Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Menurut CT, Ini 4 Tantangan Ekonomi Indonesia Tahun Ini

Kompas.com - 29/02/2024, 11:36 WIB
Elsa Catriana,
Erlangga Djumena

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Chairman CT Corp Chairul Tanjung mengungkapkan, setidaknya ada empat isu yang menjadi tantangan ekonomi Indonesia tahun ini.

Yang pertama menurut salah satu orang terkaya di Indonesia adalah kondisi geopolitik global yang masih panas.

“Permasalahan geopolitik menjadi isu serius yang kita hadapi. Rusia-Ukraina tidak atau belum selesai, muncul lagi masalah Hamas dengan Israel," kata pria yang karib disapa CT ini dalam acara CNBC Economic Outlook 2024 di Jakarta, Kamis (29/2/2024).

Baca juga: Bank Dunia: Kami Memproyeksi Ekonomi Indonesia Sedikit Melambat

Tantangan selanjutnya adalah adanya financial stress yang dikhawatirkan bisa menyebabkan kekurangan suplai dan permintaan sektor keuangan terganggu.

"Suku bunga bank di Amerika meningkat yang mengakitbatkan suku bunga di dunia meningkat," ujar dia.

Sementara tantangan yang ketiga adalah masalah lingkungan yang dinilai juga semakin serius. Menurut CT,  tantangan ini tiap tahun bukan berkurang, tetapi malah meningkat. Termasuk perubahan cuaca seperti kemarau panjang El Nino yang membuat panen terhambat yang mengakibatkan Indonesia terus mengimpor beras.

“Impor beras kita signifikan dan masalah ini makin tahun bukan makin ringan tapi tambah barat,” katanya.

Adapun tantangan yang terakhir adalah disrupsi akibat teknologi. Seperti teknologi kepandaian buatan alias articifial technology (AI) semacam Chat GPT yang bisa menggantikan fungsi manusia.

“Chat GPT ini bisa menggantikan fungsi manusia tentu masalah penyerapan tenaga kerja nanti yang menjadi masalah serius kita di masa-masa yang akan datang. Belum lagi robotisasi, transformasi, yang kita tidak siap menjadi masalah berikutnya,” ujar CT.

Baca juga: Menurut Jokowi, Tantangan Ekonomi Indonesia ke Depan

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Program Makan Siang Gratis Butuh 6,7 Ton Beras Per Tahun, Bulog Tunggu Arahan Pemerintah

Program Makan Siang Gratis Butuh 6,7 Ton Beras Per Tahun, Bulog Tunggu Arahan Pemerintah

Whats New
BTN Cetak Laba Bersih Rp 860 Miliar pada Kuartal I 2024

BTN Cetak Laba Bersih Rp 860 Miliar pada Kuartal I 2024

Whats New
Bulog Siap Jadi Pembeli Gabah dari Sawah Hasil Teknologi Padi China

Bulog Siap Jadi Pembeli Gabah dari Sawah Hasil Teknologi Padi China

Whats New
Bulog Baru Serap 633.000 Ton Gabah dari Petani, Dirut: Periode Panennya Pendek

Bulog Baru Serap 633.000 Ton Gabah dari Petani, Dirut: Periode Panennya Pendek

Whats New
Dari Perayaan HUT hingga Bagi-bagi THR, Intip Kemeriahan Agenda PUBG Mobile Sepanjang Ramadhan

Dari Perayaan HUT hingga Bagi-bagi THR, Intip Kemeriahan Agenda PUBG Mobile Sepanjang Ramadhan

Rilis
INACA: Iuran Pariwisata Tambah Beban Penumpang dan Maskapai

INACA: Iuran Pariwisata Tambah Beban Penumpang dan Maskapai

Whats New
Bank DKI Sumbang Dividen Rp 326,44 Miliar ke Pemprov DKI Jakarta

Bank DKI Sumbang Dividen Rp 326,44 Miliar ke Pemprov DKI Jakarta

Whats New
OASA Bangun Pabrik Biomasa di Blora

OASA Bangun Pabrik Biomasa di Blora

Rilis
Pengumpulan Data Tersendat, BTN Belum Ambil Keputusan Akuisisi Bank Muamalat

Pengumpulan Data Tersendat, BTN Belum Ambil Keputusan Akuisisi Bank Muamalat

Whats New
Cara Hapus Daftar Transfer di Aplikasi myBCA

Cara Hapus Daftar Transfer di Aplikasi myBCA

Work Smart
INA Digital Bakal Diluncurkan, Urus KTP hingga Bayar BPJS Jadi Lebih Mudah

INA Digital Bakal Diluncurkan, Urus KTP hingga Bayar BPJS Jadi Lebih Mudah

Whats New
Suku Bunga Acuan BI Naik, Anak Buah Sri Mulyani: Memang Kondisi Global Harus Diantisipasi

Suku Bunga Acuan BI Naik, Anak Buah Sri Mulyani: Memang Kondisi Global Harus Diantisipasi

Whats New
Ekonom: Kenaikan BI Rate Bakal 'Jangkar' Inflasi di Tengah Pelemahan Rupiah

Ekonom: Kenaikan BI Rate Bakal "Jangkar" Inflasi di Tengah Pelemahan Rupiah

Whats New
Menpan-RB: ASN yang Pindah ke IKN Bakal Diseleksi Ketat

Menpan-RB: ASN yang Pindah ke IKN Bakal Diseleksi Ketat

Whats New
Lebaran 2024, KAI Sebut 'Suite Class Compartment' dan 'Luxury'  Laris Manis

Lebaran 2024, KAI Sebut "Suite Class Compartment" dan "Luxury" Laris Manis

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com