Pulang Kampung, Menteri Amran Bagi-bagi Bantuan

Kompas.com - 05/04/2015, 18:18 WIB
Menteri Pertanian, Amran Sulaiman seusai memberikan arahan dan penyuluhan di Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian, Ciawi, Bogor, Jawa Barat, Senin (16/02/2015). KOMPAS.com/RAMDHAN TRIYADI BEMPAHMenteri Pertanian, Amran Sulaiman seusai memberikan arahan dan penyuluhan di Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian, Ciawi, Bogor, Jawa Barat, Senin (16/02/2015).
|
EditorErlangga Djumena

BONE, KOMPAS.com – Setelah empat bulan menjabat sebagai Menteri Pertanian di Kabinet Kerja, akhirnya Andi Amran Sulaiman bisa singgah sejenak di tanah kelahirannya, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.

“Pada hari ini saya sangat berbahagia. Setelah empat bulan menjabat, ditakdirkan Allat menjadi Menteri Pertanian, hari ini ditakdirkan tiba di Bone,” kata Amran ketika menghadiri Expo dan Kontes Ternak Kab. Bone 2015, Sulawesi Selatan, Sabtu (4/4/2015).

Kedatangan Amran di tanah kelahirannya itu bukan tanpa tujuan. Selain memenuhi undangan Bupati Bone, Andi Fahsar M Padjalangi, dalam perayaan hari jadi Kabupaten Bone, Amran juga akan meresmikan panen raya.

Selain itu, kedatangan Amran juga dalam rangka penyerahan bantuan dari pemerintah pusat kepada para petani di Kabupaten Bone. Lantas apa saja bantuan yang diberikan?

1. 200 ekor sapi
“Untuk Bone, 200 ekor indukan sapi Limosin Brahman yang beratnya 1 ton,” kata Amran. 

Selain dari pemerintah pusat, Bone juga mendapat bantuan sapi ternak sebanyak 79 ekor dari Sulawesi Selatan, yang diserahkan oleh Gubernur Sulawesi Selatan ke Bupati Bone.

2. 88 traktor tangan
Amran juga memberikan 88 traktor tangan kepada petani Bone.  Bantuan traktor tangan diberikan langsung di tempat penyelenggaraan expo.

3. Perbaikan irigasi 35.000 hektar
“Ini adalah yang terbesar sepanjang sejarah, biasanya hanya 100 ha,” ucap Amran.

Perbaikan irigasi tersebut dianggarkan dari APBN refocusing seluas 13.000 ha, dan anggaran dari APBN-Perubahan 2015 seluas 22.000 ha. Amran menginginkan agar pembangunan irigasi tersier di Bone bisa selesai juga pada tahun ini.

4. Saprotan jagung
20.500 hektar Pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian juga membagikan pupuk, dan benih jagung gratis kepada petani Bone seluas 20.500 hektar. Saprotan jagung seluas 20.000 ha dianggarkan dari APBN-Perubahan 2015, sementara 500 ha dianggarkan dari anggaran refocusing.

5. Saprodi PAT Kedelai 56.500 hektar
Adapun saprodi PAT kedelai yang diberikan ialah seluas 56.500 ha, yang diambilkan dari anggaran APBN-Perubahan 2015 seluas 35.000 ha, serta anggaran refocusing seluas 21.500 ha. “Alsintan kedelai ada 56.000 ha, ini sangat besar,” ucap Amran, di expo.

“Satu kami minta, naik 20 persen produksi (kedelai),” kata dia lagi di peresmian panen raya, Desa Pakkasalo, Kec. Dua Boccoe, Kab. Bone, Sulawesi Selatan.

Adapun bantuan lain yang diberikan yang diambilkan dari anggaran refocusing yakni, optimasih lahan seluas 4.500 ha, pompa 15 unit, conr celler 1 unit, serta vertical dryer 1 unit. Sedangkan bantuan lain yang dianggarkan dari APBN-Perubahan 2015 yaitu optimasi lahan seluas 1.000 ha, pompa 30 unit, combine harvester 15 unit, power thresher 15 unit, pengilingan padi 3 unit, corn celler 10unit, vertical dryer jagung 3 unit, dan padi organik (SRI) 3.000 ha.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X