Salin Artikel

Kebutuhan Pinjaman Melonjak, Industri Keuangan Tawarkan Bunga Rendah

Misalnya, platform pembiayaan digital, Kredivo yang saat ini menawarkan bunga pinjaman sebesar 2,6 persen untuk cicilan 6 dan 12 bulan. Hanya saja, peminjam bisa mendapatkan bunga pinjaman 0 persen jika memiliki tenor cicilan hanya 30 hari atau 3 bulan.

“Kami baru saja meniadakan bunga untuk cicilan 3 bulan pada bulan lalu,” ujar VP Marketing & Communications Kredivo, Indina Andamari kepada KONTAN, Selasa (10/8/2021).

Indina mengakui bahwa langkah tersebut dilakukan untuk memberikan suku bunga yang kompetitif dengan penyedia pinjaman lainnya. Asal tahu saja, selama masa pandemi ini memang memberi dampak pada meningkatnya pinjaman di Kredivo.

“Jumlah penyaluran kredit pada semester 1 tahun 2021 meningkat lebih dari 100 persen atau 2 kali lipat dibanding semester 2 tahun 2020,” imbuh Indina.

Meski penyaluran pinjaman meningkat, Indina bilang bahwa pihaknya tetap memperhatikan mitigasi risiko gagal bayar dari nasabah. Saat ini, credit scoring Kredivo telah menilai kelayakan kredit lebih dari 500 ribu pengguna tiap bulannya serta mampu menyalurkan kredit bagi hampir 4 juta pengguna.

Selain Kredivo, ada juga fintech lending seperti Indodana yang menawarkan bebas bunga pinjaman untuk tenor satu bulan. Hanya saja, untuk tenor pinjaman 3 bulan hingga satu tahun, platform tersebut memberikan bunga PayLater sebesar 3% ditambah biaya 1% biaya provisi dari total pinjaman.

Walaupun bunganya tergolong tinggi, Direktur Utama Indodana Ronny Wijaya bilang kalau volume pinjamannya terus meningkat secara bertahap hingga Juni 2021 dengan menyentuh Rp 164, 5 miliar. Menurutnya, hal tersebut dikarenakan peningkatan aktivitas ekonomi serta kemampuan membayar konsumen yang mulai pulih.

Sedikit berbeda, BCA justru tidak seagresif dua platform sebelumnya dalam memberikan personal loan meskipun bank tersebut memiliki bunga yang lebih rendah mulai dari 1,03 persen untuk ritel.

BCA menyebutkan bahwa saat ini terus selektif dalam memberikan fasilitas personal loan.

“Kami memiliki tanggung jawab untuk mengedukasi masyarakat dalam mengelola keuangan nasabah secara pribadi sehingga produk keuangan yang digunakan dapat memberikan manfaat positif,” ujar Executive Vice President Secretariat & Corporate Communication BCA, Hera F. Haryn kepada KONTAN, Selasa (10/8/2021).

Hera mengakui bahwa untuk rasio kualitas kredit macet di BCA saat ini sedikit ada penyesuaian. Meski tidak menyebutkan rasio pastinya, ia bilang kalau masih berada dalam batas wajar.

Perencana keuangan, Risza Bambang pernah bilang bahwa pinjaman tunai di masing-masing platform seperti bank, multifinance, dan fintech memiliki kelebihan dan kekurangannya terutama terkait bunga pinjaman. Hal tersebut tergantung nasabah hendak memilih pinjaman dimana.

“Kalau di bank, bunga lebih kecil tapi proses seleksi penerimaannya lebih ketat. Sedangkan kalau fintech, prosesnya lebih mudah dengan bunga mirip seperti multifinance tapi nilai kredit lebih kecil,” ujar Bambang.

Berita ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul: Kebutuhan pinjaman meningkat, industri keuangan berlomba tawarkan bunga pinjaman mini

https://money.kompas.com/read/2021/08/12/054518526/kebutuhan-pinjaman-melonjak-industri-keuangan-tawarkan-bunga-rendah

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.