APEC Gandeng Negara Kepulauan Pasifik Tangani Perubahan Iklim

Kompas.com - 08/10/2013, 11:14 WIB
|
EditorErlangga Djumena

NUSA DUA, KOMPAS.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada hari ini, Selasa (8/10/2013) pukul 09.00 WITA memimpin Informal Conversation negara-negara yang tergabung dalam APEC dengan negara-negara di Kepulauan Pasifik.

Dalam pertemuan tersebut, negara Kepulauan Pasifik yang hadir di antaranya adalah Fiji, Solomon, Kiribati dan Kepulauan Marshal. Mengawali pertemuan tersebut, Presiden SBY menyampaikan, hubungan dan kerja sama yang terjalin antara Negara anggota APEC dengan Negara Kepulauan Pasifik terfokus dalam menangani perubahan lingkungan (climate change), ataupun bencana alam yang sering terjadi di kawasan ini.

Oleh karena itulah, APEC mengundang negara di Kepulauan Pasifik ini untuk melaksanakan pertemuan informal dengan menyampaikan pandangan dan pemikiran beliau yang tentu akan ada manfaatnya bagi kerja sama yang lebih luas.

“Pertemuan pada pagi hari ini, tentunya akan memberikan pengaruh kepada dua hal yakni kerja sama intra APEC maupun kerja sama non-APEC dengan negara di Asia Pasifik ini,” kata Presiden SBY di Bali International Convention Center (BICC) Nusa Dua, Selasa (8/10/2013).

Setelah menyampaikan pengantar, Presiden SBY memberikan kesempatan kepada masing-masing negara Kepulauan Pasifik untuk menyampaikan pendapatnya. Setelah itu, Presiden SBY akan memberikan kesempatan kepada perwakilan dari negara APEC untuk menyampaikan pendapatnya, di antaranya adalah Perdana Menteri Papua Nugini, Presiden Korea, Menteri Luar Negeri Peru, dan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry.

Dalam salah satu perwakilannya, Presiden Republik Kiribati, Anote Tong, menyampaikan terima kasih dengan kesempatan yang diberikan para pemimpin APEC. Mereka menyadari bagaimana pentingnya pertemuan antara negara APEC dan Pasifik dalam menangani masalah climate change. Kontribusi yang diberikan berupa konsep dan ide mengenai pengembangan, development and equity dalam penanganan lingkungan.

Setelah agenda pertemuan ini, Presiden SBY akan mengikuti APEC Economic Leaders Meeting Retreat II di Plaza Hotel Sofitel yang dilanjutkan dengan APEC Leaders Working Luncheon sampai dengan pukul 13.30 WITA.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

R&I Pertahankan Rating Utang RI, BI: Stabilitas Ekonomi Indonesia Terjaga

R&I Pertahankan Rating Utang RI, BI: Stabilitas Ekonomi Indonesia Terjaga

Whats New
Setelah Terseok-seok, IHSG Berpeluang Bangkit Hari Ini

Setelah Terseok-seok, IHSG Berpeluang Bangkit Hari Ini

Earn Smart
Nasabah Kresna Life Gugat OJK ke Pengadilan, Apa Saja Tuntutannya?

Nasabah Kresna Life Gugat OJK ke Pengadilan, Apa Saja Tuntutannya?

Whats New
Saatnya Berbagi Cuan Tambang dengan Lingkungan dan Masyarakat Sekitar

Saatnya Berbagi Cuan Tambang dengan Lingkungan dan Masyarakat Sekitar

Whats New
10 Negara OPEC Turunkan Produksi, Harga Minyak Dunia Terpantau Menguat

10 Negara OPEC Turunkan Produksi, Harga Minyak Dunia Terpantau Menguat

Whats New
Daftar 10 Perusahaan Penerima PMN BUMN Rp 73 Triliun dan Rincian Penggunaan Dananya

Daftar 10 Perusahaan Penerima PMN BUMN Rp 73 Triliun dan Rincian Penggunaan Dananya

Whats New
BI: Meski Dikepung Inflasi Wilayah Sekitar, Babel Justru Deflasi 0,15 Persen Per Juni

BI: Meski Dikepung Inflasi Wilayah Sekitar, Babel Justru Deflasi 0,15 Persen Per Juni

Whats New
Beli Migor Curah Pakai PeduliLindungi Dikritik 'Ribet', Mendag Zulhas: kalau Mau Mudah, Pakai NIK KTP...

Beli Migor Curah Pakai PeduliLindungi Dikritik "Ribet", Mendag Zulhas: kalau Mau Mudah, Pakai NIK KTP...

Whats New
[POPULER MONEY] 5 RS Segera Uji Coba Kelas Rawat Inap Standar JKN | Bukalapak Digugat Rp 1,1 Triliun

[POPULER MONEY] 5 RS Segera Uji Coba Kelas Rawat Inap Standar JKN | Bukalapak Digugat Rp 1,1 Triliun

Whats New
Inflasi Turki Capai 78,6 Persen, Rekor Tertinggi dalam 20 Puluh Tahun

Inflasi Turki Capai 78,6 Persen, Rekor Tertinggi dalam 20 Puluh Tahun

Whats New
Uji Coba LRT Jabodebek Diundur Jadi Desember 2022, Mulai Beroperasi 2023

Uji Coba LRT Jabodebek Diundur Jadi Desember 2022, Mulai Beroperasi 2023

Whats New
Biaya Admin, Setoran Awal, dan Cara Buka Rekening BRI Britama X

Biaya Admin, Setoran Awal, dan Cara Buka Rekening BRI Britama X

Whats New
Cara Cek Resi Shopee Express dengan Mudah dan Praktis

Cara Cek Resi Shopee Express dengan Mudah dan Praktis

Whats New
Syarat dan Cara Mengaktifkan Shopee PayLater dengan Mudah

Syarat dan Cara Mengaktifkan Shopee PayLater dengan Mudah

Whats New
Pengusaha Puji Sri Mulyani, Sudah Diberi Tax Amnesty, Lalu Dikasih PPS

Pengusaha Puji Sri Mulyani, Sudah Diberi Tax Amnesty, Lalu Dikasih PPS

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.