Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

3 Cara Mengajarkan Anak tentang Pengelolaan Keuangan secara Sederhana

JAKARTA, KOMPAS.com - Menurut para ahli, anak-anak biasanya dapat memahami konsep tentang uang sejak usia 6 tahun. Penelitian menunjukkan bahwa anak membentuk kebiasaan dalam mengelola uang sejak usia 7 tahun.

Mempelajari cara mengelola uang dan merencanakan masa depan keuangan sejak dini dapat membantu memastikan masa depan keuangan, termasuk kesejahteraan secara keseluruhan.

“Itu sebabnya orang tua perlu mulai mengajarkan literasi keuangan kepada anak-anak mereka sejak dini,” kata Alexa von Tobel, pendiri dan mitra pengelola dana ventura Inspired Capital, dikutip dari CNBC, Senin (19/2/2024).

Dalam penelitiannya, Von Tobel mengungkapkan bahwa remaja perempuan kurang percaya diri dalam literasi keuangan dibandingkan laki-laki.

Dia bilang, kurangnya pengetahuan dasar mengenai keuangan dapat mengakibatkan kerugian bagi anak-anak setelah mereka dewasa.

“Kita dapat memberdayakan generasi berikutnya jika mereka memahami dan mengendalikan uang,” katanya.

Oleh karena itu, ia menguraikan tiga cara sederhana untuk mengajarkan anak tentang literasi keuangan.

1. Gunakan cara sederhana

Orang tua perlu membicarakan mengenai uang dengan cara yang sederhana, sehingga anak-anak mereka tumbuh dengan pemahaman yang sehat dengan uang.

Von Tobel mengatakan, orang tua perlu mengajari anak dan berdiskusi mengenai manfaat uang dalam kehidupan yang sangat penting.

“Jika kamu bekerja keras, kamu bisa mendapatkan uang. Jika kamu bijaksana dalam mengelolanya, kamu dapat memastikan bahwa kamu selalu memiliki cukup uang untuk membeli apa yang kamu butuhkan,” ungkapnya.

2. Tetap praktis

Bicaralah dengan anak tentang uang dengan cara yang masuk akal bisa sangat berarti. Anak akan memahami bagaimana uang itu dapat disimpan dan dibelikan sesuatu yang diinginkan.

“Saat Anda berjalan-jalan di toko dan anak menginginkan sesuatu, ambillah dan tunjukkan harganya,” kata von Tobel.

“Anda bisa mempertimbangkan untuk menyimpan uang untuk ulang tahun juga, misalnya,” ungkap dia.

3. Penyampaian literasi keuangan yang menyenangkan

Mengatur anggaran bisa menjadi topik yang bisa dibahas lebih menyenangkan. Bagaimana mau membeli permen atau mainan, jika kamu tidak ingin menabung untuk masa depan.

Untuk membuat anak-anak tetap bersemangat dalam menabung dan membuat anggaran, von Tobel merekomendasikan untuk membicarakannya dengan cara yang optimis dan menyenangkan.

”Diskusikan berbagai cara untuk memperoleh dan menghemat uang yang mereka perlukan untuk membeli barang-barang tersebut,” jelasnya.

“Anda bisa mencoba mengarahkan anak-anak kamu untuk memiliki momen-momen yang sangat positif dan memberdayakan uang sejak dini dalam kehidupan mereka, ini dapat mengubah hidup mereka,” tegasnya.

https://money.kompas.com/read/2024/02/19/111300026/3-cara-mengajarkan-anak-tentang-pengelolaan-keuangan-secara-sederhana

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke