Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Ini Tantangan Industri Perbankan pada 2023

Menurut Bhima, tantangan terbesar industri perbankan justru akan terjadi pada kuartal I-2023 karena Indonesia mulai memasuki tahun politik.

"Tantangan sebenarnya itu justru pada kuartal I-2023 ke depan. Ada tahun politik juga, investasi bisa terganggu di tengah tahun politik karena banyak perusahaan yang mungkin wait and see dulu untuk mencairkan pinjamannya melihat situasi politik," ujarnya saat dihubungi Kompas.com, Rabu (28/9/2022).

Saat ini, perbankan masih dapat mengatasi beberapa tantangan yang datang dari dalam maupun luar negeri. Mulai dari tantangan perekonomian yang masih dilanda ketidakpastian, inflasi yang mulai tinggi, hingga tren suku bunga tinggi.

Hal ini terlihat dari kondisi likuiditas perbankan yang tetap terjaga. Berdasarkan data Bank Indonesia (BI) pada Agustus 2022, rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) perbankan masih tinggi mencapai 26,52 persen.

Likuiditas perbankan pada Agustus 2022 dinilai tetap terjaga didukung pertumbuhan DPK sebesar 7,77 persen secara year on year (yoy), meskipun lebih rendah dibandingkan pertumbuhan pada Juli 2022 sebesar 8,59 persen.

Padahal penyesuaian secara bertahap giro wajib minimum (GWM) rupiah dan pemberian insentif GWM sejak 1 Maret sampai 15 September 2022, telah menyerap likuiditas perbankan sekitar Rp 269,3 triliun.

Namun kebijakan tersebut rupanya tidak mengurangi kemampuan perbankan dalam penyaluran kredit kepada dunia usaha maupun partisipasi dalam pembelian surat berharga negara (SBN).

Sebab, pertumbuhan kredit pada Agustus 2022 tercatat sebesar 10,62 persen secara tahunan, ditopang oleh peningkatan di seluruh jenis kredit dan pada mayoritas sektor ekonomi. Pemulihan intermediasi juga terjadi pada perbankan syariah, dengan pertumbuhan pembiayaan sebesar 18,7 persen secara tahunan pada periode yang sama.

Permodalan perbankan tetap kuat dengan rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) Juli 2022 tetap tinggi sebesar 24,86 persen. Seiring dengan kuatnya permodalan, risiko tetap terkendali yang tercermin dari rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) pada Juli 2022 yang tercatat 2,90 persen bruto dan 0,82 persen neto.

Namun pada 2023, Bhima meniali terdapat beberapa tantangan yang akan dihadapi oleh industri perbankan. Berikut tantangannya:

1. Risiko beban NPL akibat restrukturisasi kredit Covid-19

Kebijakan restrukturisasi kredit bagi yang terdampak Covid-19 akan berakhir pada Maret 2023. Hal ini, kata Bhima, dapat meningkatkan NPL perbankan karena debitur dari segmen korporasi maupun UMKM masih banyak yang menjadi beban restrukturisasi ini.

"Kalau dilihat UMKM memang punya risiko restrukturisasi pinjaman yang belum selesai sebagian bisa berisiko menimbulkan NPL yang baru," ucapnya.

Namun, hal ini masih bisa disiasati perbankan dengan mempertebal pencadangan loan at risk (LAR) agar dapat digunakan untuk menghadapi risiko NPL jika kebijakan ini tidak diperpanjang.

2. Tren suku bunga tinggi

Keputusan BI menaikkan suku bunga acuannya pada Agustus dan September 2022 diperkirakan baru akan terasa di tahun depan. Terlebih Bhima memprediksi BI masih akan menaikkan kembali suku bunga acuannya di akhir 2022.

Kenaikan suku bunga acuan ini berisiko meningkatkan biaya penghimpunan dana (cost of fund) perbankan sehingga perbankan akan menaikkan suku bunga simpanan dan kreditnya.

"Memang saat ini DPK, CASA atau dana murahnya cukup tebal, tapi tidak menutup kemungkinan bank dalam waktu dekat akan menyesuaikan suku bunga simpanan dan kredit," jelas Bhima.

Dengan naiknya bunga kredit perbankan, maka nasabah akan menahan diri untuk mengambil pinjaman atau pembiayaan dari perbankan sheingga hal ini dapat memperlambat pertumbuhan kredit perbankan.

"Kalau suku bunga meningkat dari sisi simpanan akan terjadi kenaikan cost of fund, sementara di sisi kredit dapat menurunkan laju pertumbuhan kredit padahal saat ini kredit masih dalam tahap pemulihan," kata dia.

3. Segmen penyaluran kredit berubah

Bhima memaparkan tahun depan segmen pembiayaan kredit perbankan akan berubah dari sektor komoditas ke sektor lain yang lebih menguntungkan. Pasalnya, saat ini sudah mulai terlihat penurunan harga komoditas global akibat ancaman resesi di berbagai negara.

Selama 2022, sektor pertambangan dan penggalian banyak berkontribusi pada penyaluran kredit lantaran harga komoditas masih meningkat sampai pertengahan tahun ini.

Namun, dengan terjadinya resesi ekonomi global membuat harga minyak mentah, crude palm oil, dan sawit mengalami penurunan. Beberapa komoditas tambang unggulan yang pembiayaan kreditnya cukup besar pun mulai tertekan.

Sektor pertambangan dan penggalian yang tahun ini menjadi primadona penyaluran kredit perbankan akan berpotensi tidak menarik lagi di tahun 2023.

"Jadi ini harus diwaspadai kepada pelemahan pertumbuhan kredit dan kualitas dari kredit yang baru. Jadi bank tidak bisa lagi mengandalkan sektor komoditas dan mulai beralih ke sektor-sektor yang memang prospeknya masih cukup imun terhadap inflasi," ucapnya.

Kendati demikian, meski terdapat berbagai tantangan di tahun depan, industri perbankan masih tetap tangguh jika dapat mengantisipasi tantangan tersebut dengan strategi yang tepat.

"(Industri perbankan) masih tetap resiliences, tapi perlu memperhatikan juga skenario terburuk dari pelemahan kurs rupiah dan exposure risiko dari negara-negara maju yang alami resesi ekonomi," tuturnya.

https://money.kompas.com/read/2022/09/28/144451626/ini-tantangan-industri-perbankan-pada-2023

Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KCJB Sudah 84 Persen, Menhub: Pak Luhut, Pak Erick, dan Saya Ditugaskan Presiden Mengawal Proyek Ini

KCJB Sudah 84 Persen, Menhub: Pak Luhut, Pak Erick, dan Saya Ditugaskan Presiden Mengawal Proyek Ini

Whats New
Sidak Bandara Juanda, Kemenaker Cegah Keberangkatan 87 Calon Pekerja Migran Ilegal

Sidak Bandara Juanda, Kemenaker Cegah Keberangkatan 87 Calon Pekerja Migran Ilegal

Whats New
Terbaru UMR Kota Pekalongan dan Kabupaten Pekalongan 2023

Terbaru UMR Kota Pekalongan dan Kabupaten Pekalongan 2023

Work Smart
Gaji UMR Brebes 2023 dan 34 Daerah Lain se-Jateng

Gaji UMR Brebes 2023 dan 34 Daerah Lain se-Jateng

Work Smart
Cara Mendapatkan Diskon Tiket Kereta Api Dosen dan Alumni UGM

Cara Mendapatkan Diskon Tiket Kereta Api Dosen dan Alumni UGM

Spend Smart
Sering Dikira Merek Asing, Siapa Pemilik Holland Bakery Sebenarnya?

Sering Dikira Merek Asing, Siapa Pemilik Holland Bakery Sebenarnya?

Whats New
Promo Akhir Pekan Indomaret, Ada Diskon Minyak Goreng hingga Beras

Promo Akhir Pekan Indomaret, Ada Diskon Minyak Goreng hingga Beras

Spend Smart
Belum Validasi NIK Jadi NPWP, Apakah Tetap Bisa Lapor SPT Tahunan?

Belum Validasi NIK Jadi NPWP, Apakah Tetap Bisa Lapor SPT Tahunan?

Whats New
Kereta Api Panoramic Kembali Beroperasi Februari 2023, Ini Harga Tiketnya

Kereta Api Panoramic Kembali Beroperasi Februari 2023, Ini Harga Tiketnya

Whats New
Biaya Haji RI Vs Malaysia, Lebih Mahal Mana?

Biaya Haji RI Vs Malaysia, Lebih Mahal Mana?

Spend Smart
10 Perusahaan Teknologi Ini Lakukan PHK pada Januari 2023, Ada Google hingga Microsoft

10 Perusahaan Teknologi Ini Lakukan PHK pada Januari 2023, Ada Google hingga Microsoft

Whats New
Daftar 10 Orang Terkaya Indonesia Pekan Ini, Kekayaan Low Tuck Kwong Turun Rp 31,46 Triliun

Daftar 10 Orang Terkaya Indonesia Pekan Ini, Kekayaan Low Tuck Kwong Turun Rp 31,46 Triliun

Whats New
[POPULER MONEY] Penjelasan Tokopedia soal Pembatalan Voucher Rp 100.000 | KAI soal Tiket Kereta Mahal

[POPULER MONEY] Penjelasan Tokopedia soal Pembatalan Voucher Rp 100.000 | KAI soal Tiket Kereta Mahal

Whats New
Aktivasi BNI Mobile Banking Gagal Terus? Ini Solusinya

Aktivasi BNI Mobile Banking Gagal Terus? Ini Solusinya

Spend Smart
Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Spend Smart
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+