Menteri ESDM Klarifikasi ke DPR soal Kontrak Freeport

Kompas.com - 26/01/2015, 15:57 WIB
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said menjelaskan terkait beberapa kabar yang menyebut bahwa pemerintah telah memperpanjang kontrak PT Freeport Indonesia.

“Sejak tadi malam, beredar SMS (short message service) di media sosial, banyak yang bertanya kenapa pemerintah memperpanjang kontrak Freeport?” kata Sudirman dalam rapat kerja dengan Komisi IV DPR-RI, Jakarta, Senin (26/1/2015).

Lebih lanjut dia bilang, pemerintah tidak memperpanjang kontral perusahaan tambang berbasis Amerika Serikat itu. “Pemerintah belum memutuskan apapun (terkait kontrak Freeport),” kata dia.

Dia bilang, investor seperti Freeport yang memiliki rencana untuk mengucurkan modal besar di Indonesia pantas mendapatkan kepastian soal kelanjutan usaha.

“Mereka berencana mengalirkan dana 15 miliar dollar AS plus 2,3 miliar dollar AS. Mengalirkan dana sebesar itu tidak mungkin tanpa kepastian seberapa lama mereka masih akan beroperasi di sini,” ucap Sudirman.

Atas dasar itu, pemerintah masih melanjutkan negosiasi dengan Freeport terkait kelanjutan usaha Freeport. Dalam perpanjangan masa negosiasi tersebut, selama enam bulan ke depan, pemerintah ingin mendapatkan kontribusi maksimal dari operasional Freeport. “Bagian pemerintah ditambah untuk mencukupi pembangunan di Papua,” sambung Sudirman.

Selain soal bagi hasil yang lebih besar, dalam pembahasan negosiasi selanjutnya, pemerintah juga meminta Freeport untuk meningkatkan keselamatan kerja dan local content. Dia bilang, dalam beberapa tahun terakhi ini, keselamatan kerja di Freeport seolah diabaikan.

“Belakangan banyak kecelakaan, dalam empat tahun terakhir ada korban jiwa 50 orang di site tambang. Kita minta keselamatan kerja ditingkatkan,” ujar Sudirman.

Sementara itu, terkait local content, Sudirman menginginkan agar di tahun-tahun mendatang penggunaan komponen lokal oleh Freeport bisa diaudit, dan terukur. “(Maka kita perpanjang masa nego) Kalau kita tidak perpanjang MoU kita tidak punya landasan untuk meneruskan negosiasi,” pungkas Sudirman.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.