Menkeu: Rupiah Melemah Bukan Karena Neraca Dagang Defisit

Kompas.com - 04/08/2014, 20:54 WIB
Ilustrasi dollar AS SHUTTERSTOCKIlustrasi dollar AS
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia (BI) mencatat kurs tengah rupiah hari ini Senin (4/8) berada pada posisi 11.747 per dolar Amerika Serikat (AS). Padahal pada Jumat sebelumnya (1/8) rupiah menguat pada posisi 11.591.

Menteri Keuangan Chatib Basri mengatakan, rupiah yang mengalami pelemahan pada hari ini lebih disebabkan dollar AS yang memang menguat terhadap semua mata uang. "Dolarnya menguat karena angka situasi di Amerikanya lebih bagus. Lebih karena faktor eksternal," ujar Chatib yang dijumpai di Kementerian Keuangan, Senin (4/8).

Menurut dia, tak dimungkiri, ada juga faktor data neraca dagang Juni yang diumumkan hari ini. Defisit neraca dagang Juni yang mencapai 305,1 juta dollar AS, diakuinya lebih rendah dari estimasi pasar.

Estimasi pasar sendiri terhadap neraca dagang Juni adalah defisit sebesar 387 juta dollar AS. Karena itu, Chatib optimis pelemahan rupiah yang terjadi pada hari ini akan berlaku temporer alias sementara. (Margareta Engge Kharismawati)



Sumber Kontan
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X