Kompas.com - 28/02/2013, 16:24 WIB
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com — PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) mencatatkan laba bersih sepanjang 2012 sebesar Rp 7,1 triliun atau naik 21 persen dibandingkan pencapaian 2011 sebesar Rp 5,81 triliun. Kenaikan laba ditopang oleh operasional perseroan.

Direktur Utama BNI Gatot M Suwondo menjelaskan, pendapatan bunga bersih perseroan naik 17,1 persen dari Rp 13,2 triliun menjadi Rp 15,5 triliun. Sementara pendapatan nonbunga naik 11,1 persen dari Rp 7,6 triliun menjadi Rp 8,4 triliun.

"Sumber utama pertumbuhan pendapatan nonbunga adalah provisi dan komisi. Dengan kedua penyangga tersebut, operating income BNI mampu menembus pertumbuhan 14,9 persen menjadi Rp 23,9 triliun," kata Gatot di kantornya, Jakarta, Kamis (28/2/2013).

Gatot menegaskan, dari sisi kredit, perseroan mencatatkan kenaikan 22,8 persen dari Rp 163,5 triliun menjadi Rp 200,7 triliun. Sekitar 74 persen dari total kredit disalurkan ke sektor produktif, baik pada segmen korporasi, menengah, kecil, internasional, maupun ritel.

Meski semua portofolio kredit perseroan mengalami kenaikan, rasio kredit bermasalah (NPL) perseroan mengalami penurunan dari 3,6 persen menjadi 2,8 persen.

Sementara itu, dana pihak ketiga (DPK) mengalami kenaikan 11,4 persen menjadi Rp 257,7 triliun. Dana murah sendiri mengalami kenaikan 16,6 persen dari Rp 148 triliun menjadi Rp 172,6 triliun.

Peningkatan rasio CASA dan lonjakan nominal dana murah itu tidak terlepas dari tumbuhnya jumlah nasabah tabungan/ Taplus BNI, yang ditunjukkan dengan jumlah rekening yang meningkat dari 13,3 juta rekening pada 2011 menjadi hampir 15 juta rekening pada akhir tahun 2012. Tabungan masyarakat di BNI melonjak dari Rp 81,4 triliun pada 2011 menjadi lebih dari Rp 100 trilliun, atau tepatnya Rp 100,1 triliun pada akhir 2012.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dari sisi rasio lainnya tercatat, rasio kecukupan modal (CAR) sebesar 16,7 persen. Net interest margin (NIM) mampu dijaga di level 5,9 persen, loan to deposit ratio (LDR) naik dari 70 persen menjadi 78 persen. Coverage ratio, atau cadangan yang dibentuk untuk mengantisipasi memburuknya pinjaman, meningkat dari 120 persen menjadi 123 persen. Begitu pula dengan return on asset (ROA) yang di tahun 2012 tercatat 2,9 persen, dan return on equity (ROE) tercatat 20,0 persen.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.