Kompas.com - 31/05/2013, 21:21 WIB
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Langkah Menteri Perdagangan (Mendag) Gita Wirjawan melakukan stabilisasi harga daging menjelang bulan Puasa dan Lebaran dinilai tepat untuk menghindari kenaikan laju inflasi.

Pengamat ekonomi dari CIDES, Umar Juoro mengatakan kebutuhan masyarakat terhadap daging sapi menjelang puasa dan lebaran tentu tinggi, sehingga harus diimbangi dengan pasokan yang memadai.

“Yang harus dilakukan pemerintah pertama adalah menstabilkan harga daging sapi untuk menghindari kenaikan inflasi. Kalau sampai terjadi inflasi tentu yang terkena dampaknya nanti masyarakat bawah,” katanya dalam siaran pers Jumat (31/5/2013).

Data yang dirilis BPS menunjukkan saat ini ketersediaan sapi di Tanah Air diperkirakan baru mampu memenuhi tak sampai 50 persen kebutuhan masyarakat. Kondisi ini pula yang memicu tingginya harga daging sapi akhir-akhir ini.

“Jaminan pasokan ini penting agar harga daging dapat kembali normal. Mendag, Mentan, dan menteri serta pihak-pihak terkait lainnya harus berusaha serius meningkatkan produsen sapi di dalam negeri ke depan, agar kejadian tingginya harga daging tak terus berulang di masa-masa mendatang,” katanya.

Guna menghindari tingginya harga daging di masa mendatang, lanjut Umar Juoro, perlu juga dirumuskan langkah-langkah strategis dalam rangka meningkatkan produksi sapi di dalam negeri.

 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X