Per September, Produksi Udang Capai 480.000 Ton

Kompas.com - 28/12/2013, 12:41 WIB
Pekerja menebar pakan di tambak udang vaname di Desa Dalegan, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Sabtu (16/2/2013). Kampung Vaname mulai berkembang seiring bangkitnya kembali usaha budidaya udang rakyat yang pernah terpuruk akibat serangan penyakit udang. Usaha budidaya udang dikembangkan dengan perbaikan pola budidaya.

KOMPAS/BM LUKITA GRAHADYARINIPekerja menebar pakan di tambak udang vaname di Desa Dalegan, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Sabtu (16/2/2013). Kampung Vaname mulai berkembang seiring bangkitnya kembali usaha budidaya udang rakyat yang pernah terpuruk akibat serangan penyakit udang. Usaha budidaya udang dikembangkan dengan perbaikan pola budidaya.
EditorPalupi Annisa Auliani
PEKANBARU, KOMOPAS.com - Produksi udang nasional sampai September 2013 terdata mencapai 480.000 ton. Angka tersebut melampaui produksi 2012 yang mencapai 457.600 ton.

"Produksi tahun ini didukung program revitalisasi tambak dengan demfarm," kata Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif C Sutardjo, Sabtu (28/12/2013).

Penambahan produksi tersebut, kata Sharif, juga berkorelasi positif dengan bertambahnya luasan tambak budi daya udang di sekitar tambak demfarm.

"Ada penambahan luasan tambak baru seluas 675 hektare di enam lokasi," ujar Sharif. Enam lokasi itu tersebar di Serang, Tangerang, Karawang, Subang, Indramayu, dan Cirebon.

Menurut Sharif, revitalisasi tambak juga menyerap tenaga kerja cukup banyak. "Tenaga kerja maupun musiman yang terserap mencapai 130.000 orang," sebut dia.

Sharif berpendapat pula bahwa budidaya perikanan kini sudah menjadi barometer pembangunan perikatan nasional. Tantangannya sekarang, kata dia, adalah menjadikan budidaya perikanan sebagai ujung tombak untuk menggerakkan perekonomian nasional dan ketahanan pangan.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan, Slamet Soebjakto, menambahkan saat ini kementeriannya sedang melakukan perbaikan infrastruktur berupa saluran primer, sekunder, dan tersier.

Perbaikan tersebut diharapkan dapat mendukung produksi kawasan tambak. Untuk pengoptimalan lahan tambak, ujar Slamet, kementerian berupaya pula mengajak keterlibatan masyarakat pembudidaya, swasta di bidang perikanan budidaya, perbankan, dan pihak terkait lain. "Untuk dapat bersinergi menngkatkan produksi perikanan dengan nilai tambah dan berdaya saing."

Slamet menambahkan lagi, program demfarm hanya merupakan stimulan dengan luasan terbatas. Namun, ujar dia, program ini memperlihatkan bahwa budidaya udang masih punya potensi lebih dengan menerapkan teknologi.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Antara
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.