PLN Naikkan Tarif Listrik Pelanggan Nonsubsidi

Kompas.com - 05/05/2015, 08:50 WIB
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com -PT PLN (Persero) menetapkan tarif listrik pelanggan nonsubsidi pada Mei 2015 mengalami kenaikan dibandingkan April 2015.

Kepala Divisi Niaga PLN Benny Marbun di Jakarta, Senin (4/5/2015) mengatakan, kenaikan tarif listrik nonsubsidi tersebut terutama dikarenakan pelemahan kurs rupiah terhadap dollar AS.

"Kurs pada Maret 2015 melemah menjadi Rp 13.067 per dolar Rp dibandingkan Februari 2015 sebesar Rp 12.750 per dollar AS," ujarnya.

Sementara, indikator inflasi mengalami kenaikan dari -0,36 persen pada Februari 2015 menjadi 0,17 persen pada Maret 2015.

Adapun patokan lainnya,  yakni harga minyak mentah Indonesia (ICP) mengalami penurunan dari 54,32 dolar pada Februari 2015 menjadi 53,66 dolar per barel pada Maret 2015.

PLN menetapkan tarif listrik nonsubsidi pada bulan berjalan berdasarkan realisasi tiga indikator yakni kurs, ICP, dan inflasi dua bulan sebelumnya.

Dengan demikian, tarif listrik nonsubsidi pada Mei 2015 berdasarkan acuan realisasi ketiga indikator pada Maret 2015.

Benny menambahkan, pada Mei 2015, tarif listrik nonsubsidi untuk lima golongan pelanggan ditetapkan sebesar Rp 1.514,81 per kWh.

Tarif tersebut mengalami kenaikan Rp 48,92 per kWh atau 3,3 persen dibandingkan periode April 2015 sebesar R p1.465,89 per kWh.

Kelima golongan pelanggan tersebut adalah rumah tangga menengah R2 dengan daya 3.500-5.500 VA, rumah tangga besar R3 dengan daya 6.600 VA ke atas, bisnis menengah B2 6.600-200.000 VA, kantor pemerintah P1 6.600-200.000 VA, dan penerangan jalan umum P3.

Sementara, tarif pelanggan listrik nonsubsidi lainnya yakni bisnis besar B3 di atas 200.000 VA, industri besar I3 di atas 200.000 kVA dan pemerintah P2 di atas 200 kVA ditetapkan Rp 1.193,22 atau naik dibandingkan April Rp 1.135,93 per kWh.

Lalu, pelanggan industri besar I4 berdaya 30 MVA ke atas naik dari Rp 991,6 menjadi Rp 1.063,8 per kWh, dan golongan khusus L/TR, TM, dan TT naik dari Rp 1.542,84 menjadi Rp 1.650,73 per kWh.

Sesuai data tersebut juga, tarif golongan subsidi yakni R1 dengan daya 1.300 VA dan R1 daya 2.200 VA tidak berubah yakni Rp 1.352 per kWh.

Per 1 Januari 2015, pemerintah menerapkan skema tarif penyesuaian (adjustment tariff) bagi 10 golongan pelanggan listrik setelah sebelumnya sejak Mei 2014 hanya berlaku pada empat golongan.

Dengan skema tersebut, maka tarif listrik mengalami fluktuasi naik atau turun yang tergantung tiga indikator yakni harga minyak, kurs, dan inflasi.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Antara
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lelang SUN Besok, Pemerintah Targetkan Kantongi Rp 20 Triliun

Lelang SUN Besok, Pemerintah Targetkan Kantongi Rp 20 Triliun

Whats New
Menko Airlangga Bertemu Menteri Ekonomi Arab Saudi, Bahas G20 hingga Minyak

Menko Airlangga Bertemu Menteri Ekonomi Arab Saudi, Bahas G20 hingga Minyak

Whats New
Ada Wabah PMK, Mentan Pastikan 1,7 Juta Lebih Hewan Kurban Layak Potong

Ada Wabah PMK, Mentan Pastikan 1,7 Juta Lebih Hewan Kurban Layak Potong

Whats New
Pendapatan Bio Farma Capai Rp 7,1 Triliun Per Kuartal I-2022

Pendapatan Bio Farma Capai Rp 7,1 Triliun Per Kuartal I-2022

Whats New
Ini Daftar 100 Pinjaman Online Ilegal Terbaru yang Ditutup SWI

Ini Daftar 100 Pinjaman Online Ilegal Terbaru yang Ditutup SWI

Whats New
Komisi IV DPR Minta Kementan Jujur soal Asal Penyebaran PMK Hewan Ternak

Komisi IV DPR Minta Kementan Jujur soal Asal Penyebaran PMK Hewan Ternak

Whats New
Satgas Waspada Investasi Kembali Temukan 100 Platform Pinjol Ilegal

Satgas Waspada Investasi Kembali Temukan 100 Platform Pinjol Ilegal

Whats New
Cara Klaim BPJS Ketenagakerjaan Online lewat HP di Aplikasi JMO

Cara Klaim BPJS Ketenagakerjaan Online lewat HP di Aplikasi JMO

Work Smart
Jangan Terjebak, Ini Modus yang Kerap Digunakan Pinjol Ilegal

Jangan Terjebak, Ini Modus yang Kerap Digunakan Pinjol Ilegal

Earn Smart
Lelang Lamborghini Gallardo GT3, Harga Mulai Rp 100 Juta

Lelang Lamborghini Gallardo GT3, Harga Mulai Rp 100 Juta

Spend Smart
Rupiah dan IHSG Kompak Melemah Pada Penutupan Perdagangan Hari Ini

Rupiah dan IHSG Kompak Melemah Pada Penutupan Perdagangan Hari Ini

Whats New
Permudah Warga Desa Berbelanja 'Online', Dagangan Hadirkan Layanan 'Same-Day Delivery'

Permudah Warga Desa Berbelanja "Online", Dagangan Hadirkan Layanan "Same-Day Delivery"

Rilis
Survei ABB Global: Industri Global Percepat Investasi Efisiensi Energi

Survei ABB Global: Industri Global Percepat Investasi Efisiensi Energi

Rilis
Syarat dan Cara Klaim JHT via Lapak Asik BPJS Ketenagakerjaan Online

Syarat dan Cara Klaim JHT via Lapak Asik BPJS Ketenagakerjaan Online

Work Smart
Gelar RUPST, Caturkarda Depo Bangunan Bakal Tebar Dividen Rp 35 Miliar

Gelar RUPST, Caturkarda Depo Bangunan Bakal Tebar Dividen Rp 35 Miliar

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.