Kompas.com - 18/03/2013, 20:24 WIB
|
EditorAgus Mulyadi

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mensinyalir, 11 importir bawang putih melakukan praktik kartel.

Mereka sengaja mengendalikan stok untuk mengontrol harga di pasaran. Hari Jumat besok, KPPU akan memulai penyelidikan atas dugaan tersebut.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua KPPU, Saidah Sakwa, di Jakarta, Senin (18/3/2013).

"Indikasinya, ada 394 kontainer bawang putih di pelabuhan Tanjung Perak Surabaya yang tidak diurus surat persetujuan impor (SPI), dan rekomendasi impor produk hortikultura (RIPH)," katanya.

Dia mengatakan, 11 importir itu diduga dikoordinir oleh satu pihak. Jika dalam 60 hari tidak ada penyelesaian atas kontainer tersebut maka barang tersebut akan menjadi milik negara.

"Kami minta kepada Presiden supaya batas diperpendek tidak 60 hari, supaya ada penyelesaian lebih cepat," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.