Uang Kertas Pecahan Rp 100.000 Paling Banyak Dipalsukan

Kompas.com - 20/02/2014, 18:07 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia (BI) dan Badan Reserse Kriminal Kepolisian Republik Indonesia (Bareskrim Polri) hari ini melakukan pemusnahan temuan uang rupiah palsu sebanyak 135.110 lembar dari berbagai pecahan mulai dari Rp 100.000 hingga Rp 1.000.

Direktur Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri Brigjen Pol Arief Sulistyanto mengatakan, uang rupiah palsu yang dimusnahkan merupakan hasil temuan dari proses penyortiran uang kertas di BI dan dari masyarakat.

Temuan tersebut terkumpul sejak tahun 2008 hingga 2013 dan tersimpan di Bareskrim Polri. "Untuk tahun 2013 ini yang dominan (dipalsukan) pecahan Rp 100.000. Pada dasarnya, memalsukan uang pecahan Rp 100.000 dan Rp 1.000 hukumannya sama. Tapi nilai ekonomi pecahan Rp 100.000 lebih besar, jadi untungnya juga lebih besar," kata Arief di Jakarta, Kamis (20/2/2014).

Maraknya pemalsuan terhadap uang rupiah diakui Arief lantaran berkembangnya teknologi mesin pencetak alias printer. Uang rupiah yang dipalsukan menggunakan mesin pencetak berwarna.

"Modus yang banyak ditemukan itu seiring perkembangan teknologi printer. Uang palsu dicetak dengan printer berwarna. Ini menjadi kewaspadaan BI dan Polri atas modus semacam ini," ujar dia.

Uang rupiah palsu yang dimusnahkan merupakan hasil temuan dari proses penyortiran uang kertas di BI dan laporan masyarakat pada kepolisian dan perbankan.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X