Pemerintah: Mobil Murah untuk Hadapi Pasar Bebas

Kompas.com - 19/11/2013, 14:35 WIB
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, kebijakan low cost green car atau mobil murah ramah lingkungan digulirkan untuk menguatkan perekonomian bangsa. Selain itu, kebijakan tersebut juga dianggap sebagai antisipasi persaingan pasar bebas ASEAN dan internasional yang dimulai 2015 mendatang.

Dalam sidang paripurna Dewan Perwakilan Daerah, Hatta menjelaskan lebih gamblang, pertimbangan pemerintah menggulirkan kebijakan mobil murah dan hemat energi adalah untuk menutupi kebutuhan kendaraan bermotor dalam negeri akibat pertumbuhan ekonomi.

Menurutnya, meningkatnya pendapatan per kapita di Indonesia membawa dampak naiknya kebutuhan kendaraan bermotor yang sejalan dengan bertambahnya kegiatan komersial, industri, serta mobilitas orang dan barang.

"Indonesia memiliki peluang untuk meningkatkan produksinya guna memenuhi kebutuhan masyarakat. Bila peluang ini tidak diisi dengan produk dalam negeri, maka produk impor akan menguasai pasar dalam negeri," kata Hatta, sekaligus mewakili Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjawab pertanyaan DPD, di Gedung Parlemen, Jakarta, Selasa (19/11/2013).

Mengenai antisipasi persaingan pasar bebas ASEAN dan internasional, Hatta melanjutkan, sejak 2008 ASEAN Free Trade Area (FTA) bidang barang telah diberlakukan secara bertahap. Sejalan dengan itu, sektor otomotif menjadi salah satu prioritas untuk diintegrasikan dalam pasar ASEAN.

Di tingkat regional APEC, pembahasan difokuskan pada isu pengembangan kendaraan bermotor yang hemat energi dan ramah lingkungan dalam rangka mendukung penurunan emisi gas rumah kaca serta pencapaian yang berkelanjutan. "Untuk menyikapi persaingan, Indonesia dituntut menciptakan kendaraan hemat energi dan harga terjangkau. Saat ini Thailand, Malaysia, China, Jepang, dan Korea telah memproduksi kendaraan sejenis," ujar Hatta.

Jika Indonesia tak mampu memenuhi permintaan masyarakat akan mobil hemat energi dan harga terjangkau, Hatta khawatir akan terjadi banjir impor kendaraan jenis itu di Indonesia. "Peluang pasar bebas harus kita manfaatkan, produk otomotif dalam negeri harus mampu diekspor," katanya.

Seperti diberitakan, jawaban Hatta adalah respons atas salah satu pertanyaan yang disampaikan sejumlah anggota DPD kepada pemerintah. Dalam pertanyaannya, DPD meminta Presiden SBY menjelaskan alasan mengeluarkan kebijakan mobil murah, dan menyampaikan gagasan agar kebijakan tersebut tak menambah padat volume kendaraan di kota-kota besar.

Pertanyaan anggota DPD dilayangkan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melalui hak bertanya. Presiden mengutus tiga menteri untuk mewakilinya menjawab pertanyaan dalam Sidang Paripurna DPD.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Simak 4 Tips Investasi Emas untuk Investor Pemula

Simak 4 Tips Investasi Emas untuk Investor Pemula

Earn Smart
Luhut Targetkan Penanaman Mangrove 600.000 Hektar Selesai pada 2024

Luhut Targetkan Penanaman Mangrove 600.000 Hektar Selesai pada 2024

Whats New
Petrokimia Gresik Salurkan Beasiswa Rp 300 Juta untuk 331 Anak

Petrokimia Gresik Salurkan Beasiswa Rp 300 Juta untuk 331 Anak

Whats New
Bantu Pengrajin Limbah Kertas Punya Logo Brand, Sandiaga: Ini Adalah Bentuk Dukungan Pemerintah yang Konkret...

Bantu Pengrajin Limbah Kertas Punya Logo Brand, Sandiaga: Ini Adalah Bentuk Dukungan Pemerintah yang Konkret...

Whats New
Peningkatan Literasi Digital UMKM Berpotensi Tingkatkan Ekonomi Sebesar Rp 546,5 Triliun

Peningkatan Literasi Digital UMKM Berpotensi Tingkatkan Ekonomi Sebesar Rp 546,5 Triliun

Whats New
XL Axiata Dorong Percepatan Digitalisasi UMKM

XL Axiata Dorong Percepatan Digitalisasi UMKM

Rilis
Neraca Pembayaran Indonesia Surplus 2,4 Miliar Dollar AS di Kuartal II-2022

Neraca Pembayaran Indonesia Surplus 2,4 Miliar Dollar AS di Kuartal II-2022

Whats New
Apa Itu Manajemen: Pengertian, Fungsi, dan Tujuannya

Apa Itu Manajemen: Pengertian, Fungsi, dan Tujuannya

Earn Smart
Cara Transfer Uang lewat ATM BRI dan ATM Bersama dengan Mudah

Cara Transfer Uang lewat ATM BRI dan ATM Bersama dengan Mudah

Spend Smart
Harga Pertalite Diisukan Naik jadi Rp10.000, Blue Bird Belum Siapkan Kenaikan Tarif Buka Pintu

Harga Pertalite Diisukan Naik jadi Rp10.000, Blue Bird Belum Siapkan Kenaikan Tarif Buka Pintu

Whats New
Ketimbang Naikkan Harga Pertalite, Ekonom Sarankan Pemerintah Tunda Proyek Infrastruktur

Ketimbang Naikkan Harga Pertalite, Ekonom Sarankan Pemerintah Tunda Proyek Infrastruktur

Whats New
East Ventures Pimpin Pendanaan Tahap Awal untuk Startup Properti Kabina

East Ventures Pimpin Pendanaan Tahap Awal untuk Startup Properti Kabina

Whats New
Erick Thohir: Kontribusi BUMN dari Pajak dan Dividen ke Negara 3 Kali Lipat Lebih Besar Ketimbang Utang

Erick Thohir: Kontribusi BUMN dari Pajak dan Dividen ke Negara 3 Kali Lipat Lebih Besar Ketimbang Utang

Whats New
Targetkan Swasembada Pangan, Kementan Bersama Satgassus Pencegahan Korupsi Polri Kawal Distribusi Pupuk Bersubsidi

Targetkan Swasembada Pangan, Kementan Bersama Satgassus Pencegahan Korupsi Polri Kawal Distribusi Pupuk Bersubsidi

Rilis
6 Bandara AP I Layani Kepulangan 46.579 Jemaah Haji

6 Bandara AP I Layani Kepulangan 46.579 Jemaah Haji

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.