Kompas.com - 22/05/2013, 04:11 WIB
|
EditorPalupi Annisa Auliani

JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar mengatakan, pemerintah akan menelusuri penyebab runtuhnya terowongan tambang bawah tanah PT Freeport Indonesia. Kecelakaan kerja yang terjadi pada 14 Mei 2013 ini menewaskan 28 pekerja PT Freeport Indonesia. Muhaimin berjanji bila ditemukan keteledoran perusahaan dalam kecelakaan tersebut, pertanggungjawaban akan diminta.

"Intinya kami menyesalkan Freeport, apakah ini kecelakaan karena faktor alam atau apakah ada keteledoran kami usut tuntas. Kalau itu terjadi ada pelanggaran, maka setiap pelanggaran peraturan harus dimintai pertanggungjawaban," ujar Muhaimin di Kompleks Parlemen, Selasa (21/5/2013).

Muhaimin juga menyinggung bahwa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sudah menginstruksikan Kementerian ESDM untuk menginvestigasi peristiwa itu. Kemenakertrans, kata dia, akan membantu melakukan supervisi dalam proses investigasi ini.

Proses investigasi, lanjut Muhaimin, baru akan dilakukan setelah proses evakuasi selesai. "Investigasi bisa kami lakukan kalau korban sudah clear, bersih. Baru kami investigasi. Kalau kami sekarang konsentrasi penyelamatan," kata Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa ini.

Menurut Muhaimin, peristiwa di lokasi tambang Freeport ini merupakan peristiwa yang sangat mengerikan sehingga harus diusut tuntas. "Itu musibah paling mengerikan itu, ambruk itu. Bukan dalam terowongan tertutup, tapi ambruk. Jadi, akan dilakukan investigasi secara detail dengan tim ahli di Kementerian ESDM dan kami supervisi bersama," ujarnya.

Seperti diberitakan, longsor terjadi di area fasilitas pelatihan PT Freeport Indonesia di Distrik Tembagapura, Timika, Papua. Sebanyak 38 orang sudah dievakuasi dari reruntuhan terowongan Big Gossan, dengan 10 orang selamat dan 28 orang meninggal. Menteri ESDM Jero Wacik menyatakan akan segera memanggil Direktur Utama PT Freeport Indonesia Rozik B Soetjipto untuk meminta penjelasan terkait kecelakaan ini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Pemerintah Dinilai Perlu Cepat Turun Tangan Atasi Kenaikan Harga Avtur

    Pemerintah Dinilai Perlu Cepat Turun Tangan Atasi Kenaikan Harga Avtur

    Whats New
    Ditjen Pajak: Peserta PPS Meningkat Sangat Signifikan dalam 24 Jam

    Ditjen Pajak: Peserta PPS Meningkat Sangat Signifikan dalam 24 Jam

    Whats New
    Emiten Pengelola Lucy in The Sky Ekspansi Gerai di Baru di Cikini

    Emiten Pengelola Lucy in The Sky Ekspansi Gerai di Baru di Cikini

    Whats New
    Begini Langkah INACA untuk Bantu Pemulihan Industri Penerbangan

    Begini Langkah INACA untuk Bantu Pemulihan Industri Penerbangan

    Whats New
    Daftar MyPertamina, Boleh Lebih 1 Kendaraan dalam 1 Akun

    Daftar MyPertamina, Boleh Lebih 1 Kendaraan dalam 1 Akun

    Whats New
    Pertamina: 60 Persen Orang Kaya Nikmati BBM Subsidi

    Pertamina: 60 Persen Orang Kaya Nikmati BBM Subsidi

    Whats New
    INACA Ungkap Tantangan yang Dihadapi Maskapai Penerbangan Saat Ini, Apa Saja?

    INACA Ungkap Tantangan yang Dihadapi Maskapai Penerbangan Saat Ini, Apa Saja?

    Whats New
    Simak 3 Tips agar UMKM Tembus Pasar Global

    Simak 3 Tips agar UMKM Tembus Pasar Global

    Work Smart
    Pemerintah Diminta Beri Insentif buat Produk Keuangan 'Hijau', Ini Alasannya

    Pemerintah Diminta Beri Insentif buat Produk Keuangan "Hijau", Ini Alasannya

    Whats New
    Daripada Impor Daging dari India, Peternak Minta Bulog Serap Sapi dan Kerbau Mereka yang Bebas PMK

    Daripada Impor Daging dari India, Peternak Minta Bulog Serap Sapi dan Kerbau Mereka yang Bebas PMK

    Whats New
    BERITA FOTO: Pandemi Mereda, 'Angin Segar' Bisnis Kuliner

    BERITA FOTO: Pandemi Mereda, "Angin Segar" Bisnis Kuliner

    Whats New
    Pemotor Tak Perlu Daftar MyPertamina saat Beli Pertalite

    Pemotor Tak Perlu Daftar MyPertamina saat Beli Pertalite

    Whats New
    Digiserve by Telkom Indonesia Tunjuk Adil Siagian sebagai Direktur Sales dan Operation

    Digiserve by Telkom Indonesia Tunjuk Adil Siagian sebagai Direktur Sales dan Operation

    Whats New
    Gotrade Sudah Legal di Indonesia, Saham Emiten Ternama Negeri Paman Sam Kini Bisa Dibeli mulai dari 1 Dollar AS

    Gotrade Sudah Legal di Indonesia, Saham Emiten Ternama Negeri Paman Sam Kini Bisa Dibeli mulai dari 1 Dollar AS

    BrandzView
    MRT Fatmawati-TMII Dibangun Tahun Depan, Panjang 12 Km dan Lewati 10 Stasiun

    MRT Fatmawati-TMII Dibangun Tahun Depan, Panjang 12 Km dan Lewati 10 Stasiun

    Whats New
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.