund-Reschedule Tiket Damri

Ketentuan dan Cara Refund-Reschedule Tiket Damri

Whats New
Mengenal Mata Uang Laos dan Nilai Tukarnya ke Rupiah

Mengenal Mata Uang Laos dan Nilai Tukarnya ke Rupiah

Whats New
Sopir Dinyatakan Tersangka, Rosalia Indah Akan Patuhi Proses Hukum

Sopir Dinyatakan Tersangka, Rosalia Indah Akan Patuhi Proses Hukum

Whats New
PLN Pastikan Keandalan Pembangkit EBT Buat Suplai Listrik Saat Libur Lebaran

PLN Pastikan Keandalan Pembangkit EBT Buat Suplai Listrik Saat Libur Lebaran

Whats New
Kementan dan Provinsi Banten Kembangkan Padi Varietas Biosalin untuk Wilayah Pesisir

Kementan dan Provinsi Banten Kembangkan Padi Varietas Biosalin untuk Wilayah Pesisir

Whats New
Pemerintah Siapkan Rencana Cadangan Penyeberangan Sumatera-Jawa

Pemerintah Siapkan Rencana Cadangan Penyeberangan Sumatera-Jawa

Whats New
Urai Arus Balik di Bakauheni-Merak, Kemenhub Siapkan Kapal Tambahan Rute Panjang-Ciwandan

Urai Arus Balik di Bakauheni-Merak, Kemenhub Siapkan Kapal Tambahan Rute Panjang-Ciwandan

Whats New
BPJPH Beri Sertifikat Halal Seumur Hidup ke Dunkin'

BPJPH Beri Sertifikat Halal Seumur Hidup ke Dunkin'

Whats New
Mengenal Mata Uang India dan Nilai Tukarnya ke Rupiah

Mengenal Mata Uang India dan Nilai Tukarnya ke Rupiah

Whats New
Arus Balik Lebaran, Tol Fungsional Cibitung-Cimanggis Akan Dibuka sampai 17.00 WIB

Arus Balik Lebaran, Tol Fungsional Cibitung-Cimanggis Akan Dibuka sampai 17.00 WIB

Whats New
Harga Emas Antam Hari Sabtu Ini, Anjlok Rp 14.000 Per Gram

Harga Emas Antam Hari Sabtu Ini, Anjlok Rp 14.000 Per Gram

Whats New
Inggris Keluar dari Resesi, Ini yang Harus Dihadapi ke Depannya

Inggris Keluar dari Resesi, Ini yang Harus Dihadapi ke Depannya

Whats New
Kementan Bersama Dinas Pertanian Provinsi Banten Kembangkan Padi Biosalin untuk Wilayah Pesisir

Kementan Bersama Dinas Pertanian Provinsi Banten Kembangkan Padi Biosalin untuk Wilayah Pesisir

Whats New
Program Pompanisasi dari Mentan Amran di Subang Tuai Respons Positif

Program Pompanisasi dari Mentan Amran di Subang Tuai Respons Positif

Whats New
Khusus H+2 Lebaran, Kereta Api Jadi Moda Angkutan Umum 'Terlaris'

Khusus H+2 Lebaran, Kereta Api Jadi Moda Angkutan Umum "Terlaris"

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com