Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Eceng Gondok Rawa Pening Resahkan Warga

Kompas.com - 12/08/2011, 19:30 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com -- Warga sekitar danau Rawa Pening yang berada di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, meminta pemerintah segera membersihkan danau tersebut dari gulma eceng gondok. Populasi eceng gondok yang membeludak membuat warga kesulitan dalam mencari penghidupan.

Gatoto (35), salah seorang nelayan di Desa Kebundowo, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, mengemukakan bahwa kondisi danau yang dipenuhi eceng gondok membuat warga frustasi. Dia menyaksikan berbagai upaya penanganan danau seluas 2.670 hektar itu oleh pemerintah, tetapi hasilnya tidak tampak.

"Dulu pernah disemprot dan berhasil, danau menjadi bersih. Bahkan sempat jadi tempat lomba dayung. Tapi itu dulu sekali. Terakhir, eceng gondok diangkat, lalu dijadikan humus untuk sawah, tetapi tidak semua, sehingga eceng gondok kembali berkembang pesat," tutur Gatot.

Gatot mengatakan, dulu mencari ikan di danau itu sangat mudah. Kini, nelayan harus bekerja keras menyingkap eceng gondok untuk menuju tengah danau. Belum lagi ketika menjaring ikan, jaring tersangkut eceng gondok. Akibatnya nelayan justru merugi.

"Kami sampai bingung. Dulu dengan mencari ikan sudah cukup untuk hidup. Sekarang mencari ikan sulit, menyewakan perahu juga sulit dan penumpang jarang. Buka warung pun yang datang sedikit," ungkapnya.

Rawa Pening mengalami permasalahan serius dengan tingkat sedimentasi mencapai 778,93 ton per tahun. Hal itu menyebabkan volume air menurun 29,34 persen selama 22 tahun terakhir. Padahal Rawa Pening menjadi sumber air bagi pertanian di sekitarnya (Kabupaten Semarang, Demak dan Grobogan), serta pembangkit listrik tenaga air (PLTA).

Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Semarang, The Hok Giong, mengungkapkan, selama ini penanganan danau itu cenderung parsial dan sarat kepentingan. Akibatnya, meskipun sejak tahun 2009 sudah dikucurkan dana sebesar Rp 15 miliar untuk penanganan Rawa Pening, tidak ada hasil yang signifikan.

Danau itu selama ini ditangani oleh Pemprov Jateng. Pemkab Semarang sama sekali tidak terlibat dalam upaya penanganan danau. Agar efektif, kata The Hok Giong, pemerintah pusat harus turun tangan langsung menanganinya.

Kepala Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Semarang Suprayitno, mengungkapkan, masalah Rawa Pening akan dibahas dalam konferensi danau yang diadakan pada September 2011. Pemerintah pusat juga telah memasukkan Rawa Pening sebagai salah satu dari 15 danau prioritas yang akan dikonservasi.

 

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Minta Penjualan Elpiji di Warung Madura Diperketat, Ini Penjelasan Peritel

Minta Penjualan Elpiji di Warung Madura Diperketat, Ini Penjelasan Peritel

Whats New
Intervensi Bank Sentral Kesetabilan Rupiah dan Cadangan Devisa

Intervensi Bank Sentral Kesetabilan Rupiah dan Cadangan Devisa

Whats New
Bank Muamalat Buka Lowongan Kerja hingga 31 Mei 2024, Cek Posisi dan Syaratnya

Bank Muamalat Buka Lowongan Kerja hingga 31 Mei 2024, Cek Posisi dan Syaratnya

Work Smart
Viral Video Youtuber Korsel Diajak Mampir ke Hotel, Ini Tanggapan Kemenhub

Viral Video Youtuber Korsel Diajak Mampir ke Hotel, Ini Tanggapan Kemenhub

Whats New
Finaccel Digital Indonesia Berubah Nama jadi KrediFazz Digital Indonesia

Finaccel Digital Indonesia Berubah Nama jadi KrediFazz Digital Indonesia

Whats New
Dampak Fluktuasi Harga Pangan Awal 2024

Dampak Fluktuasi Harga Pangan Awal 2024

Whats New
Mengenal 2 Fitur Utama dalam Asuransi Kendaraan

Mengenal 2 Fitur Utama dalam Asuransi Kendaraan

Earn Smart
Penggunaan Gas Domestik Didominasi Industri, Paling Banyak Industri Pupuk

Penggunaan Gas Domestik Didominasi Industri, Paling Banyak Industri Pupuk

Whats New
Libur Panjang, Angkasa Pura II Proyeksikan Penumpang Capai 1 Juta Orang

Libur Panjang, Angkasa Pura II Proyeksikan Penumpang Capai 1 Juta Orang

Whats New
Percepat Peluncuran Produk untuk Perusahaan Teknologi, XpandEast Terapkan Strategi Pengurangan Time-to-Market

Percepat Peluncuran Produk untuk Perusahaan Teknologi, XpandEast Terapkan Strategi Pengurangan Time-to-Market

Whats New
Pasar Kripto Berpotensi 'Rebound', Simak Prospek Jangka Panjangnya

Pasar Kripto Berpotensi "Rebound", Simak Prospek Jangka Panjangnya

Earn Smart
Asosiasi 'Fintech Lending' Buka Suara Soal Pencabutan Izin Usaha TaniFund

Asosiasi "Fintech Lending" Buka Suara Soal Pencabutan Izin Usaha TaniFund

Whats New
Pihak Minimarket Diminta Ikut Tanggung Jawab Keamanan Parkir, Asosiasi: Kami Sudah Pasang CCTV dan Beri Peringatan

Pihak Minimarket Diminta Ikut Tanggung Jawab Keamanan Parkir, Asosiasi: Kami Sudah Pasang CCTV dan Beri Peringatan

Whats New
Pasar Kripto 'Sideways', Simak Tips 'Trading' untuk Pemula

Pasar Kripto "Sideways", Simak Tips "Trading" untuk Pemula

Earn Smart
Sederet Langkah Kemenhub Pasca Kasus Kekerasan di STIP Jakarta

Sederet Langkah Kemenhub Pasca Kasus Kekerasan di STIP Jakarta

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com