Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Ada Risiko Gagal Bayar Utang, Menkeu AS Sebut AS Bakal Kembali Resesi

Ia pun mengatakan, tenggat waktu Kongres AS untuk mencapai kesepakatan mengenai kenaikan plafon utang jatuh pada tanggal 18 Oktober mendatang. Bila tidak, maka risiko gagal bayar utang Amerika Serikat bakal terealisir.

"Ada tenggat waktu hingga 18 Oktober. Bila tidak bakal terjadi bencana yang diakibatkan karena tak membayar utang pemerintah, sementara kita berada pada posisi keterbatasan dana untuk membayar itu," ujar Yellen seperti dilansir dari CNBC, Rabu (6/10/2021).

Sebelumnya, Presiden Joe Biden juga telah meminta kongres untuk menaikkan ambang batas utang pekan ini untuk mengindari kemungkinan goncangan ekonomi yang terjadi dalam waktu dekan.

Ia pun menyudutkan Pimpinan Minoritas Senat Mitch McConnell dan Partai Republik karena menghambat proses pembentukan undang-undang untuk menaikkan plafon utang pemerintah tersebut.

"Saya memperkirakan ini bakal menyebabkan resesi," ujar Yellen.

Sebelumnya Kompas.com memberitakan, Amerika Serikat terlilit utang lebih dari 28 triliun dollar AS atau lebih dari Rp 400.000 triliun dan terancamn tak bisa membayarnya di bulan Oktober.

Risiko gagal bayar utang pemerintah AS ini bakal menimbulkan bahaya besar bagi perekonomian negara tersebut.

Padahal perekonomian AS baru saja pulih dari pandemi Covid-19.

Perusahaan jasa keuangan Moody's Analytics pun memperingatkan ancaman resesi yang membayangi AS bila pemerintah gagal membayar utang.

Bahkan, risiko resesi yang bakal dialami AS menurut Moody's bakal lebih parah bila dibandingkan dengan Resesi Besar pada tahun 2008 lalu.

Bila risiko gagal bayar AS benar-benar terjadi, sekitar 6 juta lapangan kerja bakal hilang dan tingkat pengangguran bakal melambung hingga 9 persen.

Tentu saja risiko tersebut bakal berdampak pada kondisi pasar keuangan AS. Kekayaan rumah tangga di negara itu juga diproyeksi bakal terpangkas hingga 15 triliun dollar AS.

"Skenario ekonomi ini adalah bencana besar," tulis kepala ekonom di Moody's Analytics Mark Zandi dalam laporan tersebut.

https://money.kompas.com/read/2021/10/06/162731126/ada-risiko-gagal-bayar-utang-menkeu-as-sebut-as-bakal-kembali-resesi

Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BERITA FOTO: Sri Mulyani Optimis Pertumbuhan Ekonomi RI di Atas 5 Persen

BERITA FOTO: Sri Mulyani Optimis Pertumbuhan Ekonomi RI di Atas 5 Persen

Whats New
Ada Isu Biaya Haji Naik, Pegadaian Tawarkan Produk Pembiayaan Arrum Haji

Ada Isu Biaya Haji Naik, Pegadaian Tawarkan Produk Pembiayaan Arrum Haji

Rilis
Cara Daftar BBM Subsidi Pertamina Tanpa Aplikasi dan Syaratnya

Cara Daftar BBM Subsidi Pertamina Tanpa Aplikasi dan Syaratnya

Work Smart
BERITA FOTO: Fasilitas Data Center Area31 Resmi Beroperasi

BERITA FOTO: Fasilitas Data Center Area31 Resmi Beroperasi

Whats New
PUPR Kebut Pembangunan Akses Jalan di Labuan Bajo Sebelum Pelaksanaan ASEAN Summit

PUPR Kebut Pembangunan Akses Jalan di Labuan Bajo Sebelum Pelaksanaan ASEAN Summit

Rilis
IFG Targetkan Proses Migrasi Polis Jiwasraya Bisa Rampung Tahun Ini

IFG Targetkan Proses Migrasi Polis Jiwasraya Bisa Rampung Tahun Ini

Whats New
Imbas Merosotnya Bisnis Penjualan Ventilator, Philips akan PHK 6.000 Karyawannya

Imbas Merosotnya Bisnis Penjualan Ventilator, Philips akan PHK 6.000 Karyawannya

Whats New
Sri Mulyani Yakin Ekonomi RI Tetap Kuat meski IMF Pangkas Proyeksi Pertumbuhan

Sri Mulyani Yakin Ekonomi RI Tetap Kuat meski IMF Pangkas Proyeksi Pertumbuhan

Whats New
Menteri Teten: Inkubator Wirausaha Penting untuk Mengembangkan Usaha

Menteri Teten: Inkubator Wirausaha Penting untuk Mengembangkan Usaha

Whats New
Pastikan Ketersediaan Beras Aman, Mentan SYL: Januari-Maret Ada Overstock 3 Juta Ton

Pastikan Ketersediaan Beras Aman, Mentan SYL: Januari-Maret Ada Overstock 3 Juta Ton

Whats New
Kelanjutan Kasus Wanaartha Life, 600 Nasabah yang Mewakili 1.400 Polis Sudah Daftar ke Tim Likuidasi

Kelanjutan Kasus Wanaartha Life, 600 Nasabah yang Mewakili 1.400 Polis Sudah Daftar ke Tim Likuidasi

Whats New
Minyakita Langka, ID Food Minta Produsen Genjot Produksi

Minyakita Langka, ID Food Minta Produsen Genjot Produksi

Whats New
Bank Mandiri Salurkan Kredit Rp 1.202 Triliun di 2022, Paling Banyak Segmen Korporasi

Bank Mandiri Salurkan Kredit Rp 1.202 Triliun di 2022, Paling Banyak Segmen Korporasi

Whats New
Papan Pemantauan Khusus akan Meluncur Tahun Ini

Papan Pemantauan Khusus akan Meluncur Tahun Ini

Whats New
Dipanggil Jokowi ke Istana, Buwas: Bahas Harga Beras, Bukan 'Reshuffle'

Dipanggil Jokowi ke Istana, Buwas: Bahas Harga Beras, Bukan "Reshuffle"

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+