Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Erick Thohir Mau Bangun Markas Besar BUMN di Luar Negeri

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menargetkan perusahaan plat merah bisa go global di 2021.

Bahkan, Erick menginginkan BUMN membangun markas besar di luar negeri.

Nantinya, markas besar tersebut akan dijadikan kantor bersama oleh perusahaan-perusahaan BUMN.

Dengan begitu, akan semakin mudah memasarkan produk atau jasa perusahaan plat merah di dunia internasional.

“Menyatukan kekuatan BUMN di luar negeri untuk menciptakan efisinesi operasional, kayak Himbara, BUMN Karya sudah ada di luar negeri. Nanti ada suatu kantor atau gedung yang dengan merah putih berkibar, ada tulisan Indonesia Incorporated,” ujar Sekertaris Kementerian BUMN Susyanto dalam diskusi virtual, Rabu (18/11/2020).

Susyanto menambahkan, saat ini sudah ada beberapa BUMN yang memiliki kantor di luar negeri.

Namun, perusahaan-perusahaan tersebut memiliki kantor sendiri-sendiri, tak bergabung satu dengan lainnya.

Berdasarkan data yang dipaparkan, perusahaan plat merah telah memiliki 83 kantor cabang di 26 negera.

Misalnya, kantor cabang BNI dan BRI di New York, Amerika Serikat. Lalu, ada pula Pertamina dan Garuda Indonesia di Singapura.

“Tapi saat ini (kantornya) masih masing-masing dengan logo kecil, enggak ada bendera merah putih Indonesia Incorporated. Nah ini yang pengen kita branded ini BUMN-nya Indonesia. Ini yang pak menteri (Erick Thohir) minta ke direksi (BUMN),” kata Susyanto.

Bahkan, kata Susyanto, dia menargetkan markas besar BUMN di luar negeri bisa terbentuk di tahun 2021 mendatang.

“Jadi kita harap di 2021 sudah berbeda petanya, akan menyatu, mungkin lahannya itu coba jajaki beberapa BUMN beli satu gedung, lalu dishare bersama, nah masing-masing negara kita tentukan BUMN mana yang pimpin di sana (luar negeri),” ungkap dia.

https://money.kompas.com/read/2020/11/18/143716426/erick-thohir-mau-bangun-markas-besar-bumn-di-luar-negeri

Terkini Lainnya

OJK: Kredit Macet 15 'Fintech Lending' di Atas 5 Persen

OJK: Kredit Macet 15 "Fintech Lending" di Atas 5 Persen

Whats New
Semakin Banyak Negara Adopsi ETF, Minat Aset Kripto Bakal Kembali Meningkat

Semakin Banyak Negara Adopsi ETF, Minat Aset Kripto Bakal Kembali Meningkat

Whats New
Penyeludupan Benih Lobster, Menteri KKP: Triliunan Rupiah Harta Bangsa Ini Melayang...

Penyeludupan Benih Lobster, Menteri KKP: Triliunan Rupiah Harta Bangsa Ini Melayang...

Whats New
Izin Usaha Dicabut, TaniFund Belum Punya Tim Likuidasi

Izin Usaha Dicabut, TaniFund Belum Punya Tim Likuidasi

Whats New
Perkuat Ekosistem Perhajian, BPKH Akan Bentuk 'Subholding Company' Anak Usaha

Perkuat Ekosistem Perhajian, BPKH Akan Bentuk "Subholding Company" Anak Usaha

Whats New
Jadi Salah Satu Pengawas BP Tapera, Ini yang Bakal Dilakukan OJK

Jadi Salah Satu Pengawas BP Tapera, Ini yang Bakal Dilakukan OJK

Whats New
Bidik Pendanaan Rp 1 Triliun, CIMB Niaga Finance Tawarkan Sukuk Wakalah Bi Al-Istitsmar

Bidik Pendanaan Rp 1 Triliun, CIMB Niaga Finance Tawarkan Sukuk Wakalah Bi Al-Istitsmar

Whats New
Integrasi Infrastruktur Pipa Perlancar Penyaluran Gas ke Industri dan Komersial di Jateng

Integrasi Infrastruktur Pipa Perlancar Penyaluran Gas ke Industri dan Komersial di Jateng

Whats New
Soal Komisaris Pertamina, Stafsus Erick: Jangan Curiga-curiga Dulu Lah...

Soal Komisaris Pertamina, Stafsus Erick: Jangan Curiga-curiga Dulu Lah...

Whats New
80 Juta Pekerjaan Akan Hilang Imbas AI, Kemenko Perekonomian: Pekerjaan di Sektor Administrasi Rentan

80 Juta Pekerjaan Akan Hilang Imbas AI, Kemenko Perekonomian: Pekerjaan di Sektor Administrasi Rentan

Whats New
Kecepatan Internet RI Peringkat Bawah di ASEAN, Bisa Hambat Pengembangan Ekonomi Digital

Kecepatan Internet RI Peringkat Bawah di ASEAN, Bisa Hambat Pengembangan Ekonomi Digital

Whats New
Politisi Gerindra Siti Nurizka Jadi Komut Pusri, Stafsus Erick Thohir: Sudah Mundur dari Anggota DPR

Politisi Gerindra Siti Nurizka Jadi Komut Pusri, Stafsus Erick Thohir: Sudah Mundur dari Anggota DPR

Whats New
Lesu, Boeing Cuma Dapat Pesanan 4 Pesawat Baru pada Mei 2024

Lesu, Boeing Cuma Dapat Pesanan 4 Pesawat Baru pada Mei 2024

Whats New
Mulai Juli, Ini Perubahan Tanggal Tagihan dan Jatuh Tempo Paylater BCA

Mulai Juli, Ini Perubahan Tanggal Tagihan dan Jatuh Tempo Paylater BCA

Whats New
Kemenhub dan Kedubes AS Gelar Workshop Keamanan Kapal dan Pelabuhan

Kemenhub dan Kedubes AS Gelar Workshop Keamanan Kapal dan Pelabuhan

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke