Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Konsep Korporatisasi Bakal Ubah UMKM Perorangan Jadi Sharing Bisnis

"Dalam ratas yang dipimpin Bapak Presiden, beliau tegas menyatakan, kegiatan basis UMKM harus dalam bentuk korporasi, jadi korporatisasi dari UMKM," kata Agus seusai bertemu dengan Menteri Kooperasi dan UMKM Teten Masduki di Kantor Kemenkop, Jakarta Selatan, Selasa (17/12/2019).

Dalam kesempatan itu, Teten menyebutkan, dengan melakukan korporatisasi maka UMKM akan naik kelas. Sebab, UMKM juga harus berkembang menjadi sebuah bisnis dan tidak selamanya terus menjadi UMKM.

"Sejalan dengan korporatisasi, di situlah UMKM sebenarnya bisa tumbuh menjadi bisnis produktif. Tidak juga hanya menjadi UMKM dan seterusnya, tapi secara bisnis juga naik kelas," jelas Teten.

Selanjutnya, Teten menyebutkan, produk berdaya saing juga menjadi hal penting untuk pengembangan UMKM. Maka dari itu, pengembangan produksi yang dilakukan perorangan akan memakan modal besar dan kurang efisien.

Melalui sistem korporatisasi maka modal bisa ditanggung bersama sekaligus meringankan pengeluaran dan meningkatkan pemasukan.

"Nah, penting produk UMKM itu punya daya saing. Artinya, kualitas produksinya harus ditingkatkan. Kalau UMKM perorangan ini kan enggak mungkin punya peralatan produksi yang modern," ungkap Teten.

Teten menjabarkan, bisnis UMKM yang menggunakan konsep korporatisasi rencananya akan diberikan tempat, yakni di sebuah sharing factory yang mana para UMKM bisa saling bekerja sama dengan fasilitas produksi yang lebih modern.

"Kalau sekarang, industri yang sudah dibina bisa kita bangunkan konsep sharing factory, di mana para UMKM bisa memproduksi di sharing factory atau rumah produksi bersama," ungkap Teten.

Saat ini, pemerintah terus berupaya agar UMKM Indonesia bisa mengahsilkan produk berdaya saing. Maka dari itu, pemerintah terus berupaya menyinergikan program yang dapat diaplikasikan oleh pelaku usaha UMKM.

https://money.kompas.com/read/2019/12/17/160739426/konsep-korporatisasi-bakal-ubah-umkm-perorangan-jadi-sharing-bisnis

Terkini Lainnya

Info Limit Tarik Tunai BCA Sesuai Jenis Kartu ATM Lengkap

Info Limit Tarik Tunai BCA Sesuai Jenis Kartu ATM Lengkap

Spend Smart
3 Cara Tarik Tunai Tanpa Kartu BCA, Penting saat Lupa Bawa di ATM

3 Cara Tarik Tunai Tanpa Kartu BCA, Penting saat Lupa Bawa di ATM

Earn Smart
[POPULER MONEY] Serikat Pekerja Tuntut Naik Upah, Menaker Balik Tuntut Kenaikan Kompetensi | Luhut Janji Microsoft Tak Akan Menyesal Investasi Rp 27,6 Triliun di Indonesia

[POPULER MONEY] Serikat Pekerja Tuntut Naik Upah, Menaker Balik Tuntut Kenaikan Kompetensi | Luhut Janji Microsoft Tak Akan Menyesal Investasi Rp 27,6 Triliun di Indonesia

Whats New
Cara Bayar Tagihan FIF di ATM BCA, BRI, BNI, Mandiri, dan BTN

Cara Bayar Tagihan FIF di ATM BCA, BRI, BNI, Mandiri, dan BTN

Spend Smart
Bank Mandiri Tegaskan Tetap Jadi Pemegang Saham Terbesar BSI

Bank Mandiri Tegaskan Tetap Jadi Pemegang Saham Terbesar BSI

Whats New
Cek Jadwal Pembagian Dividen Astra Otoparts

Cek Jadwal Pembagian Dividen Astra Otoparts

Whats New
Syarat Ganti Kartu ATM Mandiri di CS Machine dan Caranya

Syarat Ganti Kartu ATM Mandiri di CS Machine dan Caranya

Whats New
Status Internasional Bandara Supadio Dihapus, Pengamat: Hanya Jadi 'Feeder' bagi Malaysia dan Singapura

Status Internasional Bandara Supadio Dihapus, Pengamat: Hanya Jadi "Feeder" bagi Malaysia dan Singapura

Whats New
Naik 36 Persen, Laba Bersih Adaro Minerals Capai Rp 1,88 Triliun Sepanjang Kuartal I-2024

Naik 36 Persen, Laba Bersih Adaro Minerals Capai Rp 1,88 Triliun Sepanjang Kuartal I-2024

Whats New
Jokowi Tambah Alokasi Pupuk Subsidi Jadi 9,55 Juta Ton di 2024

Jokowi Tambah Alokasi Pupuk Subsidi Jadi 9,55 Juta Ton di 2024

Whats New
Dampak Erupsi Gunung Ruang, 5 Bandara Masih Ditutup Sementara

Dampak Erupsi Gunung Ruang, 5 Bandara Masih Ditutup Sementara

Whats New
Kadin Gandeng Inggris, Dukung Bisnis Hutan Regeneratif

Kadin Gandeng Inggris, Dukung Bisnis Hutan Regeneratif

Whats New
Harita Nickel Catat Kenaikan Pendapatan 26 Persen pada  Kuartal I 2024

Harita Nickel Catat Kenaikan Pendapatan 26 Persen pada Kuartal I 2024

Whats New
Bappenas Buka Lowongan Kerja hingga 5 Mei 2024, Simak Persyaratannya

Bappenas Buka Lowongan Kerja hingga 5 Mei 2024, Simak Persyaratannya

Work Smart
Wujudkan Visi Indonesia Emas 2045, Kemenko Perekonomian Berupaya Percepat Keanggotaan RI dalam OECD

Wujudkan Visi Indonesia Emas 2045, Kemenko Perekonomian Berupaya Percepat Keanggotaan RI dalam OECD

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke