PT KAI Rencanakan Parkir Elektronik Tak Hanya Berlaku di Stasiun Kereta di Jabodetabek

Kompas.com - 01/10/2014, 21:55 WIB
Lahan parkir di Stasiun Bogor, Kota Bogor, Jawa Barat, Selasa (27/8/2013). Dulunya, lahan ini digunakan oleh pedagang kios untuk berjualan. KOMPAS.com/Alsadad RudiLahan parkir di Stasiun Bogor, Kota Bogor, Jawa Barat, Selasa (27/8/2013). Dulunya, lahan ini digunakan oleh pedagang kios untuk berjualan.
EditorPalupi Annisa Auliani
BOGOR, KOMPAS.com - Sebanyak 23 stasiun kereta api di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi, telah menerapkan parkir elektronik. PT Kereta Api Indonesia berencana menerapkan sistem yang sama di stasiun di luar Jabodetabek.

"Nanti kami pikirkan, apakah juga bisa untuk luar Jabodetabek," ujar Direktur PT KAI Ignatius Jonan, di Stasiun Besar Bogor, Rabu (1/10/2014). Dia mengatakan sistem ini akan memudahkan para pengguna parkir di stasiun.

Jonan berpendapat sistem e-parking lebih efektif diterapkan di stasiun yang menjadi feeder, bukan stasiun kecil. "Saat ini 23 stasiun (sudah menggunakannya). Itu pun kami seleksi. Nanti bertahap, paling memungkinkan di Bandung, Surabaya, dan Yogyakarta," ujarnya.

Menurut Jonan, saat ini nilai transaksi nontunai di PT KAI mencapai Rp 5 miliar hingga Rp 7 miliar. Jumlah ini, sebut dia, masih kecil dibandingkan nilai total transaksi tunai di PT KAI, baru di kisaran 30 persen.

Gerakan nontunai

Jonan mengakui, agak sulit menaikkan nilai transaksi nontunai ini hingga ke kisaran 60 persen. Dia beralasan, 40 persen angkutan yang difasilitasi PT KAI merupakan angkutan barang. "Tapi (transaksi nontunai) untuk penumpang sudah sampai 70 persen," ujar dia.

Selain memberikan kemudahan bagi para pengguna parkir di stasiun, Jonan menyatakan penerapan sistem parkir elektronik ini juga merupakan bentuk dukungan PT KAI atas gerakan nontunai yang dicanangkan pemerintah pada Agustus lalu.

Saat peluncuran sistem e-parking di Stasiun Besar Bogor, Jonan mengatakan aplikasi sistem e-parking menjadi salah satu upaya untuk menurunkan sirkulasi uang tunai. (Baca: Parkir Elektronik Sudah Berlaku di 23 Stasiun Kereta di Jabodetabek)

"Bayangkan, di Stasiun Besar Bogor ini, setiap hari ada 6.000 hingga 7.000 sepeda motor yang parkir dan mobil mencapai 1.500. Kalau pakai uang tunai, ngantrinya bisa setengah jam, karena petugas harus mengembalikan uang kembalian," ujar Jonan, Rabu (1/10/2014).

Jonan menjelaskan, sistem e-parking ini memanfaatkan kartu Flazz dari BCA, TapCash dari BNI, dan e-money dari Bank Mandiri. Sistem tersebut, lanjut dia, memungkinkan arus pergerakan pengguna stasiun semakin lancar saat akan keluar dari lokasi parkir. "Apalagi, dalam sehari Stasiun Bogor jumlah penumpangnya bisa mencapai 100.000 hingga 120.000," katanya.

(Soewidia Henaldi/Hertanto Soebijoto)



Sumber Warta Kota
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X