Kompas.com - 11/01/2014, 10:36 WIB
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - TAHUN 2002, Tanti Guntari (41) keluar dari perusahaan asing dan banting setir menjadi seorang wirausaha. Setelah menggeluti bisnis penyewaan tanaman, kini Tanti serius mengembangkan usaha olahan lidah buaya (”Aloe vera”) yang bahkan turut memberdayakan warga sekitar.

Awalnya, Tanti mengikuti pelatihan teknologi budidaya tepat guna yang diadakan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Sosial Depok, Jawa Barat, serta Universitas Indonesia. Dari sana, Tanti kemudian terinspirasi untuk memulai usaha pengolahan lidah buaya, khususnya jenis chinensis yang dapat dikonsumsi dan berpelepah besar.

Lidah buaya jenis itu disebutkan sangat mudah dibudidayakan. Dalam 3-4 bulan saja, satu tanaman lidah buaya mampu menghasilkan anakan yang jumlahnya banyak sehingga dapat menghasilkan lebih banyak indukan lidah buaya.

Produksi awal manisan lidah buaya dibuat dari 10 kilogram pelepah lidah buaya yang dibelinya di pasar kembang. Pelepah lidah buaya dicuci bersih di air mengalir kemudian direbus di air gula dan dimasukkan dalam plastik kecil panjang, dibuat es mambo. Es mambo itu kemudian dipasarkan di sekolah-sekolah dan ternyata laku keras dengan harga Rp 1.000 per buah.

Tanti memasarkan es mambo itu sambil terus bereksperimen membuat minuman lidah buaya atau nata aloe vera. Ia mencuci lidah buaya di air mengalir hingga bersih, kemudian lidah buaya dipasteurisasi untuk membunuh kuman dan mikroorganisme serta ditambahkan sari buah lychee sebagai perasa. Ia mendapati, lidah buaya harus diperlakukan sangat hati-hati. Ada titik kritis yang harus dijaga agar daging lidah buaya tidak berubah warna, atau bahkan menjadi cair.

Dia juga memilih untuk tidak menambahkan zat-zat kimia tambahan untuk produknya seperti pewarna, pemanis buatan, atau pengawet. Dengan pemrosesan yang benar, Tanti menyebutkan, minuman nata aloe vera yang diberi nama Olavera itu dapat bertahan hingga satu tahun.

Selain menemukan resep untuk minuman lidah buayanya, Tanti pun akhirnya berhasil membudidayakan tanaman lidah buaya di lahan seluas 2.000 meter persegi miliknya. Dibutuhkan waktu satu tahun untuk menunggu panen pertama. Setelah itu, setiap bulan, sebanyak tiga pelepah dapat dipanen per satu tanaman lidah buaya.

Pertama kali, dia menggunakan kemasan dalam cup atau gelas plastik. Semakin lama, dengan banyaknya informasi yang didapat, bahwa kemasan kaca lebih baik dari plastik, ia pun mengemas minuman lidah buayanya di botol kaca agar lebih tahan lama.

”Saya punya beban moral untuk membuat makanan yang sehat, bebas dari bahan kimia berbahaya. Karena itu, saya tidak menggunakan pengawet dan pemanis buatan. Semuanya bahan alami,” ujar Tanti.

Apa yang dia bicarakan itu, kata dia, akan diuji ada atau tidaknya keluhan pembeli. Saat ini, produk yang dibuatnya tak hanya minuman lidah buaya, tetapi juga kerupuk lidah buaya, teh lidah buaya, hingga kue bolu yang dibuat dari lidah buaya. Teh lidah buaya dibuat dari kulit lidah buaya sisa pembuatan minuman lidah buaya. Adapun pada pembuatan bolu, margarin diganti dengan lidah buaya sehingga kue yang dihasilkan rendah lemak.
Pekarangan rumah

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bank Sinarmas Luncurkan Aplikasi Simobiplus, Apa Saja Keunggulannya?

Bank Sinarmas Luncurkan Aplikasi Simobiplus, Apa Saja Keunggulannya?

Rilis
Blue Bird Akan Tambah 4.000 Armada Lebih di 2022

Blue Bird Akan Tambah 4.000 Armada Lebih di 2022

Whats New
Berencana Ekspansi ke RI, Perusahaan Asal Malaysia Ini  Cari Agen untuk Tawarkan Tabungan Emas

Berencana Ekspansi ke RI, Perusahaan Asal Malaysia Ini Cari Agen untuk Tawarkan Tabungan Emas

Whats New
Kode Bank BCA Syariah dan Bank Lain untuk Transaksi Transfer Antarbank

Kode Bank BCA Syariah dan Bank Lain untuk Transaksi Transfer Antarbank

Spend Smart
Cara Daftar m-Banking BRI, BNI, BCA, dan Mandiri dengan Mudah

Cara Daftar m-Banking BRI, BNI, BCA, dan Mandiri dengan Mudah

Whats New
PT Vale Indonesia Targetkan Produksi Nikel Tumbuh 3 Kali Lipat di 2025

PT Vale Indonesia Targetkan Produksi Nikel Tumbuh 3 Kali Lipat di 2025

Whats New
Laba Bersih BRI Setara 25,5 Persen Total Laba Seluruh BUMN di 2021

Laba Bersih BRI Setara 25,5 Persen Total Laba Seluruh BUMN di 2021

Whats New
Sri Mulyani Pastikan 3 Provinsi Baru di Papua Bakal Punya Anggaran Khusus Pemilu 2024

Sri Mulyani Pastikan 3 Provinsi Baru di Papua Bakal Punya Anggaran Khusus Pemilu 2024

Whats New
Simak 3 Tips Meningkatkan Strategi Marketing Lewat TikTok

Simak 3 Tips Meningkatkan Strategi Marketing Lewat TikTok

Work Smart
Vaksin Bosster Jadi Syarat Perjalanan, Kemenhub: Pokso Vaksinasi Akan Tersedia di Terminal, Bandara dan Pelabuhan

Vaksin Bosster Jadi Syarat Perjalanan, Kemenhub: Pokso Vaksinasi Akan Tersedia di Terminal, Bandara dan Pelabuhan

Whats New
Besok, Pemerintah Luncurkan Minyak Goreng Curah Kemasan Sederhana Seharga Rp 14.000/liter

Besok, Pemerintah Luncurkan Minyak Goreng Curah Kemasan Sederhana Seharga Rp 14.000/liter

Whats New
Kementan Pastikan 1,8 Juta Hewan Kurban Aman untuk Penuhi Kebutuhan Idul Adha

Kementan Pastikan 1,8 Juta Hewan Kurban Aman untuk Penuhi Kebutuhan Idul Adha

Rilis
INA dan SRF China Jalin Kerja Sama Investasi di Indonesia

INA dan SRF China Jalin Kerja Sama Investasi di Indonesia

Rilis
Bos BPJS Kesehatan: Kami Berharap Sampai 2024 Tidak Ada Kenaikan Iuran

Bos BPJS Kesehatan: Kami Berharap Sampai 2024 Tidak Ada Kenaikan Iuran

Whats New
Vaksin Booster Jadi Syarat Perjalanan, Ini Kata Kemenhub dan KAI

Vaksin Booster Jadi Syarat Perjalanan, Ini Kata Kemenhub dan KAI

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.