Kompas.com - 20/05/2014, 08:04 WIB
Chairul Tanjung KOMPAS/HERU SRI KUMORO Chairul Tanjung
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com – Salah satu permasalahan yang tak kunjung dirampungkan pada masa koordinasi Hatta Rajasa yaitu perihal renegosiasi kontrak karya. Oleh karena itu, untuk mempercepat kepastian pengusaha pemegang KK, Chairul Tandjung (CT), berencana akan memanggil dua perusahaan tambang besar membahas kendala-kendala renegosiasi.

“Ada keinginan saya untuk mengundang Freeport dan Newmont untuk mempresentasikan masalah mereka dihadapan menteri-menteri yang lain minggu depan,” ungkap Menko Bidang Perekonomian yang baru dilantik SBY itu, Senin malam (19/5/2014).

CT agaknya ingin memanfaatkan waktunya yang sempit, sekitar lima bulan itu, untuk menuntaskan pekerjaan rumah yang mendesak dan tidak bisa ditunda, termasuk soal renegosiasi.

Usai diambil sumpah jabatannya pada Senin pagi, dua rakor digelar marathon hingga pukul 21.00 wib. Nampak menteri terakhir yang datang dan berkoordinasi dengan CT malam tadi adalah M Lutfi, Menteri Perdagangan.

CT kepada wartawan tadi malam usai bertemu Lutfi, mengatakan, rencananya untuk memanggil dua perusahaan tambang raksasa tersebut adalah agar permasalahan mereka bisa diketahui oleh publik secara transparan.

Demikian juga dengan permasalahan yang ada di kementerian terkait renegosiasi kontrak karya, salah satunya Kementerian ESDM. Sementara itu ditanya, bisakah renegosiasi KK kelar dalam 5 bulan ini, CT menjawab singkat. “Yang memungkinkan untuk saya selesaikan akan saya selesaikan. Saya tidak suka menunda-tunda permasalahan,” tegasnya.

“Saya sudah katakan kepada para menteri, saya akan jadi lokomotif di depan untuk menarik gerbong ini agar lebih cepat jalannya,” imbuhnya.

Asal tahu saja, PT Freeport Indonesia sebelumnya, sekitar pertengahan Maret 2014 lalu berkirim surat kepada Hatta Rajasa selaku Menko Bidang Perekonomian waktu itu perihal renegosiasi. Salah satu poin yang disampaikan adalah soal pelepasan saham (divestasi) sebesar 20 persen.

Sementara, sesuai ketentuan perundang-undangan, bagi perusahaan tambang yang hanya melakukan penambangan tanpa pengolahan, divestasi yang diwajibkan adalah sebesar 51 persen. Ditanya soal kemungkinan disetujuinya divestasi Freeport tersebut,

CT menuturkan akan mendengarkan terkebih dahulu presentasi dari kedua perusahaan tambang yang akan dihadirkan pekan depan. Pasalnya, sejauh ini dia hanya membaca, mendengar, dari media.

“Setelah (mereka) presentasi, semua menteri bisa bertanya dan nanti yang membuat keputusan adalah para menteri. Setelah itu hasil kesepakatan akan saya bawa ke Presiden untuk nanti Presiden memutus apa yang dibicarakan,” katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menkop UKM Identifikasi Koperasi yang Memungkinkan Produksi Minyak Goreng

Menkop UKM Identifikasi Koperasi yang Memungkinkan Produksi Minyak Goreng

Whats New
Kalkulasi Peluang dan Risiko Investasi Tesla di Indonesia

Kalkulasi Peluang dan Risiko Investasi Tesla di Indonesia

Whats New
Lelang Rumah Murah di Medan dan Palembang, Nilai Limit di Bawah Rp 250 Juta

Lelang Rumah Murah di Medan dan Palembang, Nilai Limit di Bawah Rp 250 Juta

Spend Smart
Oscar Living Melantai di BEI, Harga Sahamnya Rp 100 Per Lembar

Oscar Living Melantai di BEI, Harga Sahamnya Rp 100 Per Lembar

Rilis
Kinerja Telkom Diprediksi Cerah hingga Akhir Tahun

Kinerja Telkom Diprediksi Cerah hingga Akhir Tahun

Rilis
Nasabah Bumiputera Bakal Demo 3 Hari, Sambangi DPR dan OJK

Nasabah Bumiputera Bakal Demo 3 Hari, Sambangi DPR dan OJK

Whats New
“R1Q2” Kode Tetap Tangguh dalam Ketidakpastian (Bagian 5 dari 8 Artikel Seri Green Ocean Strategy)

“R1Q2” Kode Tetap Tangguh dalam Ketidakpastian (Bagian 5 dari 8 Artikel Seri Green Ocean Strategy)

Smartpreneur
Saham Twitter Anjlok Lagi, Usai Elon Musk Sebut Ada Manipulasi Alogaritma

Saham Twitter Anjlok Lagi, Usai Elon Musk Sebut Ada Manipulasi Alogaritma

Whats New
Viral Video Unilever PHK Karyawan, Ini Kata Manajemen

Viral Video Unilever PHK Karyawan, Ini Kata Manajemen

Whats New
Contoh Surat Perjanjian Utang Piutang dengan Jaminan Sertifikat Tanah

Contoh Surat Perjanjian Utang Piutang dengan Jaminan Sertifikat Tanah

Spend Smart
 Luna Foundation Guard Lepas Rp 44 Triliun Bitcoin untuk Selamatkan Stablecoin UST

Luna Foundation Guard Lepas Rp 44 Triliun Bitcoin untuk Selamatkan Stablecoin UST

Whats New
Walau BPA Diumumkan, Nasabah AJB Bumiputera akan Tetap Lakukan Aksi 3 Hari

Walau BPA Diumumkan, Nasabah AJB Bumiputera akan Tetap Lakukan Aksi 3 Hari

Whats New
Harga Emas Antam Hari Ini Melonjak Rp 7.000, Simak Rinciannya

Harga Emas Antam Hari Ini Melonjak Rp 7.000, Simak Rinciannya

Whats New
Semakin Tak Berharga, Terra LUNA Kini Diperdagangkan di Level Rp 2,6 Per Keping

Semakin Tak Berharga, Terra LUNA Kini Diperdagangkan di Level Rp 2,6 Per Keping

Spend Smart
Kurs Rupiah terhadap Dollar AS  di 5 Bank

Kurs Rupiah terhadap Dollar AS di 5 Bank

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.