Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mulai April 2024, Whoosh Punya Kereta Makan

Kompas.com - 08/04/2024, 16:00 WIB
Agustinus Rangga Respati,
Aprillia Ika

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - PT KCIC selaku operator Kereta Cepat Whoosh menyediakan kereta makan untuk penumpang. KCIC bekerja sama dengan Indomaret untuk menyediakan berbagai pilihan makanan dan minuman selama dalam perjalanan.

General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa menjelaskan, layanan ini adalah bagian dari peningkatan layanan yang KCIC hadirkan dalam menyambut musim angkutan Lebaran 2024.

"Mulai April 2024 ini, Kereta Makan pada seluruh perjalanan Whoosh sudah dapat digunakan dan dinikmati para penumpang. Layanan ini akan memberikan pengalaman baru kepada penumpang yang ingin berbelanja serta menikmati makanan dan minuman di kecepatan 350 km/h," ujar Eva dalam keterangan resmi, Senin (8/4/2024).

Ia menambahkan, penumpang dapat langsung menuju kereta nomor 5 atau kereta tengah pada rangkaian Whoosh untuk berbelanja. Terdapat 2 petugas yang siap melayani dan membantu penumpang mendapatkan barang yang diinginkan.

Baca juga: Akses Stasiun Whoosh Halim Semakin Mudah, Bisa lewat Tol Cikampek

Kereta makan Whoosh menyediakan berbagai makanan berat dan ringan serta minuman hangat dan dingin yang dapat dinikmati penumpang. Tidak hanya makanan, penumpang juga dapat membeli berbagai kebutuhan lainnya seperti obat-obatan, tissue, dan kebutuhan pribadi lainnya.

Adapun, untuk melihat seluruh barang yang disediakan, terdapat buku menu yang dapat dibaca oleh penumpang di setiap kantong kursi kereta.

"Saat ini, transaksi di kereta makan baru dapat dilakukan secara tunai," imbuh dia.

Baca juga: Lebaran 2024, KCIC Tambah 12 Perjalanan Kereta Cepat Whoosh


Ke depan, layanan pembayaran non tunai akan dikembangkan oleh KCIC bersama mitra pengelola kereta makan. Tidak hanya itu, Eva bilang, berbagai menu sajian lainnya juga akan dihadirkan menyesuaikan dengan berbagai masukan penumpang.

"KCIC berharap hadirnya kereta makan ini akan membuat perjalanan penumpang akan semakin nyaman. Semoga inovasi kereta makan ini dapat memenuhi dan melengkapi kebutuhan makanan dan minuman dengan lebih nyaman dan praktis," tutup Eva.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

BEI: 38 Perusahaan Antre IPO, 8 di Antaranya Punya Aset di Atas Rp 250 Miliar

BEI: 38 Perusahaan Antre IPO, 8 di Antaranya Punya Aset di Atas Rp 250 Miliar

Whats New
KAI Services Buka Lowongan Kerja hingga 25 Mei 2024, Simak Kualifikasinya

KAI Services Buka Lowongan Kerja hingga 25 Mei 2024, Simak Kualifikasinya

Work Smart
Anggaran Pendidikan di APBN Pertama Prabowo Capai Rp 741,7 Triliun, Ada Program Perbaikan Gizi Anak Sekolah

Anggaran Pendidikan di APBN Pertama Prabowo Capai Rp 741,7 Triliun, Ada Program Perbaikan Gizi Anak Sekolah

Whats New
Bantah Menkeu soal Penumpukan Kontainer, Kemenperin: Sejak Ada 'Pertek' Tak Ada Keluhan yang Masuk

Bantah Menkeu soal Penumpukan Kontainer, Kemenperin: Sejak Ada "Pertek" Tak Ada Keluhan yang Masuk

Whats New
Tidak Ada 'Black Box', KNKT Investigasi Badan Pesawat yang Jatuh di BSD

Tidak Ada "Black Box", KNKT Investigasi Badan Pesawat yang Jatuh di BSD

Whats New
Investasi Rp 10 Miliar, Emiten Perhotelan KDTN Siap Ekspansi Bisnis Hotel Rest Area

Investasi Rp 10 Miliar, Emiten Perhotelan KDTN Siap Ekspansi Bisnis Hotel Rest Area

Whats New
Gandeng Binawan, RSUP dr Kariadi Tingkatkan Keterampilan Kerja Tenaga Kesehatan

Gandeng Binawan, RSUP dr Kariadi Tingkatkan Keterampilan Kerja Tenaga Kesehatan

Whats New
Stok Beras Pemerintah Capai 1,85 Juta Ton

Stok Beras Pemerintah Capai 1,85 Juta Ton

Whats New
Luncurkan Starlink di Indonesia, Elon Musk Sebut Ada Kemungkinan Investasi Lainnya

Luncurkan Starlink di Indonesia, Elon Musk Sebut Ada Kemungkinan Investasi Lainnya

Whats New
Lahan Kering di RI Besar, Berpotensi Jadi Hutan Tanaman Energi Penghasil Biomassa

Lahan Kering di RI Besar, Berpotensi Jadi Hutan Tanaman Energi Penghasil Biomassa

Whats New
Riset IOH dan Twimbit Soroti Potensi Pertumbuhan Ekonomi RI Lewat Teknologi AI

Riset IOH dan Twimbit Soroti Potensi Pertumbuhan Ekonomi RI Lewat Teknologi AI

Whats New
Cara Cek Penerima Bansos 2024 di DTKS Kemensos

Cara Cek Penerima Bansos 2024 di DTKS Kemensos

Whats New
IHSG Melemah 50,5 Poin, Rupiah Turun ke Level Rp 15.978

IHSG Melemah 50,5 Poin, Rupiah Turun ke Level Rp 15.978

Whats New
Dari Hulu ke Hilir, Begini Upaya HM Sampoerna Kembangkan SDM di Indonesia

Dari Hulu ke Hilir, Begini Upaya HM Sampoerna Kembangkan SDM di Indonesia

Whats New
Disebut Jadi Penyebab Kontainer Tertahan di Pelabuhan, Ini Penjelasan Kemenperin

Disebut Jadi Penyebab Kontainer Tertahan di Pelabuhan, Ini Penjelasan Kemenperin

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com