BKPM: Isu "Reshuffle" Kabinet Tak Pengaruhi Investor

Kompas.com - 28/04/2015, 08:32 WIB
Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal, Franky Sibarani dengan Kepala Lembaga Sandi Negara, Djoko Setiadi menandatangani Nota Kesepahaman mengenai pengamanan sistem informasi dalam penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) di Gedung BKPM, Jakarta, Senin (9/2/2015) Stefanno Reinard SulaimanKetua Badan Koordinasi Penanaman Modal, Franky Sibarani dengan Kepala Lembaga Sandi Negara, Djoko Setiadi menandatangani Nota Kesepahaman mengenai pengamanan sistem informasi dalam penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) di Gedung BKPM, Jakarta, Senin (9/2/2015)
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani menyatakan, isu reshuffle kabinet kerja tidak mempengaruhi investor.

Hal yang diinginkan para penanam modal adalah kebijakan insentif meski terjadi pergantian Menteri dan kepala lembaga negara.

"Isu reshuffle itu kan relatif tidak terlalu esensial bagi investor. Yang mereka esensial itu kan kebijakan mengenai insentif," ujar Franky di Tropical Landscape Summit, Senin (27/4/2015).

Selama mengikuti presiden Joko Widodo pergi berkunjung kenegaraan di beberapa negara, para investor lebih banyak bertanya kebijakan yang diambil pemerintah saat ini.

Para investor asing lebih menginginkan pengurangan subsidi BBM untuk dialokasikan kepada hal lain. "Mereka ingin ada infrastruktur powerplan dan lain-lain," kata Franky.

Franky menambahkan, hal paling penting yang diinginkan investor adalah upah buruh dan jaminan keamanan berinvestasi. Selain itu para investor asing juga berharap bisa memasukan tenaga kerjanya dengan mudah ke Indonesia.

"Diujungnya mereka menayakan tentang ketenagakerjaan khususnya dari upah, keamanan, terkait dengan demonstrasi, dan terkait tenaga kerja asing," papar Franky. (Adiatmaputra Fajar Pratama)JAKARTA - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibaranimemaparkan bahwa isu reshuffle kabinet kerja tidak mempengaruhi kinerja investor.

Hal yang diinginkan para penanam modal adalah kebijakan insentif meski terjadi pergantian Menteri dan kepala lembaga negara.

"Isu reshuffle itu kan relatif tidak terlalu esensial bagi investor. Yang mereka esensial itu kan kebijakan mengenai insentif," ujar Franky di Tropical Landscape Summit, Senin (27/4/2015).

Selama mengikuti presiden Joko Widodo pergi berkunjung kenegaraan di beberapa negara, para investor lebih banyak bertanya kebijakan yang diambil pemerintah saat ini.

Para investor asing lebih menginingkan pengurangan subsidi BBM untuk dialokasikan kepada hal lain.

"Mereka ingin ada infrasrruktur powerplan dan lain-lain," papar Franky.

Franky menambahkan hal paling penting yang diinginkan investor adalah upah buruh dan jaminan keamanan berinvestasi. Selain itu para investor asing juga berharap bisa memasukan tenaga kerjanya dengan mudah ke Indonesia.

"Diujungnya mereka menayakan tentang ketenaga kerjaan khususnya dari upah, keamanan, terkait dengan demonstrasi, dan terkait tenaga kerja asing," papar Franky.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Maskapai Minta Pemerintah Gulirkan Beragam Insentif Secepatnya

Maskapai Minta Pemerintah Gulirkan Beragam Insentif Secepatnya

Whats New
Kesempatan UMKM untuk Ikut Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah Makin Terbuka

Kesempatan UMKM untuk Ikut Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah Makin Terbuka

Whats New
Penyelundupan Benur Marak, KKP Lepasliarkan Lagi Ribuan Benih Lobster

Penyelundupan Benur Marak, KKP Lepasliarkan Lagi Ribuan Benih Lobster

Whats New
Investor Pemula, Hati-hati Fenomena 'Pompom' Saham

Investor Pemula, Hati-hati Fenomena "Pompom" Saham

Whats New
Berapa Proporsi Investasi Emas yang Ideal untuk Karyawan?

Berapa Proporsi Investasi Emas yang Ideal untuk Karyawan?

Earn Smart
Ingin Jajan Enak Tanpa Takut Boros? Manfaatkan Promo 3.3 Pesta Cashback ShopeePay

Ingin Jajan Enak Tanpa Takut Boros? Manfaatkan Promo 3.3 Pesta Cashback ShopeePay

Whats New
[POPULER DI KOMPASIANA] Pamer Gaji di Media Sosial | Netizen Indonesia Tidak Sopan | Menghindari dan Mengatasi FOMO

[POPULER DI KOMPASIANA] Pamer Gaji di Media Sosial | Netizen Indonesia Tidak Sopan | Menghindari dan Mengatasi FOMO

Rilis
BCA Imbau Ganti Kartu ATM Magnetic Stripe ke Chip Secepatnya

BCA Imbau Ganti Kartu ATM Magnetic Stripe ke Chip Secepatnya

Whats New
Selama Pandemi, Warung Mitra Bukalapak Meningkat 4 Juta Pelapak

Selama Pandemi, Warung Mitra Bukalapak Meningkat 4 Juta Pelapak

Whats New
Pamer Cupang, Erick Thohir Teringat Masa Awal Coba Berbisnis

Pamer Cupang, Erick Thohir Teringat Masa Awal Coba Berbisnis

Whats New
Gandeng BRI, TaniFund Siapkan Dana Rp 200 Miliar untuk Petani dan UMKM

Gandeng BRI, TaniFund Siapkan Dana Rp 200 Miliar untuk Petani dan UMKM

Rilis
Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 13 Mau Dibuka, Jangan Lupa Persiapannya

Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 13 Mau Dibuka, Jangan Lupa Persiapannya

Whats New
Bayar Biaya Nikah KUA Bisa Via Bukalapak, Simak Caranya

Bayar Biaya Nikah KUA Bisa Via Bukalapak, Simak Caranya

Whats New
Hati-hati Terjebak Skema Money Game seperti Vtube dan TikTok Cash

Hati-hati Terjebak Skema Money Game seperti Vtube dan TikTok Cash

Earn Smart
Resmi, Ini Cara Dapat Diskon PPnBM Mobil dari Sri Mulyani

Resmi, Ini Cara Dapat Diskon PPnBM Mobil dari Sri Mulyani

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X