Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kunjungi Pasar Anyar Bogor, Mendag: Harga Cabai dan Beras Sudah Turun

Kompas.com - 18/03/2024, 11:24 WIB
Haryanti Puspa Sari,
Yoga Sukmana

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan atau biasa disapa Zulhas mengunjungi Pasar Anyar, Bogor, Senin (18/3/2024).

Dalam kunjungannya, Zulhas menemukan harga cabai merah keriting Rp 60.000 per kg. Adapun sebelumnya ia menemukan harga cabai naik menjadi Rp 100.000 per kg di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (15/3/2024).

"Harga cabai berapa?" tanya Zulhas kepada salah satu pedagang.

"Sekarang yang ini (cabai merah keriting) Rp 60.000 per kg, Pak," jawab pedagang tersebut.

"Sudah turun, kemarin masih Rp 100.000, baru dua hari sudah turun, saya beli 3 kg, nanti bagiin 1 kg, 1 kg ya," ujar Mendag.

Baca juga: Kunjungi Pasar Anyar Bogor, Mendag Borong Beras, Telur, Daging Ayam, dan Tempe

Kemudian Zulhas menemukan harga bawang merah naik menjadi Rp 35.000 per kg dari hari kemarin sebesar Rp 30.000 per kg.

Lalu ia menghampiri pedagang daging ayam dan menemukan harga daging ayam Rp 40.000 per kg.

"Daging ayam saya beli 10 kg, nanti dibagi-bagi ke ibu-ibu ya," ujarnya.

Zulhas membeli sejumlah bahan pokok (pokok), salah satunya beras. Ia menemukan harga beras turun Rp 1.000 per kg di pasar tersebut.

"Harga beras sekarang bagaimana?," tanya Zulhas kepada pedagang.

"Alhamdulillah mulai turun pak," jawab salah satu pedagang.

Baca juga: Masalah Klasik Harga Cabai Terus-terusan Berulang, Apa Solusi Mendag?

"Ini tolong dicatat mulai turun seribuan kata bapaknya. Ini beras (SPHP) saya beli Rp 600.000," tuturnya.

Terakhir, Zulhas membeli tempe dan daging sapi. Ia menemukan harga daging sapi sebesar Rp 130.000 per kg.

"Daging sapi saya beli 7 kg," ucap dia.

Baca juga: Di Pasar Kramat Jati, Mendag Temukan Harga Beras Lokal Naik Jadi Rp 95.000 Per 5 Kg

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Investor Khawatir APBN Prabowo, Menko Airlangga: Jangan Mendiskreditkan, Indonesia dalam Situasi Bagus

Investor Khawatir APBN Prabowo, Menko Airlangga: Jangan Mendiskreditkan, Indonesia dalam Situasi Bagus

Whats New
Tahun Ini, Sedekah Kurban BPKH Ambil Tema Berkelanjutan dan Sasar Daerah Terpencil

Tahun Ini, Sedekah Kurban BPKH Ambil Tema Berkelanjutan dan Sasar Daerah Terpencil

Whats New
KAI Buka Rekrutmen Pegawai dari Jenjang SMA hingga S1, Ini Formasinya

KAI Buka Rekrutmen Pegawai dari Jenjang SMA hingga S1, Ini Formasinya

Whats New
Mendag Lepas Ekspor Produk Baja ke Australia, Kanada, dan Puerto Riko

Mendag Lepas Ekspor Produk Baja ke Australia, Kanada, dan Puerto Riko

Whats New
3 Cara Mengatasi ATM BRI Terblokir tapi Masih Ingat PIN

3 Cara Mengatasi ATM BRI Terblokir tapi Masih Ingat PIN

Spend Smart
Buka Kantor di Jakarta, Perusahaan Global Vertiv Sasar Pasar Data Center Indonesia

Buka Kantor di Jakarta, Perusahaan Global Vertiv Sasar Pasar Data Center Indonesia

Whats New
Ketahui, Definisi Politik Kantor dan Contohnya

Ketahui, Definisi Politik Kantor dan Contohnya

Work Smart
Akselerasi Digitalisasi Bisnis di Indonesia, Mekari Akuisisi Jojonomic

Akselerasi Digitalisasi Bisnis di Indonesia, Mekari Akuisisi Jojonomic

Whats New
Jemaah Haji Dilarang Bawa Zamzam di Koper, Dendanya Capai Rp 25 Juta

Jemaah Haji Dilarang Bawa Zamzam di Koper, Dendanya Capai Rp 25 Juta

Whats New
Soal Akusisi Sumber Beras di Kamboja, Bos Bulog Jamin Tak Ganggu Penggilingan Padi Domestik

Soal Akusisi Sumber Beras di Kamboja, Bos Bulog Jamin Tak Ganggu Penggilingan Padi Domestik

Whats New
Bank Jago: Peran Nasabah Penting untuk Hindari Kebocoran Data

Bank Jago: Peran Nasabah Penting untuk Hindari Kebocoran Data

Whats New
APJAJI Keluhkan Tarif Batas Tas Tiket Pesawat Tak Kunjung Direvisi, Maskapai Bisa Bangkrut

APJAJI Keluhkan Tarif Batas Tas Tiket Pesawat Tak Kunjung Direvisi, Maskapai Bisa Bangkrut

Whats New
Bakal Jalankan Program Penjaminan Polis, LPS: Tugas Berat

Bakal Jalankan Program Penjaminan Polis, LPS: Tugas Berat

Whats New
Menperin Sebut Dumping Jadi Salah Satu Penyebab PHK di Industri Tekstil

Menperin Sebut Dumping Jadi Salah Satu Penyebab PHK di Industri Tekstil

Whats New
Data Terbaru Uang Beredar di Indonesia, Hampir Tembus Rp 9.000 Triliun

Data Terbaru Uang Beredar di Indonesia, Hampir Tembus Rp 9.000 Triliun

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com