Premium dari Malaysia Dijual Rp 6.500 di Nunukan

Kompas.com - 15/05/2013, 17:05 WIB
|
EditorTjahja Gunawan Diredja

NUNUKAN, KOMPAS.com — Nelayan di daerah perbatasan, seperti Nunukan, Kalimantan Utara, berharap agar harga premium subsidi yang akan ditetapkan pemerintah lebih murah daripada harga eceran premium dari Malaysia.

Hal itu diutarakan Masjidil, Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Pulau Sebatik, Nunukan. Jika harga premium subsidi lebih mahal dari eceran premium Malaysia, maka nelayan akan memilih BBM asal Malaysia.

"Kami memerlukan sekitar 20 liter premium setiap hari sehingga, selisih harga, meski hanya Rp 500 per liter misalnya, sangat berarti," katanya, Rabu (15/5/2013).

Terbatasnya premium Indonesia di Nunukan yang dijual di agen penjual minyak dan solar (APMS)—karena Nunukan tidak memiliki SPBU—membuat nelayan mengandalkan premium asal Malaysia.

Harga premium dari negeri tetangga itu Rp 6.000-Rp 6.500 per liter di Nunukan.  

"Ada yang membeli premium itu di Tawau, Malaysia. Premium ditempatkan di jeriken-jeriken, lalu dinaikkan ke kapal, dibawa ke Nunukan untuk dijual eceran ke nelayan. Karena mesin kapal butuh bahan bakar dan premium Indonesia terbatas, BBM Malaysia ya kami beli," katanya.      

Saat ini ada 2.600-an nelayan di Sebatik, pulau di Nunukan yang berbatasan dengan Sabah, Malaysia. Mereka menjalankan sekitar 1.300 kapal penangkap ikan.

 

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X