Anggaran Infrastruktur Dipangkas, 402.000 Kesempatan Kerja Menguap

Kompas.com - 19/06/2014, 14:50 WIB
Kompas Karier Fair di Balai Kartini, Jakarta, Jumat (30/8/2013). Acara yang berlangsung hingga 31 Agustus ini menyediakan ribuan lowongan pekerjaan dari total peserta pameran 205 perusahaan nasional, multinasional, BUMN, kementerian, dan lembaga pemerintah. KOMPAS IMAGES / RODERICK ADRIAN MOZESKompas Karier Fair di Balai Kartini, Jakarta, Jumat (30/8/2013). Acara yang berlangsung hingga 31 Agustus ini menyediakan ribuan lowongan pekerjaan dari total peserta pameran 205 perusahaan nasional, multinasional, BUMN, kementerian, dan lembaga pemerintah.
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Armida Alisjahbana mengatakan, meskipun pemangkasan anggaran Kementerian/Lembaga direvisi, namun tetap mengurangi kesempatan kerja yang cukup signifikan.

Terutama, kata dia, pemotongan anggaran yang berdampak langsung terhadap pembangunan infrastuktur. “Dalam APBN belanja infastruktur kita sekitar Rp 140 triliun, sekarang direvisi menjadi Rp 122,3 triliun. Sehingga daya serap tenaga kerja turun dari 2,9 juta menjadi 2,5 juta,” katanya, di Jakarta, Kamis (19/6/2014).

Dia bilang, tadinya dengan pemotongan anggaran sebesar Rp 100 triliun, maka daya serap tenaga kerja turun sebanyak 680.000. Akan tetapi, dengan pemotongan anggaran hanya Rp 43 triliun, potensi pengurangan tenaga kerja sebesar 402.000 orang.

“Jadi mengurangi kesempatan kerja sebanyak 402.000,” katanya.

Sementara itu, khusus untuk proyek infastruktur skala besar dan menengah yang dikerjakan Kementeiran Pekerjaan Umum dan Kementerian Perhubungan, potensi pengurangannya sebesar 250.000 orang. Dia bilang, kedua kementerian itu dipotong masing-masing sekitar 13 persen.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Erick Thohir Janji Akan Copot Komisaris BUMN yang Jarang Hadir Rapat

Erick Thohir Janji Akan Copot Komisaris BUMN yang Jarang Hadir Rapat

Whats New
Fakta GBK, Aset Negara Bernilai Paling Mahal, Sebagian Dikelola Swasta

Fakta GBK, Aset Negara Bernilai Paling Mahal, Sebagian Dikelola Swasta

Whats New
Erick Thohir Buka Suara Soal Adanya Komisaris BUMN yang Rangkap Jabatan

Erick Thohir Buka Suara Soal Adanya Komisaris BUMN yang Rangkap Jabatan

Whats New
5 Kesalahan Finansial yang Perlu Dihindari oleh Pasangan Baru Nikah

5 Kesalahan Finansial yang Perlu Dihindari oleh Pasangan Baru Nikah

Smartpreneur
Schneider Electric Gandeng iMasons untuk Perkuat Industri Infrastruktur Digital

Schneider Electric Gandeng iMasons untuk Perkuat Industri Infrastruktur Digital

Rilis
[POPULER MONEY] Tahapan yang Dilalui Penumpang Lion | Defisit Selalu Ditambal dengan Utang

[POPULER MONEY] Tahapan yang Dilalui Penumpang Lion | Defisit Selalu Ditambal dengan Utang

Whats New
Kader Gerindra Jadi Eksportir Lobster, Edhy: Keputusan Bukan Saya, Tapi Tim

Kader Gerindra Jadi Eksportir Lobster, Edhy: Keputusan Bukan Saya, Tapi Tim

Whats New
Erick Thohir Ingin Rampingkan BUMN Hingga Tersisa 40 Perusahaan Saja

Erick Thohir Ingin Rampingkan BUMN Hingga Tersisa 40 Perusahaan Saja

Whats New
Fakta Lobster, Dulunya Makanan Orang Miskin dan Narapidana

Fakta Lobster, Dulunya Makanan Orang Miskin dan Narapidana

Whats New
Erick Thohir: Jangan Hanya Siap Diangkat menjadi Pejabat, Tapi juga Harus Siap Dicopot

Erick Thohir: Jangan Hanya Siap Diangkat menjadi Pejabat, Tapi juga Harus Siap Dicopot

Whats New
Perkuat Aplikasi Pangan, BGR Logistics Gandeng HARA Technology

Perkuat Aplikasi Pangan, BGR Logistics Gandeng HARA Technology

Whats New
Pandemi Corona, Laba Produsen Mi Instan Korea Melonjak 361 Persen

Pandemi Corona, Laba Produsen Mi Instan Korea Melonjak 361 Persen

Whats New
Ada Pandemi Covid-19, Bagaimana Nasib Pendanaan Ibu Kota Baru?

Ada Pandemi Covid-19, Bagaimana Nasib Pendanaan Ibu Kota Baru?

Whats New
Melihat Peluang Bisnis Berpotensi Cuan Saat New Normal, Ini Caranya

Melihat Peluang Bisnis Berpotensi Cuan Saat New Normal, Ini Caranya

Work Smart
Penuhi Kebutuhan di Masa Pandemi, Belanja “Online” Jadi Solusi

Penuhi Kebutuhan di Masa Pandemi, Belanja “Online” Jadi Solusi

Spend Smart
komentar di artikel lainnya
Close Ads X