Salin Artikel

Ini 3 Hal Penting yang Harus Diperhatikan Sebelum Mulai Investasi

"Sebelum beranjak memilih investasi yang tepat, fondasi keuangan kita harus kokoh. Apa itu fondasi keuangan? yaitu memiliki dana cadangan atau dana darurat, asuransi, dan manajemen utang," kata Farah Dini Novita kepada Kompas.com, Jumat (5/4/2019).

1. Dana Darurat.

Menurut Farah, dasar financial planning dari tahun ke tahun tidak akan pernah berubah. Memiliki dana darurat merupakan salah satu dasar yang harus dimiliki oleh semua orang sebelum memulai investasi.

"Kita harus punya dana darurat. Dana darurat itu yang liquid, ada banyak bentuknya. Ada tabungan dan deposito. Jadi kalau kamu nantinya kenapa-napa, ada uang yang bisa digunakan. Sekarang coba dihitung, kalau kita tiba-tiba kehilangan penghasilan, dana di tabungan sudah cukup untuk bertahan hidup berapa lama?" ucap Farah.

Farah mengatakan, dana darurat harus menjadi prioritas utama sebelum investasi. Sifat investasi yang naik turun membuat orang tidak pernah tahu kapan dana yang diinvestasikan merangkak naik. Bila suatu saat investasi tersebut turun dan Anda tidak memiliki dana darurat, yang Anda bisa lakukan hanya berutang dan menjual aset.

"Jual aset kalau lagi butuh berapa? Pasti dijual di harga rendah. Makanya itu penting punya cash, bertahun-tahun prinsipnya sama, dana darurat dulu baru mulai investasi," ucap Farah.

2. Asuransi

Setelah dana darurat, yang harus diperhatikan berikutnya adalah asuransi. Dana dari tabungan asuransi dapat membantu jika sewaktu-waktu terjadi hal yang tidak diinginkan.

"Harus punya asuransi juga. kalau jadi kepala rumah tangga, punya tabungan, dan punya penghasilan, berarti harus ada asuransi jiwa. Jadi kalau misalnya ada masalah di salah satu anggota, semua anggota tidak terdampak krisis finansial," kata Farah.

Menurut Farah, percuma memiliki banyak tabungan namun tidak membuat asuransi. Tabungan tersebut bisa habis dan tidak bersisa sedikit pun bila tiba-tiba ada anggota keluarga yang sakit kronis.

3. Manajemen Utang

Masalah utang juga harus dipertimbangkan sebelum memulai investasi. Menurut Farah, pilihlah utang produktif bila ingin berutang. Bukan utang konsumtif untuk membeli barang yang tidak bisa dijual kembali. Sekalipun bisa dijual, harganya akan turun drastis.

"Manajamen utang yang sehat, ya. Kita boleh berutang tapi make sure utang itu produktif. Utang yang produktif adalah utang yang kalau misalnya kamu beli aset, seiring waktu malah menghasilkan. Bukan utang yang barangnya habis kamu beli, harganya langsung drop," saran Farah.

https://money.kompas.com/read/2019/04/09/200300326/ini-3-hal-penting-yang-harus-diperhatikan-sebelum-mulai-investasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sudah Dinanti Para Pekerja, Kapan SBU 2022 Cair?

Sudah Dinanti Para Pekerja, Kapan SBU 2022 Cair?

Whats New
Waskita Karya Kantongi Rp 3,28 Triliun dari Penerbitan Obligasi dan Sukuk, untuk Apa Saja?

Waskita Karya Kantongi Rp 3,28 Triliun dari Penerbitan Obligasi dan Sukuk, untuk Apa Saja?

Whats New
Harga Ikan Lele dan Cabai Naik, Cek Harga Pangan Hari Ini

Harga Ikan Lele dan Cabai Naik, Cek Harga Pangan Hari Ini

Spend Smart
ILO: Transisi Energi Bakal Ciptakan 5 Juta Lapangan Pekerjaan

ILO: Transisi Energi Bakal Ciptakan 5 Juta Lapangan Pekerjaan

Whats New
Krakatau Steel Tandatangani Kerja Sama Pengembangan Pabrik 'Blast Furnace'

Krakatau Steel Tandatangani Kerja Sama Pengembangan Pabrik "Blast Furnace"

Whats New
Likuiditas Melimpah, Suku Bunga Kredit Belum Akan Naik Signifikan

Likuiditas Melimpah, Suku Bunga Kredit Belum Akan Naik Signifikan

Whats New
PNBP Perikanan Tangkap Terus Meningkat, Kini Capai Rp 512,38 Miliar

PNBP Perikanan Tangkap Terus Meningkat, Kini Capai Rp 512,38 Miliar

Whats New
Semangat Kerja di Usia Senja, Driver Ojol ini Masih Giat Ngaspal

Semangat Kerja di Usia Senja, Driver Ojol ini Masih Giat Ngaspal

Earn Smart
Deteksi Wabah PMK, Kementan Minta Pemda Optimalkan Puskeswan

Deteksi Wabah PMK, Kementan Minta Pemda Optimalkan Puskeswan

Whats New
Netflix Bakal Pasang Iklan, Apa Pengaruhnya pada Jumlah Pelanggan?

Netflix Bakal Pasang Iklan, Apa Pengaruhnya pada Jumlah Pelanggan?

Spend Smart
OJK: Kinerja Intermediasi Lembaga Keuangan Terus Meningkat

OJK: Kinerja Intermediasi Lembaga Keuangan Terus Meningkat

Whats New
Dalam Gelaran WEF 2022, Bos GoTo Tekankan Pentingnya Inklusi Digital dalam Mengatasi Kesenjangan Ekonomi

Dalam Gelaran WEF 2022, Bos GoTo Tekankan Pentingnya Inklusi Digital dalam Mengatasi Kesenjangan Ekonomi

Whats New
Cegah Penyebaran Penyakit PMK, Kementan Perketat Pengawasan Hewan Kurban

Cegah Penyebaran Penyakit PMK, Kementan Perketat Pengawasan Hewan Kurban

Whats New
MCAS Group Gandeng PT Pos Indonesia Kembangkan Fitur Kendaraan Listrik di Aplikasi Pospay

MCAS Group Gandeng PT Pos Indonesia Kembangkan Fitur Kendaraan Listrik di Aplikasi Pospay

Whats New
Askrindo Jadi Mitra Asuransi Resmi Java Jazz Festival 2022

Askrindo Jadi Mitra Asuransi Resmi Java Jazz Festival 2022

Whats New
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.