Kompas.com - 26/11/2014, 10:33 WIB
Presdir Lion Group Rusdi Kirana KOMPAS.com/ESTU SURYOWATIPresdir Lion Group Rusdi Kirana
EditorErlangga Djumena

BATAM, KOMPAS.com - Hasrat Lion Group untuk mengembangkan sayap bisnis sepertinya tidak pernah habis. Turbulensi nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat yang terjadi sepanjang tahun ini tidak menghalangi niat maskapai itu untuk berekspansi.

Satu tambahan rencana ekspansi Lion Group adalah membangun bandar udara (bandara) di Balaraja, Lebak, Banten. Tak cuma bandara, proyek itu juga akan berisi area bisnis bagi pelaku usaha kecil dan mikro (UKM) serta pelaku usaha kelas menengah.

Total luasan lahannya 55 juta meter persegi (m2) atau sekitar 5.500 ha. Sementara perkiraan biaya pengembangan proyek itu lebih dari Rp 10 triliun.

Sejauh ini Lion Group akan mengembangkan sendiri proyek itu. Namun, Komisaris Lion Group Rusdi Kirana bilang tak menutup kemungkinan kelak akan menggandeng investor.

Rancangan maskapai penerbangan yang berdiri tahun 2.000 itu, pembangunan bandara Balaraja membutuhkan waktu 10 tahun. Maskapai penerbangan itu menargetkan memulai pembangunan mulai tahun depan.

Alasan Lion Group memilih Lebak karena ingin mencuil potensi penumpang di bandara Soekarno-Hatta yang sudah melebih kapasitas. "Orang dari daerah Lebak misalnya, kalau ingin naik pesawat ke Soetta keluar biaya tambahan sangat besar, bisa sampai Rp 1 juta untuk transportasi dan penginapan. Kami ingin mengincar pasar ini karena ini potensial," beber Rusdi  kepada Kontan, di Batam, pekan lalu.

Rencana pembangunan bandara Balaraja itu menambah panjang daftar rencana ekspansi Lion Group. Tahun ini saja, maskapai itu sudah mencanangkan dua rencana lain.

Pertama, ingin membangun bandara Halim Perdanakusumah dengan menggandeng Induk Koperasi TNI Angkatan Udara. Proyek yang belum dimulai itu bernilai Rp 5 triliun.

Kedua, membangun hanggar perbaikan pesawat di bandara Hang Nadim Batam melalui anak perusahannya PT Batam Aero Technic. Batam Aero tak bekerja sendiri tapi menggandeng CFM International. Biaya investasi proyek itu 500 juta dollar AS.

Target pertumbuhan

Halaman:


Sumber
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X