Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

The Fed Tak Mau Buru-buru Turunkan Suku Bunga, Ini Alasannya

Kompas.com - 22/02/2024, 15:38 WIB
Kiki Safitri,
Yoga Sukmana

Tim Redaksi

Sumber CNBC

NEW YORK, KOMPAS.com - Para pejabat The Fed menyatakan bahwa pihaknya hati-hati dalam melakukan penurunan suku bunga yang terlalu cepat pada pertemuan terakhir Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC).

Namun, para pejabat Federal Reserve menyatakan optimisme dan kehati-hatian terhadap inflasi. Para pengambil kebijakan tidak hanya memutuskan untuk mempertahankan suku bunga pinjaman tapi juga pemotongan suku bunga akan dilakukan hingga mereka benar-benar yakin, bahwa inflasi sudah menurun.

“Sebagian besar anggota rapat mengungkapkan risiko dari tindakan yang terlalu cepat untuk melonggarkan kebijakan. Mereka menekankan pentingnya menilai secara hati-hati data yang masuk dan apakah inflasi bergerak turun secara berkelanjutan hingga 2 persen,” mengutip risalah tersebut.

Baca juga: Investor Masih Mencerna Pernyataan The Fed, Wall Street Berakhir di Zona Hijau

Ringkasan rapat tersebut memang menunjukkan adanya rasa optimisme secara umum bahwa langkah kebijakan The Fed telah berhasil menurunkan laju inflasi yang pada pertengahan 2022 mencapai level tertinggi dalam lebih dari 40 tahun.

Namun, para pejabat menyebutkan bahwa mereka ingin melihat lebih banyak hal positif sebelum mulai melonggarkan kebijakan, sambil mengatakan bahwa kenaikan suku bunga kemungkinan besar akan berakhir.

“Dalam pembahasan prospek kebijakan, para anggota rapat menilai bahwa kebijakan suku bunga kemungkinan berada pada puncaknya dalam siklus pengetatan ini,” seperti tertulis dalam risalah rapat tersebut.

Baca juga: Sinyal Negatif The Fed soal Suku Bunga Bikin Saham-saham di Wall Street Rontok

“Peserta secara umum menyatakan bahwa mereka tidak memperkirakan akan tepat untuk mengurangi kisaran target suku bunga dana federal sampai mereka mendapatkan keyakinan yang lebih besar bahwa inflasi bergerak secara berkelanjutan menuju angka 2 persen,” tegasnya.

Sebelum pertemuan tersebut, serangkaian laporan menunjukkan terjadi inflasi, meskipun masih tinggi, bergerak kembali menuju target The Fed sebesar 2 persen. Meskipun notulen rapat menyebut ada kemajuan yang solid, namun komite memandang beberapa kemajuan tersebut sebagai sesuatu yang “istimewa” dan mungkin disebabkan oleh faktor-faktor yang tidak akan bertahan lama.

Oleh karena itu, para anggota mengatakan mereka akan “menilai dengan hati-hati” data yang masuk untuk menilai ke mana arah inflasi dalam jangka panjang. Para pejabat mencatat adanya risiko positif dan negatif serta khawatir akan penurunan suku bunga yang terlalu cepat.

Baca juga: The Fed Tahan Suku Bunga, Tegaskan Tidak Ada Penurunan pada Maret

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Sumber CNBC


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com