Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Hong Kong Gagalkan Penyelundupan "Canggih" 146 Kg Emas Senilai Lebih dari Rp 159 Miliar

Dalam penangkapan yang menghebohkan ini, pihak berwenang berhasil mengungkap rencana penyelundupan yang canggih, di mana emas disamarkan sebagai bagian mesin dan dikirim ke Jepang.

Dikutip dari CNBC, Selasa (9/4/2024) Pemerintah Hong Kong mengumumkan bahwa 146 kg emas berhasil disita dari kargo sebuah pesawat pada tanggal 27 Maret.

Emas ini telah disamarkan sebagai bagian dari dua kompresor udara, dengan dibentuk menjadi bagian-bagian sekrup dan silinder, serta dilapisi cat untuk menyembunyikan identitasnya.

Namun, petugas bea cukai Hong Kong berhasil mendeteksi kecurangan ini dengan memeriksa lebih dalam permukaan bagian-bagian mesin tersebut.

Penyelidikan lebih lanjut mengarah pada penangkapan seorang pria berusia 31 tahun yang diduga terlibat dalam penyelundupan ini.

Meskipun telah dibebaskan dengan jaminan, penyelidikan masih terus berlanjut. Di bawah hukum Hong Kong, pelaku penyelundupan barang dapat dikenai denda maksimal Rp 31,8 miliar dan penjara selama tujuh tahun.

Penyamaran emas sebagai bagian mesin ini bukanlah kejadian biasa. Seorang pejabat bea cukai mengungkapkan bahwa ini adalah kasus pertama yang terjadi di Hong Kong di mana emas disamarkan sedemikian rupa.

Tujuan dari penyelundupan ini diduga untuk menghindari tarif impor sekitar 10 persen di Jepang, yang jika berhasil, akan menghemat lebih dari Rp 15,9 miliar.

Harga emas telah mencapai rekor tertinggi berturut-turut pada tahun 2024, terutama karena ketidakpastian geopolitik di seluruh dunia. Pada hari Senin, harga spot emas bahkan mencapai rekor tertinggi di atas Rp 37,2 Juta per ons.

Kasus penyelundupan ini memberikan gambaran yang jelas tentang upaya-upaya yang dilakukan oleh penyelundup untuk memanfaatkan harga emas yang tinggi.

https://money.kompas.com/read/2024/04/09/170000626/hong-kong-gagalkan-penyelundupan-canggih-146-kg-emas-senilai-lebih-dari-rp-159

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke