Kompas.com - 08/10/2013, 11:06 WIB
Ketua APEC Business Advisory Council Wisnhu Wardhana memberikan pidato pengantar pada APEC CEO Summit di Nusa Dua, Bali, Minggu (6/10/2013). KOMPAS IMAGES/VITALIS YOGI TRISNA Ketua APEC Business Advisory Council Wisnhu Wardhana memberikan pidato pengantar pada APEC CEO Summit di Nusa Dua, Bali, Minggu (6/10/2013).
|
EditorErlangga Djumena

NUSA DUA, KOMPAS.com - Hari ini, Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia Pacific Economic Cooperation (APEC) akan membahas isu tentang konektivitas negara-negara anggota APEC. Hal ini seiring dengan kesepakatan bersama soal pertumbuhan ekonomi di masing-masing negara.

Ketua APEC Business Advisory Council (ABAC) Wishnu Wardhana mengatakan, sejak pendirian APEC, peran dunia dalam kegiatan afiliasi ini semakin tidak tergantikan. Apalagi dalam menghadapi tantangan global yang ada.

"Kami kemarin baru saja membahas soal sistem perdagangan multilateral guna menghadapi ekonomi global yang saat ini melemah. Kali ini kami akan melanjutkannya dengan isu konektivitas antara negara APEC," kata Wishnu di KTT APEC Nusa Dua Bali, Selasa (8/10/2013).

Selaku tuan rumah APEC ini, Indonesia juga mengedepankan pentingnya peran APEC dalam mempersempit jarak pembangunan ekonomi antara sistem perdagangan multilateral yang saat ini tengah diupayakan melalui Doha Development Agenda (DDA) yang dibahas di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

Pertemuan hari ini juga akan ditutup dengan membahas agenda pertumbuhan berkelanjutan di antara negara-negara anggota APEC. APEC merupakan kerjasama ekonomi di Asia Pasifik yang terdiri dari 21 anggota termasuk Amerika Serikat, Australia, Brunei Darussalam, Chili, China, Indonesia, Jepang, Korea, Malaysia, Meksiko, Papua Nugini, Peru, Selandia Baru, Singapura, Taipei, Thailand dan Vietnam. Indonesia merupakan negara anggota APEC yang bergabung sejak APEC didirikan pada tahun 1989 di Australia.

Pada tahun 1994, Indonesia untuk pertama kalinya menjadi tuan rumah ajang tersebut. Hasilnya ada Deklarasi Bogor yang menyepakati sasaran pencapaian perdagangan dan investasi terbuka bagi negara maju pada 2010 dan bagi ekonomi negara berkembang pada 2020.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca tentang


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.