Kompas.com - 24/03/2015, 20:11 WIB
|
EditorJosephus Primus


JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengakui pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) kini kesulitan mendapatkan pasokan gula rafinasi. Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag, Partogi Pangaribuan menuturkan, hal tersebut disebabkan pemerintah telah melarang pabrik gula rafinasi menyalurkan produksinya melalui distributor. Penyaluran produksi gula, menurut pemerintah harus langsung ke industri. "UKM-nya sekarang tidak ada penyaluran. Biasanya kan dapat pasokan dari distributor. Ini jadi masalah," kata Partogi di kantornya, Jakarta, Selasa (24/3/2015).

Partogi mengatakan, beberapa di antara UKM juga memasarkan produksinya untuk mancanegara. Artinya, produk UKM tidak melulu dipasarkan di dalam negeri. "Jadi kualitasnya mesti dijaga," imbuh dia.

Untuk menjaga kualitas di tengah kosongnya gula rafinasi di pasaran, Partogi mengatakan pelaku UKM mempergunakan stok gula rafinasi yang ada. "Mereka (UKM) coba dari stok mereka dan gula kristal putih dalam negeri. Kan banyak juga PTPN yang gula kristalnya itu putih bening. Tetapi untuk jangka panjang mereka tentu butuh (gula rafinasi)," kata Partogi.

Dia memperhitungkan, kebutuhan gula rafinasi untuk UKM sekitar 400.000 ton. Kebutuhan ini belum masuk dalam neraca kebutuhan gula rafinasi Kementerian Perindustrian yang sebesar 2,8 juta ton. "2,8 juta ton itu kebutuhan industri, belum termasuk UKM," kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.