Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Gantikan Kapal Tua Berusia 30 Tahun, Pelni Bakal Beli 5 Kapal Baru

Kompas.com - 21/03/2024, 12:13 WIB
Isna Rifka Sri Rahayu,
Erlangga Djumena

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni akan membeli lima kapal penumpang baru menggunakan suntikan dana dari Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 5,5 triliun.

Direktur Utama Pelni Tri Andayani merincikan, pengadaan lima kapal itu akan dilakukan menggunakan PMN 2024 sebesar Rp 3 triliun dan PMN 2025 sebesar Rp 2,5 triliun.

"Terkait dengan persetujuan yang diberikan oleh Komisi VI DPR kemarin sore kepada Pak Menteri, salah satunya adalah usulan pembelian kapal multiyears untuk 2024-2025," ujarnya saat konferensi pers di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (20/3/2024).

Sebagai informasi, Pelni menganggarkan pengadaan kapal penumpang inii dengan harga Rp 1,5 triliun per unit.

Baca juga: Pelni Prediksi Jumlah Pemudik Tahun Ini Bakal Turun

Dia mengungkapkan, pengadaan kapal baru ini untuk menggantikan kapal-kapal yang sudah berusia lebih dari 30 tahun. Artinya, penggunaan PMN ini tidak menambah jumlah armada Pelni.

Adapun per 2023 terdapat 12 kapal yang berusia tua dari total 26 kapal Pelni.

"Ini sifatnya adalah replacement. Replacement artinya dari 5 kapal (baru) ini nanti akan menggantikan 5 kapal (lama) yang usianya paling tua urutan 1 sampai 5 dan ini memang sudah kami kaji," ucapnya.

Dengan adanya 5 kapal baru yang rencananya dipesan pada 2024-2025, maka masih ada 7 kapal tua yang perlu diganti dengan kapal baru. Dia berharap, 7 kapal sisanya dapat diganti kapal baru secara bertahap mulai 2026.

"Dalam aspek keselamatan dan kenyamanan penumpang tentu kami berharap ini akan multiyears lagi berikutnya di 2026, 2027, 2028. Bahkan tidak hanya sekedar replace tetapi menambah jumlah kapal," ucapnya.

Dia mengungkapkan, untuk pembelian kapal baru ini tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat. Setidaknya akan membutuhkan waktu sekitar 2-3 tahun sampai kapal bisa didatangkan. Sementara saat ini PMN masih dalam proses pengajuan.

"Kita kan juga sama-sama tahu ya masih berproses dalam hal pengajuan PMN-nya. Kemudian nanti tahap selanjutnya adalah kita melakukan desain kapal. Kemudian setelah itu baru dari desain kapal itu kan kita bisa melihat atau kita bisa melakukan baru kita melaksanakan tender," tuturnya.

Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengusulkan sebanyak 16 perusahaan pelat merah mendapatkan PMN senilai Rp 44,24 triliun di 2025.

Meskipun masa jabatannya berakhir pada Oktober 2024 mendatang, Erick bilang pengajuan untuk 2025 diperlukan untuk keberlanjutan proyek penugasan dan penyehatan sejumlah BUMN.

"Kami memberanikan diri mengusulkan untuk PMN 2025 supaya keberlanjutan dari program yang sedang kita dorong ini, sudah bisa di data sejak tahun ini untuk tahun depannya sendiri," ujar Erick saat rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI, Jakarta, Selasa (19/3/2024).

Adapun salah satu BUMN yang diusulkan mendapatkan PMN ialah PT Pelni (Persero) yakni sebesar Rp 2,5 triliun untuk pengadaan kapal baru.

Baca juga: PT Pelni Bakal Operasikan 56 Kapal untuk Layani Pemudik Selama Angkutan Lebaran 2024

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Konser Taylor Swift Disebut Bisa Bikin Bank Sentral Inggris Tunda Pangkas Suku Bunga

Konser Taylor Swift Disebut Bisa Bikin Bank Sentral Inggris Tunda Pangkas Suku Bunga

Whats New
Cara Beli Token Listrik dan Bayar Listrik PLN via Livin’ by Mandiri

Cara Beli Token Listrik dan Bayar Listrik PLN via Livin’ by Mandiri

Spend Smart
5 Tren Digitalisasi Rantai Pasok Perusahaan untuk Genjot Pendapatan

5 Tren Digitalisasi Rantai Pasok Perusahaan untuk Genjot Pendapatan

Work Smart
Cara Mengatasi ATM BRI Terblokir, Bisa lewat HP

Cara Mengatasi ATM BRI Terblokir, Bisa lewat HP

Whats New
Strategi Semen Indonesia Dorong Keberlanjutan Bisnis di Tengah Tantangan 'Oversupply'

Strategi Semen Indonesia Dorong Keberlanjutan Bisnis di Tengah Tantangan "Oversupply"

Whats New
Long Weekend Idul Adha, KAI Operasikan KA Mutiara Timur

Long Weekend Idul Adha, KAI Operasikan KA Mutiara Timur

Whats New
Jadwal Operasional BNI Selama Libur dan Cuti Bersama Idul Adha 2024

Jadwal Operasional BNI Selama Libur dan Cuti Bersama Idul Adha 2024

Whats New
International Expo 2024 Libatkan Investor dari 20 Negara, BSI Bidik Transaksi Rp 1 Triliun

International Expo 2024 Libatkan Investor dari 20 Negara, BSI Bidik Transaksi Rp 1 Triliun

Whats New
Soal Tokopedia PHK Karyawan, GoTo Sebut Bukan Pemegang Saham Mayoritas

Soal Tokopedia PHK Karyawan, GoTo Sebut Bukan Pemegang Saham Mayoritas

Whats New
50 Persen Kebutuhan Listrik di Ambon Dipasok dari Pembangkit Apung PLN IP

50 Persen Kebutuhan Listrik di Ambon Dipasok dari Pembangkit Apung PLN IP

Whats New
Tungku Smelter Morowali Semburkan Uap Panas, 2 Pekerja Terluka

Tungku Smelter Morowali Semburkan Uap Panas, 2 Pekerja Terluka

Whats New
Mulai 18 Juni, 2 Kereta Ekonomi Ini Pakai Rangkaian New Generation

Mulai 18 Juni, 2 Kereta Ekonomi Ini Pakai Rangkaian New Generation

Whats New
Daftar UMK Kota Bandung 2024 dan 26 Daerah Lain di Jawa Barat

Daftar UMK Kota Bandung 2024 dan 26 Daerah Lain di Jawa Barat

Work Smart
KAI Services Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan SMA/SMK, Simak Persyaratannya

KAI Services Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan SMA/SMK, Simak Persyaratannya

Work Smart
SBSN, SUN, dan SBN, Apa Bedanya?

SBSN, SUN, dan SBN, Apa Bedanya?

Work Smart
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com