Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Reli Wall Street Terhenti, Nasdaq Turun dari Level Tertinggi Sepanjang Masa

Kompas.com - 05/03/2024, 07:41 WIB
Kiki Safitri,
Erlangga Djumena

Tim Redaksi

Sumber CNBC

NEW YORK, KOMPAS.com - Bursa Efek New York Amerika Serikat atau Wall Street berakhir di zona merah pada penutupan perdagangan Senin (4/3/2023) waktu setempat atau Selasa pagi WIB.

Indeks S&P 500 dan Nasdaq turun dari level tertinggi sepanjang masa, meskipun ada sekelompok saham teknologi yang menguat terkait dengan booming kecerdasan buatan.

Indeks S&P 500 ditutup turun 0,12 persen menjadi 5.130,95. Nasdaq melemah 0,41 persen menjadi 16.207,51. Dow Jones Industrial Average (DJIA) kehilangan 97,55 poin, atau 0,25 persen, menjadi berakhir pada level 38.989,83.

Baca juga: Astra International Bakal Tebar Dividen Final Rp 421 Per Saham

Saham Apple turun 2,5 persen setelah terkena denda antimonopoli Uni Eropa hampir 2 miliar dollar AS. Saham Tesla turun lebih dari 7 persen setelah mengumumkan diskon harga dan insentif baru akhir pekan lalu.

Sementara saham Nvidia yang fokus pada bisnis AI naik 3 persen. Saham Super Micro Computer melonjak 18 persen setelah mengumumkan akan bergabung dengan S&P 500 akhir bulan ini. Sejumlah saham yang berfokus pada bitcoin termasuk Microstrategy dan Coinbase juga mencatatkan keuntungan yang cukup besar ketika aset kriptomendekati level tertinggi sepanjang masa pada tahun 2021.

Di luar teknologi, saham Ford naik lebih dari 2 persen didukung oleh data penjualan yang kuat. Saham Macy's melonjak lebih dari 13 persen setelah Arkhouse Management dan Brigade Capital Management meningkatkan tawaran mereka untuk department store tersebut.

Saham JetBlue naik lebih dari 4 persen, sementara Spirit Airlines anjlok lebih dari 10 persen. Maskapai penerbangan tersebut mengatakan pada hari Senin bahwa mereka akan mengakhiri rencana penggabungan, beberapa minggu setelah kalah dalam gugatan antimonopoli federal yang membahayakan kesepakatan senilai 3,8 miliar dollar AS.

Pelemahan terjadi setelah saham-saham di Wall Street menguat selama beberapa minggu terakhir, dipicu oleh euforia yang berfokus pada AI.  Hal itu mendorong Nasdaq mencetak level tertinggi sepanjang masa pada hari Jumat, memecahkan rekor tahun 2021 dan menjadi indeks saham utama terakhir yang mencapai rekor penutupan tahun ini.

“Investor bertanya-tanya, haruskah kita mengambil keuntungan pada saat ini, atau hanya bertahan saja?” kata kepala strategi investasi CFRA Research Sam Stovall mengutip CNBC.

"Dengan pasar yang sedikit turun, saya cenderung mengatakan bahwa investor hanya berdiam diri dan tidak melakukan apa pun," tambahnya.

Minggu ini, para pedagang akan mencari petunjuk tentang arah suku bunga di masa depan dari Ketua Federal Reserve Jerome Powell. Pemimpin bank sentral tersebut diperkirakan akan menyampaikan pembaruan kebijakan moneter kepada Dewan Perwakilan Rakyat pada hari Rabu dan Senat pada hari Kamis.

Survei Ketenagakerjaan ADP dan data lowongan pekerjaan bulan Januari akan dirilis pada hari Rabu, memberikan wawasan lebih lanjut kepada pelaku pasar mengenai pasar tenaga kerja. Data manufaktur dan nonfarm payrolls untuk bulan Februari juga dijadwalkan rilis pada hari Jumat.

Baca juga: Wall Street Ditutup di Zona Hijau, Nasdaq dan S&P 500 Melesat

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Sumber CNBC
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com