Kompas.com - 24/08/2013, 07:56 WIB
|
EditorPalupi Annisa Auliani
JAKARTA, KOMPAS.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengizinkan emiten membeli kembali sahamnya (buyback) tanpa melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Namun, buyback tanpa RUPS ini hanya dapat dilakukan bila indeks bursa turun secara kumulatif 15 persen dalam 3 hari berturut-turut.

"Dalam kondisi tersebut, perusahaan dapat membeli kembali sahamnya sampai batas maksimal 20 persen dari modal disetor tanpa persetujuan RUPS," kata Ketua OJK Muliaman D Hadad, dalam siaran pers di Jakarta, Jumat (23/8/2013). Kebijakan ini diambil sebagai antisipasi penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Muliaman menambahkan, aturan ini terangkum dalam Peraturan OJK Nomor 02/POJK.04/2013 tentang Pembelian Kembali Saham yang Dikeluarkan oleh Emiten atau Perusahaan Publik dalam Kondisi Pasar yang Berfluktuasi secara Signifikan.

Di dalamnya diatur pula bahwa pembelian kembali ini baru dapat dilakukan setelah emiten menyampaikan keterbukaan informasi kepada OJK dan BEI paling lambat tujuh hari sejak syarat kondisi bursa tersebut terpenuhi. "Pembelian kembali tersebut hanya dapat dilakukan dalam jangka waktu paling lama tiga bulan setelah penyampaian keterbukaan informasi dimaksud," tambah Muliaman.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.