Bank Permata dan KSEI Lakukan Co-Branding Kartu ATM dan AKSes

Kompas.com - 15/07/2014, 15:27 WIB
Bank Permata. KOMPAS/HERU SRI KUMOROBank Permata.
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dan PT Bank Permata Tbk meluncurkan co-branding kartu ATM dan kartu AKSes KSEI. Peluncuran layanan ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan perjanjian kerjasama co-branding fasilitas AKSes (Acuan Kepemilikan Sekuritas) yang telah dilakukan sebelumnya pada 28 Februari 2014.

Peluncuran co-branding PermataATM dan AKSes KSEI ini secara resmi menandai babak baru penggunaan fasilitas AKSes yang sudah terintegrasi dengan fasilitas ATM. Melalui mesin ATM, investor dapat melakukan pengecekan saldo efek yang tercatat dalam sub rekening efek di KSEI dan saldo dana dalam rekening dana nasabah (RDN).

Plt. Direktur Utama Bank Permata Roy Arfandy mengatakan bahwa perseroan berkomitmen mendukung pasar modal Indonesia, baik dalam mendukung kebijakan maupun kebutuhan pelaku Pasar Modal.

"Apa yang kami lakukan saat ini dengan meluncurkan co-Branding PermataATM dan AKSes KSEI merupakan wujud nyata PermataBank dalam mendukung secara penuh perkembangan Pasar Modal Indonesia," ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (15/7/2014).

Dia menjelaskan, dalam industri perbankan, keleluasaan nasabah dalam bertransaksi merupakan hal utama yang harus dikedepankan. Oleh karena itu, hal yang sama seharusnya juga bisa dilakukan oleh para Investor dalam memonitor dan mengelola investasinya di Pasar Modal.

"Berangkat dari kebutuhan tersebut, PermataBank bersama KSEI mewujudkan fasilitas inquiry saldo Efek dan dana ini. Melalui jejaring dan kanal elektronik yang kami miliki, kami berharap para Investor dapat memiliki fleksibilitas dalam bertransaksi,” lanjutnya.

Sementara itu, Dirut KSEI Heri Sunaryadi mengatakan kerjasama co-branding ini merupakan langkah awal dari program KSEI untuk menghubungkan infrastruktur pasar modal melalui AKSes/SID Investor ke jaringan perbankan nasional.

"Akses melalui jaringan perbankan akan memicu dan mempermudah berbagai inisiatif pengembangan layanan terkait investasi di pasar modal. One door policy dimana bank dapat berperan sebagai pelaksana KYC pembukaan rekening Efek di perusahaan sekuritas dapat dikembangkan lebih efisien sehingga tercapai pendalaman market," jelasnya.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X