Kompas.com - 04/02/2014, 21:21 WIB
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan berharap  PT Merpati Nusantara Airlines (MNA) sebisa mungkin kembali beroperasi sebelum Februari 2014 berakhir.

Pasalnya, sesuai aturan Kementerian Perhubungan, jika maskapai tidak beroperasi selama 21 hari, maka Air Operator Certificate (AOC) terancam dicabut. Merpati saat ini berhenti beroperasi untuk sementara waktu mulai 1 Februari 2014. "Kalau bisa sebelum 21 hari, Merpati bisa terbang lagi," kata Dahlan ditemui di sela-sela launching buku Road to Semen Indonesia: Transformasi Korporasi, Mengubah Konflik Menjadi Kekuatan, di Jakarta, Selasa (4/2/2014).

Sebagaimana diketahui, tidak beroperasinya maskapai pelat merah tersebut merupakan buntut dari keruwetan manajemen Merpati. Selama 3 bulan belakangan, karyawan Merpati tak menerima gaji. Utang Merpati pun semakin menumpuk.

Mengenai hal ini, Dahlan menyampaikan bahwa urusan gaji sudah seharusnya dipikirkan sendiri oleh direksi Merpati. Sementara itu, uang dari PT Perusahaan Pengelolaan Aset (PPA) tidak bisa begitu saja cair, namun melalui prosedur yang membutuhkan waktu.

Ditemui di kantor Merpati, Selasa siang, Sekjen Forum Pegawai Merpati (FPM) Ery Wardhana mengatakan, jika 21 hari setelah 1 Februari 2014 Merpati belum juga terbang, maka Kementerian Perhubungan akan mencabut izin AOC. Jika AOC dicabut Kementerian Perhubungan, lanjut Ery, sama saja anak usaha Merpati juga tidak akan bisa terbang.

"Jadi pertanyaan mendasar sekarang ini, kenapa Merpati tidak mendapat bantuan PMN?" tukasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.