Demi Kota Gas, PGN Disarankan Akuisisi Pertagas

Kompas.com - 21/02/2014, 18:28 WIB
Jaringan pipa gas. Perusahaan Gas Negara (PGN)Jaringan pipa gas.
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Rencana Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) menjadikan Jakarta sebagai Kota Gas, akan berdampak besar pada pengurangan penggunaan BBM.

Kepala Pengkajian Energi Universitas Indonesia, Iwa Garniwa menilai hal tersebut sangat positif. Namun menurutnya, untuk mempercepat pembangunan jaringan gas di Jakarta dan berbagai kota lainnya di Indonesia, PGN tidak bisa menjalankannya sendiri.

Untuk itu, ia menyarankan agar perusahaan trader dan broker gas yang selama ini mendapatkan gas dari PT Pertagas, anak usaha PT Pertamina untuk ikut membangun infrastruktur gas.

“Harusnya para trader yang beli gas dari Pertagas itu juga bangun infrastruktur untuk melengkapi infrastruktur gas di Indonesia," kata Iwa dalam keterangan tertulisnya, Jumat (21/2).

Selama ini kata Iwa, PGN yang banyak mengembangkan infrastruktur gas di Indonesia. Adapun Pertagas, banyak mendapat jaringan pipa dari induknya yaitu Pertamina. Beberapa proyek pipanisasi gas bumi yang harusnya diselesaikan Pertagas sampai saat ini juga tak kunjung selesai.

Contohnya adalah pipanisasi Gresik-Semarang. Pertamina memenangkan tender pembangunan pipa Gresik-Semarang itu pada 2006 silam. Namun hingga saat ini belum juga ada tanda-tanda akan dibangun.

Menurut Iwa, agar infrastruktur gas bisa dibangun dan dikelola dengan maksimal akan lebih baik jika Pertagas diakuisisi PGN. Dengan begitu Pertamina bisa fokus pada upaya menaikkan lifting minyak.

“PGN biarkan masuk ke Pertagas agar infrastruktur gas bisa lebih terfokus, karena core bisnis dia di situ. Biarkan perusahaan BUMN punya core bisnis masing-masing,” tandas Iwa. (Hendra Gunawan)



Sumber Kontan
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X