BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan Gojek
Salin Artikel

Usai TikTok Gandeng Tokopedia, Omzet Brand-brand Lokal Ini Melesat Berkali Lipat

KOMPAS.com – Setelah TikTok Shop menggandeng Tokopedia dan mengelola platform baru “Shop Tokopedia” di aplikasi TikTok, sejumlah seller brand lokal atau usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di TikTok Shop-Tokopedia pun mengalami peningkatan penjualan.

Salah satunya adalah brand lokal produk perawatan kulit (skincare) pria Bromen. Chief Executive Officer PT Solomon Indo Global yang merupakan produsen Bromen, M Thobroni Ali, menceritakan bahwa pihaknya aktif berjualan online di TikTok Shop sejak pertengahan 2021.

“Kami mendapatkan efek luar biasa karena saat itu, kami menemukan winning campaign yang membuat kami bisa beriklan lebih masif dan mendapatkan respons pasar cukup bagus,” jelas pria yang akrab disapa Roni itu.

Roni menjabarkan, selama periode April hingga Mei 2022, penjualan produk Bromen naik 10 kali lipat di TikTok Shop.

Namun, TikTok Shop ditutup pada awal Oktober 2023 karena mematuhi Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 31 Tahun 2023.

Angin segar akhirnya dirasakan Roni dan seller lain pada Selasa (12/12/2023). Kala itu, TikTok Shop kembali hadir lewat kolaborasi dengan Tokopedia.

“Alhamdulillah, TikTok Shop dibuka, walaupun sistemnya masih buka tutup,” ucap Roni.

Setelah 1,5 bulan usai pembukaan kembali TikTok Shop atau pada Januari 2024, Bromen pun mengalami peningkatan pendapatan hingga 150 kali lipat jika dibandingkan periode awal bergabung dengan TikTok Shop.

Peningkatan itu, kata Roni, terjadi lantaran kolaborasi dengan Tokopedia yang semakin meningkatkan posisi brand lokal.

“Jadi, masyarakat lebih mengenal brand lokal. Kami juga ikut Kampanye Beli Lokal 12.12. Kerja sama dengan Tokopedia justru lebih powerful karena action brand lokal sangat diprioritaskan untuk UMKM,” cerita Roni.

Hal senada juga dialami Linda Anggreaningsih yang merupakan pendiri brand lokal modest fashion Benang Jarum dan Buttonscarves.

Dia mengatakan, Benang Jarum memiliki 24 gerai offline serta memberdayakan penjahit lokal dan karyawan yang didominasi perempuan.

Meski demikian, Linda mengakui bahwa peran platform teknologi, seperti Tokopedia dan Shop Tokopedia di aplikasi TikTok, sangat penting untuk mengembangkan bisnis.

“Kami bergabung dengan Tokopedia dan Shop Tokopedia di aplikasi TikTok untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Sejak bergabung, penjualan kami makin naik,” katanya.

Dia mencontohkan, Benang Jarum mengalami peningkatan transaksi penjualan lebih dari 12 kali lipat pada Festival Ramadan Ekstra Seru yang diselenggarakan Tokopedia dan TikTok secara offline di City Hall Pondok Indah Mall 3 pada 14-17 Maret 2024 jika dibandingkan periode yang sama pada 15-18 Februari 2024.

Benang Jarum sendiri dibangun oleh Linda dan Allyssa Hawadi pada 2020. Sebelumnya, mereka mendirikan Buttonscarves yang berfokus pada produk fesyen muslim.

Selain Benang Jarum, penjualan brand lokal fesyen anak Little Palmerhaus juga melesat 11 kali lipat pada gelaran Festival Ramadan Ekstra Seru.

Pemilik Little Palmerhaus Alexander Setiawan menilai, platform teknologi, seperti Tokopedia dan Shop Tokopedia di aplikasi TikTok, membuat produknya terlihat lebih inklusif dan bisa diakses oleh siapa pun.

“Orangtua dari Sabang sampai Merauke bisa menjangkau produk kami secara lebih mudah melalui platform teknologi,” kata Alexander.

Sementara itu, penjualan brand lokal Heaven Lights juga melonjak 66 kali lipat selama festival tersebut.

Didirikan oleh Jihan Malik dan Nazmah Malik pada 2013, Heaven Lights menyediakan produk fesyen muslim yang berkualitas dan nyaman dengan harga terjangkau.

Semula, Heaven Light fokus berjualan lewat laman resmi mereka. Seiring perkembangan industri, brand lokal ini pun memutuskan untuk menjual produk melalui Tokopedia dan Shop Tokopedia di aplikasi TikTok.

“Selain memperluas eksposur, Tokopedia dan Shop Tokopedia membantu Heaven Lights meningkatkan penjualan secara signifikan. Bahkan, Tokopedia juga membukakan peluang untuk kami bisa melebarkan sayap ke ajang internasional, seperti New York Fashion Week 2022,” cerita Jihan.

Brand lokal lain yang juga merasakan kenaikan penjualan adalah Gently Indonesia. Brand yang memproduksi skincare bayi itu merinci bahwa TikTok Shop menyumbang sekitar 50 persen sumber pendapatan online.

Jenama yang baru dirilis pada April 2022 tersebut melebarkan penjualan lewat TikTok Shop pada September 2022. Saat ini, Gently menggandeng lebih dari 14.000 afiliator. Angka ini berpotensi bertambah. Sebagian besar afiliator itu merupakan kelompok ibu rumah tangga.

Co-Founder dan CEO Gently Indonesia Nyoman Anjani mengatakan bahwa TikTok membantu mereka yang sebenarnya sibuk mengurus anak, tapi rajin membuat konten afiliasi.

“(Konten afiliasi) bisa banget bantu (memenuhi kebutuhan) rumah tangga di Indonesia karena bisa dapat komisi. Bahkan, sampai Rp 10 juta per bulan,” ujar Anjani.

Sebagai informasi, Tokopedia dan TikTok Shop telah menyelesaikan serta memenuhi seluruh ketentuan sesuai masa uji coba yang ditetapkan Kementerian Perdagangan (Kemendag) pada Rabu (27/3/2024).

Dengan demikian, seluruh aktivitas layanan e-commerce di Shop Tokopedia, termasuk pembayaran, aktivitas pemesanan, dan transaksi, dilakukan pada sistem elektronik Tokopedia.

https://money.kompas.com/read/2024/04/15/100357226/usai-tiktok-gandeng-tokopedia-omzet-brand-brand-lokal-ini-melesat-berkali

Terkini Lainnya

Nilai Tukar Rupiah Dekati Rp 16.300 per Dollar AS, Ini Penjelasan Bi

Nilai Tukar Rupiah Dekati Rp 16.300 per Dollar AS, Ini Penjelasan Bi

Whats New
'Startup' Chickin Siap Dukung Ketahanan Pangan Indonesia

"Startup" Chickin Siap Dukung Ketahanan Pangan Indonesia

Whats New
Politisi Gerindra Siti Nurizka Jadi Komut Pusri, Dirut Pupuk Indonesia: Itu Pasti yang Terbaik

Politisi Gerindra Siti Nurizka Jadi Komut Pusri, Dirut Pupuk Indonesia: Itu Pasti yang Terbaik

Whats New
4 Tips Atur Keuangan untuk Beli Hewan Kurban

4 Tips Atur Keuangan untuk Beli Hewan Kurban

Spend Smart
Permintaan Naik, Industri Gas RI Diprediksi Bakal Makin Bergantung pada LNG

Permintaan Naik, Industri Gas RI Diprediksi Bakal Makin Bergantung pada LNG

Whats New
Alih-alih Bangun LRT Bali Senilai Rp 14,19 Triliun, Pengamat Sarankan Ini untuk Atasi Kemacetan di Bali

Alih-alih Bangun LRT Bali Senilai Rp 14,19 Triliun, Pengamat Sarankan Ini untuk Atasi Kemacetan di Bali

Whats New
Rehabilitasi DAS Area Tambang: Tambah Luasan Hijau dan Ekonomi Sirkular Bernilai Miliaran

Rehabilitasi DAS Area Tambang: Tambah Luasan Hijau dan Ekonomi Sirkular Bernilai Miliaran

Whats New
Kisah Sukses Bisnis Elizabeth Bertahan Lebih dari 60 Tahun, Awalnya Bermodal Rp 10.000

Kisah Sukses Bisnis Elizabeth Bertahan Lebih dari 60 Tahun, Awalnya Bermodal Rp 10.000

Smartpreneur
Masih Belum Terima Gaji ke-13? Ini Data Teranyar Penyalurannya

Masih Belum Terima Gaji ke-13? Ini Data Teranyar Penyalurannya

Whats New
OJK: Kredit Kendaraan Listrik Tembus Rp 4,39 Triliun per April 2024

OJK: Kredit Kendaraan Listrik Tembus Rp 4,39 Triliun per April 2024

Whats New
OJK: Industri Fintech Lending Mulai Cetak Laba

OJK: Industri Fintech Lending Mulai Cetak Laba

Whats New
Hal-hal yang Perlu Diperhatikan agar Klaim Asuransi Tak Ditolak

Hal-hal yang Perlu Diperhatikan agar Klaim Asuransi Tak Ditolak

Spend Smart
OJK Belum Beri Sinyal Positif Soal Pencabutan Moratorium Izin 'Fintech Lending'

OJK Belum Beri Sinyal Positif Soal Pencabutan Moratorium Izin "Fintech Lending"

Whats New
Ini Penyebab Pemanfaatan Panas Bumi Belum Jadi Prioritas dalam Kebijakan Transisi Energi di RI

Ini Penyebab Pemanfaatan Panas Bumi Belum Jadi Prioritas dalam Kebijakan Transisi Energi di RI

Whats New
Kunjungi China, Luhut Tawarkan Proyek Baterai hingga Durian

Kunjungi China, Luhut Tawarkan Proyek Baterai hingga Durian

Whats New
Bagikan artikel ini melalui
Oke