Kemendag: 2014 Impor Bahan Baku Tinggi

Kompas.com - 15/11/2013, 18:20 WIB
Bayu Krisnamurthi k9-11Bayu Krisnamurthi
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com – Realisasi investasi yang ditanam sepanjang 2012 dan 2013 diperkirakan akan dilakukan pada tahun depan. Akibatnya, kata Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi, pada tahun 2014 portofolio impor akan semakin besar oleh barang modal dan bahan penolong.

“Biasanya realisasi investasi seperti pembangunan pabrik, pembangunan kegiatan yang riil berlangsung 18-24 bulanan. Jadi artinya, sampai tahun 2014 masih akan tetap diwarnai implementasi dari kegiatan investasi,” kata Bayu di kantornya, Jakarta, Jumat (15/11/2013).

Bayu mengatakan, tekanan impor mesin-mesin dan bahan baku industri tetap tinggi. Kondisi ini terus akan berlanjut hingga tahun 2015, dan membuat neraca perdagangan semakin timpang.

“Kecuali pada 2014 itu sebagian sudah ada yang bisa melakukan ekspor, dan pada 2015 ekonomi dunia beranjak pulih,” ujarnya.

Di sisi lain, lanjut Bayu, pemerintah terus mencari cara agar bisa semakin mengurangi impor barang konsumsi. Meskipun pada saat ini impor barang konsumsi sudah cukup rendah sekitar 6-7 persen dari total portofolio impor.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X