Sederhanakan Regulasi Berbelit, Pangkas Ekonomi Biaya Mahal

Kompas.com - 03/11/2014, 15:31 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil, diperkenalkan oleh Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (26/10/2014). TRIBUN NEWS / DANY PERMANA TRIBUN NEWS / DANY PERMANAMenteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil, diperkenalkan oleh Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (26/10/2014). TRIBUN NEWS / DANY PERMANA
Penulis Tabita Diela
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Proses perizinan berbelit-belit yang selama ini terjadi di Indonesia bisa berujung pada membengkaknya biaya investasi, sehingga menimbulkan keengganan di antara investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Sofyan Djalil mengatakan, perlu ada langkah konkrit dari pemerintah untuk memotong mata rantai. "Saya percaya, biaya regulasi di Indonesia ini begitu besar. Dengan mengubah regulasi, saya tidak tahu berapa jumlah (biaya regulasi) yang bisa dikurangi, tapi jumlahnya pasti besar," ujar Sofyan, Senin (3/11/2014).

Penyederhanaan regulasi yang dimaksud Sofyan adalah upaya membangun regulasi satu atap. "Dalam tempo empat bulan yang akan datang, kita bisa melakukan perizinan satu atap. Tapi betul-betul perizinan satu atap. Sekarang di KPM sudah bagus, sudah cukup bagus. Tetapi ternyata belum sepenuhnya satu atap. Nanti akan di-encourage agar daerah-daerah juga melakukan hal yang sama," ujarnya.

Sofyan menjelaskan bahwa upaya menyederhanakan regulasi bagi para investor merupakan hal penting. Investasi dan kegiatan bisnis menciptakan banyak lapangan kerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di Tanah Air. Karena itu, pemerintah harus memberikan bantuan atau fasilitas.

"Jadi, prinsip saya, kalau itu berhubungan dengan bisnis, kalau tidak bisa membantu, jangan menganggu," pungkasnya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.