Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kenaikan PPN 12 Persen Berpotensi Gerus Pertumbuhan Ekonomi

Kompas.com - 21/03/2024, 11:11 WIB
Rully R. Ramli,
Erlangga Djumena

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Rencana pemerintah untuk menaikkan tarif pajak pertambahan nilai (PPN) menjadi 12 persen pada 2025 dinilai berpotensi menjadi pukulan bagi perekonomian nasional.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Abdul Manap Pulungan mengatakan, kenaikan tarif PPN bakal berdampak terhadap seluruh komponen pembentuk produk domestik bruto (PDB) nasional.

Mulai dari roda utama pertumbuhan ekonomi nasional, yakni konsumsi rumah tangga, yang dihitung bisa turun laju pertumbuhannya sebesar 0,26 persen akibat tekanan dari penurunan daya beli masyarakat.

Baca juga: Memburu Penerimaan Negara Tanpa Menaikkan PPN

"Secara makro, kenaikan PPN akan menyebabkan penurunan daya beli di tengah inflasi pangan yang relatif tinggi," ujar Abdul, dalam diskusi virtual, dikutip Kamis (21/3/2024).

Perlambatan laju pertumbuhan lebih signifikan bakal dirasakan oleh agregat ekspor, di mana Abdul memproyeksi, kenaikan tarif PPN akan membuat sumber pertumbuhan ekonomi tersebut turun hingga 1,41 persen.

Penurunan kinerja ekspor itu berpotensi terjadi akibat daya saing pelaku industri yang menurun seiring dengan meningkatnya biaya produksi pasca kenaikan tarif PPN.

Dengan melihat perhitungan-perhitungan tersebut, maka kenaikan tarif PPN berpotensi menggerus laju pertumbuhan ekonomi hingga 0,17 persen setiap tahunnya.

"Jadi kalau ekonomi kita secara business as usual tumbuh 5 persen gara-gara kenaikan PPN jadi 12 persen, maka pertumbuhan ekonomi berkuran 0,17 persen, pertumbuhan ekonomi cuma 4,83 persen," tutur Abdul.

Melihat potensi perlambatan pertumbuhan ekonomi tersebut, Abdul merekomendasikan kepada pemerintah untuk mengkaji ulang wacana kenaikan tarif PPN, dengan mempertimbangkan opsi lalin untuk mendongkrak penerimaan negara.

"Saya sepakat pemerintah mengoptimalkan penerimaan negara, tetapi juga harus mengedepankan prinsip keberlanjutan, keadilan, dan memperhatikan masyarkaat dengan golongan ekonomi menengah ke bawah," ucapnya.

Sebagai informasi, pemerintah memberikan sinyal untuk melakukan penyesuaian tarif PPN dari 11 persen menjadi 12 persen pada tahun depan.

Kenaikan tarif itu diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (HPP).

Baca juga: Menyoal Polemik Kenaikan PPN 12 Persen

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Adira Finance Bidik 3.000 Pesanan Kendaraan di Jakarta Fair Kemayoran 2024

Adira Finance Bidik 3.000 Pesanan Kendaraan di Jakarta Fair Kemayoran 2024

Whats New
BTN Tebar Promo Serba Rp 497 untuk Transaksi Pakai QRIS di Jakarta International Marathon

BTN Tebar Promo Serba Rp 497 untuk Transaksi Pakai QRIS di Jakarta International Marathon

Whats New
BRI Insurance Raih Penghargaan Pertumbuhan Premi Sesi 2023 Terbesar

BRI Insurance Raih Penghargaan Pertumbuhan Premi Sesi 2023 Terbesar

Whats New
Luncurkan Impact Report 2023, KoinWorks Perkuat Ekosistem Pembiayan Eksklusif dan Dukung UMKM Naik Kelas

Luncurkan Impact Report 2023, KoinWorks Perkuat Ekosistem Pembiayan Eksklusif dan Dukung UMKM Naik Kelas

Whats New
AI Diprediksi Akan 10.000 Kali Lebih Pintar dari Manusia

AI Diprediksi Akan 10.000 Kali Lebih Pintar dari Manusia

Whats New
IHSG Sepekan Tumbuh 2,16 Persen, Kapitalisasi Pasar Saham Jadi Rp 11.719 Triliun

IHSG Sepekan Tumbuh 2,16 Persen, Kapitalisasi Pasar Saham Jadi Rp 11.719 Triliun

Whats New
InJourney Targetkan Merger Angkasa Pura I dan II Rampung Juli 2024

InJourney Targetkan Merger Angkasa Pura I dan II Rampung Juli 2024

Whats New
Ingin Ikut Berkurban? Ini Tips Menyiapkan Dana Membeli Hewan Kurban

Ingin Ikut Berkurban? Ini Tips Menyiapkan Dana Membeli Hewan Kurban

Work Smart
Landasan Pacu Bandara IKN Sudah Memasuki Tahap Pengaspalan

Landasan Pacu Bandara IKN Sudah Memasuki Tahap Pengaspalan

Whats New
Shopee Live Dorong Pertumbuhan UMKM dan Jenama Lokal Lebih dari 13 Kali Lipat

Shopee Live Dorong Pertumbuhan UMKM dan Jenama Lokal Lebih dari 13 Kali Lipat

Whats New
Erick Thohir Pastikan Sirkuit Mandalika Bukan Proyek Mangkrak

Erick Thohir Pastikan Sirkuit Mandalika Bukan Proyek Mangkrak

Whats New
Jalin dan VJI Perkuat Infrastruktur Sistem Pembayaran untuk UMKM Mitra Bukalapak

Jalin dan VJI Perkuat Infrastruktur Sistem Pembayaran untuk UMKM Mitra Bukalapak

Whats New
Berkat Transformasi Bisnis, PLN Jadi Perusahaan Utilitas Terbaik Versi Fortune 500 Asia Tenggara

Berkat Transformasi Bisnis, PLN Jadi Perusahaan Utilitas Terbaik Versi Fortune 500 Asia Tenggara

Whats New
Sistem Imigrasi Alami Gangguan, Penerbangan Garuda Indonesia Terdampak

Sistem Imigrasi Alami Gangguan, Penerbangan Garuda Indonesia Terdampak

Whats New
Dorong Ekspor Nonmigas, Mendag Lepas 8 Kontainer Baja Lapis Tata Metal ke 3 Negara

Dorong Ekspor Nonmigas, Mendag Lepas 8 Kontainer Baja Lapis Tata Metal ke 3 Negara

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com