Kompas.com - 19/08/2013, 07:40 WIB
Papan yang menunjukkan pergerakan perdagangan saham di Jakarta, Senin (29/4/2013). KOMPAS/HERU SRI KUMOROPapan yang menunjukkan pergerakan perdagangan saham di Jakarta, Senin (29/4/2013).
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Langkah Indeks Harga Saham Gabungan kembali diuji kekuatannya pada perdagangan awal pekan ini, Senin (19/8/2013). Tekanan jual yang cukup besar diperkirakan mewarnai pergerakan indeks sehingga indeks kembali rawan melemah.

Sentimen negatif datang dari gerak bursa global di akhir pekan lalu. Indeks Dow Jones Industrial Average turun 30,72 poin (0,20 persen) ke level 15.081,47. Indeks S&P 500 melempem 5,49 poin (0,33 persen) ke level 1.655,83. Indeks Komposit Nasdaq turun 3,34 poin (0,09 persen) ke level 3.602,78. Indeks Dow Jones mengalami koreksi mingguan terdalam, yakni sekitar 2,2 persen dalam sepekan ini. Hal itu merupakan koreksi terparah sejak Juni 2012. Sementara Indeks S&P 500 dan Nasdaq menderita kehilangan yang cukup dalam sejak Juni 2013.

Pada perdagangan akhir pekan lalu IHSG ditutup ambles 116,48 poin (2,49 persen) ke level 4.568,65 dengan jumlah transaksi sebanyak 9,1 juta lot atau setara dengan Rp 4,9 triliun. Investor asing tercatat melakukan penjualan bersih di pasar reguler sebesar Rp 811 miliar dengan saham yang paling banyak dijual antara lain BBRI, ASII, TLKM, BMRI dan SMGR. Mata uang rupiah terdepresiasi ke level Rp 10.430 per dollar AS.

Riset Trust Securities memeringatkan investor mengantisipasi lanjutnya pelemahan indeks. Pada perdagangan hari ini diperkirakan IHSG akan berada pada level dukungan 4.555-4.586 dan resisten di 4.658-4.687. Berpola menyerupai evening star di bawah middle bollinger bands (MBB), MACD cenderung turun dengan histogram positif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic downreversal mendekati area jenuh jual.

"Kondusifnya sentimen membawa IHSG di bawah target dukungan di level 4.642-4.672 support kami dan dapat mematahkan tren mendatar menjadi pelemahan," sebutnya.

Secara teknikal, menurut riset eTrading Securities, pelemahan IHSG akhir pekan lalu menghasilkan sinyal dead cross pada indikator stochastic. Untuk awal pekan ini diperkirakan IHSG akan melemah. Dengan level dukungan di 4.500 dan resisten di 4.700. Adapun saham-saham yang dapat diperhatikan adalah BRMS, HRUM dan LPKR.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.