Salin Artikel

Begini Cara Kelola Uang Saat Pandemi, Bisa Buat Dana Darurat

WFH mungkin saja membuat Anda bosan karena tidak bisa berjalan-jalan melakukan aktifitas di luar rumah. Namun di sisi lain, WFH bisa menghemat biaya transportasi dan waktu yang biasanya terjebak macet saat pergi maupun pulang kerja.

Kendati demikian, kelebihan dana transportasi dan waktu bisa saja membuat Anda kalap untuk sering "ngemil" atau belanja online yang sebenarnya bukan keperluan utama Anda.

Investment Specialist PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI), Dimas Ardhinugraha mengatakan, kelebihan waktu dan dana transportasi harus dikelola dengan baik,

"Pernahkah Anda berpikir, kalau pandemi ini berkepanjangan, apa yang akan terjadi dengan keuangan keluarga Anda, dan bagaimana sebaiknya mengelola penghasilan yang didapat saat ini?," kata Dimas dalam laporannya, Senin (13/4/2020).

Untuk itu, simak cara memanfaatkan dana dan waktu yang berlebihan saat pandemi virus corona masih berlangsung.

1. Bantu orang lain yang membutuhkan

Pandemi vitlrus corona yang terjadi di berbagai belahan dunia telah merenggut nyawa dan telah menghilangkan mata pencaharian serta penghasilan sebagian masyarakat. 

Bagi Anda yang saat ini masih menerima penghasilan utuh, tidak ada salahnya mengulurkan tangan Anda untuk membantu tetangga, teman, kerabat, maupun orang lain yang kesulitan.

Begitu pun donasikan untuk tenaga medis yang berhadapan langsung dengan penanganan COVID-19.

"Donasikan sebagian rezeki Anda untuk membantu mereka. Berapa pun donasi Anda, akan sangat berarti bagi saudara kita dan keluarganya," ujar Dimas.


2. Siapkan dana darurat

Tidak ada yang tahu pasti kapan pandemi ini akan berakhir. Bagi karyawan yang saat ini masih memiliki pekerjaan dan menerima gaji secara utuh, manfaatkan rezeki ini dengan sebaik-baiknya dengan menyiapkan dana darurat.

Dalam kondisi normal, umumnya dana darurat disiapkan untuk menutupi biaya hidup atau pengeluaran selama 3 hingga 6 bulan. Namun dalam kondisi tidak normal seperti wabah virus corona, tidak ada yang tahu sampai kapan ini akan berakhir.

Untuk itu, memprioritaskan dana darurat merupakan salah satu langkah yang bisa Anda lakukan saat krisis masih berlangsung.

"Saya sarankan untuk memprioritaskan dan sesegera mungkin mengisi penuh pos dana darurat," saran Dimas.

Cara menyiapkan dana darurat, antara lain kurangi pengeluaran yang tidak perlu dan siapkan nominal dana darurat lebih besar dibanding kondisi normal. Bila dalam kondisi normal diperlukan setara dengan pengeluaran 3-6 bulan, perbanyak menjadi 6-12 bulan.

"Saya tahu ini terdengar sangat besar dan berat. Apalagi harus disiapkan dalam waktu singkat. Tapi perlu diingat, ini bukan kondisi normal. Jika Anda memiliki dana darurat yang cukup, Anda bisa lebih tenang dalam menghadapi segala ketidakpastian yang mungkin terjadi di depan," kata Dimas menganjurkan.

Sementara itu untuk menyiapkan dana darurat, Anda bisa memanfaatkan beberapa sumber daya, misalnya:

- Maksimalkan dari penghasilan bulanan

Tingkatkan persentase atau porsi dari pendapatan Anda untuk mengisi dana darurat. Misalnya, jika sebelumnya Anda menyisihkan 5-10 persen, kali ini sisihkan 30-40 persen dari penghasilan untuk mengisi pos dana darurat.

Angka tersebut hanya perumpamaan. Sesuaikan dengan kondisi keuangan masing-masing. Untuk menambah porsi pos dana darurat, Anda bisa mengambil dari pos transportasi, pos gaya hidup (makan di luar, nonton bioskop, liburan, kumpul bareng teman), dan lain-lain.

- Manfaatkan THR

Memasuki bulan puasa dan Hari Raya Idul Fitri, tak bisa dipungkiri sebagian dari Anda akan mendapat Tunjangan Hari Raya (THR). Mayoritas dana THR ini bisa dialokasikan untuk mengisi pos darurat.

"Jangan mudik dulu untuk stop penyebaran virus corona. Dana untuk mudik, beli baju baru, atau kue-kue lebaran bisa Anda gunakan untuk memaksimalkan isi pos dana darurat. Rayakan Lebaran secara sederhana," saran Dimas.

3. Manfaatkan reksa dana pasar uang untuk menyimpan dana darurat

Simpan dana darurat di tempat yang aman, mudah dicairkan atau likuid, dan tumbuh atau memberikan potensi imbal hasil.


Dimas menyarankan Anda untuk menyimpan dana darurat di reksa dana pasar uang. Pasalnya reksa dana pasar uang memiliki beberapa kelebihan, antara lain sangat terjangkau (cukup dengan minimal Rp 10.000), likuid, tidak ada biaya masuk dan keluar, bukan objek pajak, dan memiliki potensi imbal hasil yang lebih tinggi dibandingkan tabungan atau deposito.

Sebagai gambaran, saat ini suku bunga deposito sekitar 4,5 persen, belum dipotong beban pajak. Bunga tabungan tentunya lebih kecil daripada bunga deposito.

Sedangkan, reksa dana pasar uang Manulife Dana Kas II memberikan imbal hasil sebesar 6,11 persen net (tidak dipotong pajak) dalam periode 1 tahun (berdasarkan kinerja produk per 7 April 2020).

"Pembukaan rekening dan transaksi reksa dana saat ini juga sudah dapat dilakukan secara online tanpa harus tatap muka," pungkas Dimas.

https://money.kompas.com/read/2020/04/13/161000226/begini-cara-kelola-uang-saat-pandemi-bisa-buat-dana-darurat

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ini Susunan Direksi dan Komisaris PLN Terbaru

Ini Susunan Direksi dan Komisaris PLN Terbaru

Whats New
Masuk Daftar Obligor dan Debitor, Grup Texmaco: Kami Tidak Pernah Dapat BLBI

Masuk Daftar Obligor dan Debitor, Grup Texmaco: Kami Tidak Pernah Dapat BLBI

Rilis
'Tax Amnesty Jilid II' Dimulai 1 Januari 2022, Bagaimana Kesiapan Sistem IT-nya?

"Tax Amnesty Jilid II" Dimulai 1 Januari 2022, Bagaimana Kesiapan Sistem IT-nya?

Whats New
Rupiah dan IHSG Menguat di Sesi I, Asing Borong BBRI, BBCA, dan BBNI

Rupiah dan IHSG Menguat di Sesi I, Asing Borong BBRI, BBCA, dan BBNI

Whats New
Setelah Angkat Dirut Baru, Erick Thohir Rombak Jajaran Direksi PLN

Setelah Angkat Dirut Baru, Erick Thohir Rombak Jajaran Direksi PLN

Whats New
Menko Airlangga: Kemunculan Varian Omicron Bukti Akses Vaksin di Dunia Tak Merata

Menko Airlangga: Kemunculan Varian Omicron Bukti Akses Vaksin di Dunia Tak Merata

Whats New
Sempat Turun, Cadangan Devisa RI Kembali Meningkat Jadi 145,9 Miliar Dollar AS

Sempat Turun, Cadangan Devisa RI Kembali Meningkat Jadi 145,9 Miliar Dollar AS

Rilis
Jadi Presidensi, Ini 3 Fokus Utama RI di KTT G20 Tahun Depan

Jadi Presidensi, Ini 3 Fokus Utama RI di KTT G20 Tahun Depan

Whats New
Gandeng Standard Chartered, Prudential Indonesia Luncurkan 2 Dana Investasi Baru

Gandeng Standard Chartered, Prudential Indonesia Luncurkan 2 Dana Investasi Baru

Whats New
Rangkaian KTT G20 Dimulai Hari Ini, Indonesia Bahas 3 Isu Utama

Rangkaian KTT G20 Dimulai Hari Ini, Indonesia Bahas 3 Isu Utama

Whats New
Soal Pajak Karbon, Anak Buah Sri Mulyani Sebut AS Malu dengan Indonesia...

Soal Pajak Karbon, Anak Buah Sri Mulyani Sebut AS Malu dengan Indonesia...

Whats New
Ini Alasan BEI Tak Suspensi Saham BUKA meski Harga Saham Terus Turun

Ini Alasan BEI Tak Suspensi Saham BUKA meski Harga Saham Terus Turun

Whats New
PPKM Level 3 Serentak Batal, Bagaimana Nasib Ganjil-Genap di Tol 20 Desember-2 Januari di Tol?

PPKM Level 3 Serentak Batal, Bagaimana Nasib Ganjil-Genap di Tol 20 Desember-2 Januari di Tol?

Whats New
Mau Beli Valas? Simak Kurs Rupiah Hari Ini di 5 Bank

Mau Beli Valas? Simak Kurs Rupiah Hari Ini di 5 Bank

Whats New
Naik Rp 1.000 per Gram, Ini Rincian Harga Emas Antam Terbaru

Naik Rp 1.000 per Gram, Ini Rincian Harga Emas Antam Terbaru

Whats New
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.