Geram, Jonan Tantang Pengusaha Sekolah Penerbangan Debat di TV

Kompas.com - 30/05/2015, 06:01 WIB
Menteri Perhubungan Ignasius Jonanseusai mengikuti rapat koordinasi dua kementerian di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Selasa (28/10/2014). KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZESMenteri Perhubungan Ignasius Jonanseusai mengikuti rapat koordinasi dua kementerian di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Selasa (28/10/2014).
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perhubungan Ignasius Jonan menantang para pengusaha sekolah penerbangan untuk berdebat di acara stasiun televisi secara langsung. Jonan geram dengan para pengusaha yang ingin membangun sekolah pilot, tapi minta pemerintah menyediakan infrastrukturnya.

"Coba suruh semua pemilik sekolah pilot menghadap saya, debat di TV, saya tunggu. Coba saya pengin tahu kalau (mereka) berani," ujar Jonan saat berbincang dengan wartawan di Kantor Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Jakarta, Jumat (29/5/2015).

Mantan Diretur Utama PT KAI itu mengatakan bahwa dirinya menghormati setiap perjanjian dengan pengusaha, tak terkecuali dengan pengusaha pemilik sekolah penerbangan. Di Kemenhub sendiri, aturan menyebutkan bahwa kontrak dengan swasta mengenai sekolah penerbangan hanya selama 18 bulan. Setelah tenggat waktu habis, kontrak bisa diperpanjang atau tidak tergantung si pemilik tempat sekolah penebangan itu, yaitu Kemenhub.

"Kalau memang kontraknya belum habis, ya enggak mungkin kita suruh pergi. Tapi ini kan sudah kita kasih tahu 18 bulan sebelumnya. Kalau ini habis ya silakan pergi karena kita akan gunakan ini untuk kalibrasi," kata Jonan.

Untuk mengatasi permasalahan itu, Kemenhub mempersilahkan pengusaha mencari tepat atau bandara lain untuk sekolah penerbangan. Namun, kata Jonan, pengusaha jangan meminta pemerintah untuk menyediakan fasilitas sekolah penerbangan.

"Masa dia mau bikin sekolah kita sediakan tempatnya. Loh gimana kan. Kewarasannya enggak ada. Wong kalau dia untung pemerintah juga enggak minta," kata Jonan.

Para pengusaha dalam menjalankan usaha sekolah penerbangan biasanya harus membuat hanggar pesawat latih. Sementara untuk tempatnya sendiri bisa saja menggunakan lahan disekitar bandara yang dikelola Kemenhub. Namun, aturan kontrak investasi 18 bulan dinilai sangat singkat sementara pengusaha sudah terlanjur membuat infrastruktur penerbangan misalnya hanggar.

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Zoom Kucurkan 100 Juta Dollar ke Aplikasi yang yang Gunakan Teknologinya

Zoom Kucurkan 100 Juta Dollar ke Aplikasi yang yang Gunakan Teknologinya

Whats New
PTPN III Rampungkan Proses Restrukturisasi Senilai Rp 41 Triliun

PTPN III Rampungkan Proses Restrukturisasi Senilai Rp 41 Triliun

Rilis
Bank Hana Fasilitasi Green Loan Chandra Asri Sebesar Rp 188,5 Miliar

Bank Hana Fasilitasi Green Loan Chandra Asri Sebesar Rp 188,5 Miliar

Whats New
AP I Catat Jumlah Penumpang Pesawat Capai 6,12 Juta di Kuartal I-2021

AP I Catat Jumlah Penumpang Pesawat Capai 6,12 Juta di Kuartal I-2021

Whats New
Adaro Energy Jajaki Lini Bisnis ke Sektor Energi Hijau

Adaro Energy Jajaki Lini Bisnis ke Sektor Energi Hijau

Whats New
Ingin Jadi Agen Frozen Food Fiesta? Simak Cara Daftar dan Persyaratannya

Ingin Jadi Agen Frozen Food Fiesta? Simak Cara Daftar dan Persyaratannya

Smartpreneur
Siap-siap, Transaksi Mata Uang Kripto Bakal Kena Pajak

Siap-siap, Transaksi Mata Uang Kripto Bakal Kena Pajak

Whats New
Cerita Boy Thohir, Bos Adaro yang Pernah Masuk ICU 11 Hari karena Covid-19

Cerita Boy Thohir, Bos Adaro yang Pernah Masuk ICU 11 Hari karena Covid-19

Whats New
Mengenal Zakat Mal: Pengertian, Hukum, dan Cara Menghitungnya

Mengenal Zakat Mal: Pengertian, Hukum, dan Cara Menghitungnya

Whats New
Neraca Perdagangan Surplus Karena UMKM Ekspor Terus Tumbuh

Neraca Perdagangan Surplus Karena UMKM Ekspor Terus Tumbuh

Whats New
OJK Minta Perusahaan Asuransi Selesaikan Aduan Nasabah terkait Unitlink

OJK Minta Perusahaan Asuransi Selesaikan Aduan Nasabah terkait Unitlink

Whats New
Dari 64,2 Juta UMKM di Indonesia, Baru 13 Persen yang Telah Lakukan Digitalisasi

Dari 64,2 Juta UMKM di Indonesia, Baru 13 Persen yang Telah Lakukan Digitalisasi

Whats New
Menaker: Belum Ada Perusahaan yang Menyatakan Tidak Mampu Bayar THR

Menaker: Belum Ada Perusahaan yang Menyatakan Tidak Mampu Bayar THR

Whats New
Gojek-Tokopedia Merger, Bos Gojek Andre Soelistyo Disebut Jadi Pemimpinnya

Gojek-Tokopedia Merger, Bos Gojek Andre Soelistyo Disebut Jadi Pemimpinnya

Whats New
[TREN EDUKASI KOMPASIANA] 'Reading Habit' pada Siswa | Pendidikan Perempuan dan Kesuksesannya | Mengatasi Ujian Bahasa Indonesia yang Sulit

[TREN EDUKASI KOMPASIANA] "Reading Habit" pada Siswa | Pendidikan Perempuan dan Kesuksesannya | Mengatasi Ujian Bahasa Indonesia yang Sulit

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X