Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pembelian Tiket Kereta Lebaran 2024 Masih di Bawah Tahun Lalu, Kemenhub: Masyarakat Banyak Pilihan Lain

Kompas.com - 03/04/2024, 19:38 WIB
Isna Rifka Sri Rahayu,
Erlangga Djumena

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyebut realisasi tiket kereta api periode Lebaran 2024 menurun jika dibandingkan dengan Lebaran 2023.

Berdasarkan data yang dihimpun Posko Angkutan Lebaran 2024 pada Rabu (3/4/2024), secara keseluruhan realisasi penumpang kereta api antarkota selama 3-18 April 2024 belum menyentuh angka realisasi penumpang pada Lebaran 2023.

Hanya pada H-5 Lebaran atau 5 April 2024 saja yang realisasinya sama-sama di angka 140.329 penumpang. Meski demikian, angka itu masih jauh dari prediksi volume penumpang yang sebanyak 202.634 penumpang dan kapasitas tempat duduk sebanyak 236.832 penumpang.

Baca juga: Menhub Sebut Tidak Ada Harga Tiket Pesawat yang Lampaui Tarif Batas Atas

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Risal Wasal mengatakan, pada pekan ini sudah mulai terjadi tren kenaikan pembelian tiket kereta api. Namun realisasinya masih di bawah penjualan tiket Lebaran 2023.

Misalnya pada hari ini atau H-7 Lebaran, realisasi penjualan tiket baru 91.248 penumpang. Turun jika dibandingkan realiasasi H-7 Lebaran 2023 yang mencapai 149.132 penumpang.

"(Tren pembelian tiket kereta api) sudah mulai naik. Tapi masih turun dibandingkan 2023. Ini masih sementara dan bergerak terus," ujarnya saat ditemui di Posko Pusat Angkutan Lebaran 2023, Jakarta, Rabu (3/4/2024).

Dia menampik penurunan realisasi penumpang disebabkan oleh harga tiket kereta api yang mahal. Sebab, besaran harga tiket tergantung dari kelas pelayanan yang didapatkan.

"Enggak ah, kan mahal itu yang pelayanan beda ya. Itu kan jadi pilihan. Operator kan punya kebijakan dengan pelayanannya. Begitu pelayanannya enak kan juga mahal," jelasnya.

Menurut dia, penurunan realisasi penumpang pada Lebaran 2024 ini kemungkinan karena masyarakat lebih memilih mudik menggunakan moda transportasi lain.

"Apakah sudah banyak punya mobil. Hari ini ada tol banyak juga. Bus kapasitasnya juga tambah dan mereka banyak pilihan yang mudah dan murah," tuturnya.

Pemudik sampai di Stasiun Tawang Semarang Bank Jateng pada Senin (9/5/2022). KOMPAS.COM/Muchamad Dafi Yusuf Pemudik sampai di Stasiun Tawang Semarang Bank Jateng pada Senin (9/5/2022). 
Baca juga: Pemesanan Tiket KA Tambahan Lebaran Tahap Kedua Dibuka, Simak Rute dan Jadwalnya

Sebagai informasi, sepanjang 2023, panjang jalan tol di Indonesia semakin bertambah dengan dioperasikannya ruas-ruas baru.

Hal itu pernah disampaikan Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR, Hedy Rahadian saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi V DPR RI pada Selasa (24/01/2023). "

"Ditargetkan pembangunan jalan tol sepanjang 509,01 kilometer (selesai dan beroperasi) pada tahun 2023, dan 385,5 kilometer pada tahun 2024," jelasnya dikutip dari kanal Youtube Komisi V DPR RI.

Setidaknya ada 16 ruas tol yang dioperasikan pada 2023 dengan panjang 217,77 kilometer, di antaranya jalan tol Semarang-Demak Seksi 2, tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu Seksi 2A, hingga tol Cisumdawu Seksi 4-6.

Sementara pada 2024, pemerintah menargetkan 30 ruas jalan tol dengan total panjang 894,5 kilometer akan beroperasi.

Baca juga: Cegah Calo, KCIC Bakal Terapkan Pengecekan Tiket Kereta Cepat Whoosh

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com